Sistem Barter dalam Buku Pelajaran IPAS Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka
Sistem barter adalah salah satu topik yang dibahas dalam buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas 3 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, halaman 99. Buku ini ditulis oleh Kusumawardhani Ardilla dkk. dan diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) pada tahun 2025.
Sistem barter adalah cara tukar-menukar barang atau jasa tanpa menggunakan uang. Dalam sistem ini, seseorang menukar barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan. Contohnya, beras bisa ditukar dengan ikan, ayam dengan buah, atau kayu bakar dengan singkong.
Sebelum adanya uang, manusia memanfaatkan sistem barter untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sistem ini memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, sulit menentukan nilai barang yang ditukar, seperti apakah 12 jeruk sama nilainya dengan 1 kilogram gandum? Selain itu, barter hanya bisa terjadi jika kedua pihak saling membutuhkan barang yang ingin ditukar.
Berdasarkan permasalahan tersebut, manusia mulai mencari alternatif yang lebih mudah dan praktis. Awalnya, mereka menggunakan barang berharga sebagai alat tukar, seperti garam, kulit kerang, atau hasil bumi. Namun, barang-barang ini juga memiliki keterbatasan, seperti jumlah yang terbatas dan sulit dibawa.
Selanjutnya, manusia mulai menggunakan logam mulia, seperti emas, perak, dan tembaga, sebagai alat tukar. Uang logam pertama kali dibuat oleh bangsa Lydia di Turki sekitar tahun 580 SM. Bentuknya kecil seperti kacang polong dan lebih mudah digunakan daripada sistem barter.
Beberapa ratus tahun kemudian, di Tiongkok pada masa Dinasti Song, muncul uang kertas sekitar abad ke-10 Masehi. Uang kertas diciptakan karena uang logam terlalu berat jika jumlahnya banyak.
Dari sinilah kita tahu bahwa uang muncul untuk memudahkan manusia dalam berjual beli. Dengan demikian, kebutuhan hidup dapat terpenuhi dengan lebih cepat dan mudah.
Pertanyaan dan Jawaban Terkait Sistem Barter
Berikut beberapa pertanyaan yang terdapat dalam buku pelajaran IPAS kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 99:
- Apa yang digunakan orang untuk memenuhi kebutuhannya sebelum ditemukannya uang?
- Mengapa kegiatan barter mulai ditinggalkan?
- Apa alat tukar yang digunakan sebelum uang ada?
- Mengapa alat tukar itu sudah tidak digunakan lagi?
Jawaban:
Sebelum ditemukannya uang, orang memenuhi kebutuhannya dengan cara barter. Barter adalah kegiatan saling menukar barang atau jasa dengan barang atau jasa lainnya. Misalnya, beras ditukar dengan ikan, ayam ditukar dengan buah, atau kayu bakar ditukar dengan singkong. Dengan cara itu, masyarakat zaman dahulu bisa mendapatkan kebutuhan yang tidak mereka miliki.
Kegiatan barter mulai ditinggalkan karena memiliki banyak kesulitan. Dalam barter, orang sering kesulitan menentukan nilai barang yang ditukar. Misalnya, belum tentu jumlah buah tertentu sama nilainya dengan gandum atau ayam. Selain itu, barter hanya bisa terjadi jika kedua orang sama-sama membutuhkan barang milik satu sama lain. Barang yang ditukar juga kadang sulit dibawa karena terlalu berat atau cepat rusak, seperti buah dan sayuran. Karena itulah, manusia mulai mencari cara yang lebih mudah untuk berjual beli.
Sebelum ada uang seperti sekarang, orang menggunakan barang-barang berharga sebagai alat tukar. Contohnya adalah garam, kulit kerang, hasil bumi, emas, perak, dan tembaga. Setelah itu, manusia mulai menggunakan uang logam yang dibuat dari emas dan perak, lalu berkembang menjadi uang kertas agar lebih praktis digunakan.
Alat tukar tersebut sudah tidak digunakan lagi karena dianggap kurang praktis dan memiliki banyak keterbatasan. Barang seperti garam atau kulit kerang jumlahnya terbatas dan tidak selalu mudah dibawa. Uang logam juga terasa berat jika digunakan dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, manusia mulai menggunakan uang kertas dan kemudian uang modern karena lebih mudah dibawa, disimpan, dan digunakan untuk berbagai transaksi sehari-hari.






