DFSK secara resmi memperkenalkan versi setir kanan (RHD) dari model E5 PLUS dalam ajang 2026 International Automotive & Supply Chain Expo di Hong Kong, pada Kamis (18/6/2026). Kehadiran model ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar global, termasuk kesempatan masuknya ke Indonesia.
Sebagai merek kendaraan energi baru yang berada di bawah naungan SERES Group, DFSK menyatakan bahwa peluncuran E5 PLUS RHD merupakan bagian dari upaya menghadirkan kendaraan yang dirancang sesuai kebutuhan pasar lokal di berbagai negara. Sebelumnya, model ini mendapatkan sambutan baik di kawasan Afrika Utara dan Amerika Selatan, dan kini DFSK mulai memperluas penetrasi ke negara-negara dengan konfigurasi setir kanan.
Indonesia dan Hong Kong menjadi dua pasar utama yang akan menjadi tujuan pengenalan E5 PLUS RHD secara bertahap. Amy Gong, Presiden DFSK, menjelaskan bahwa E5 PLUS menjadi langkah awal dari pembaruan menyeluruh pada portofolio produk perusahaan. “Ke depannya, kami akan terus memperkuat kapabilitas teknologi dan inovasi cerdas, memperluas jajaran produk, serta mempercepat ekspansi global,” ujarnya saat acara peluncuran di Hong Kong.
Penguatan operasional lokal menjadi bagian penting dari strategi DFSK agar produk dan layanan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen di masing-masing wilayah. “Dengan memperdalam operasional lokal, kami berkomitmen menghadirkan produk dan layanan yang semakin kompetitif, guna memberikan pengalaman mobilitas yang lebih cerdas dan ramah lingkungan bagi pelanggan di seluruh dunia,” tambah Amy.
Fitur Unggulan E5 PLUS RHD
E5 PLUS merupakan model energi baru strategis global yang dirancang untuk kebutuhan keluarga modern. Mobil ini mengusung sistem SERES Super Hybrid yang menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas teknologi plug-in hybrid. Berdasarkan spesifikasi global, E5 PLUS memiliki kapasitas baterai maksimum 25,3 kWh dengan kemampuan melaju menggunakan tenaga listrik murni hingga 135 km berdasarkan pengujian WLTP.
Untuk jarak tempuh kombinasi antara mesin bensin dan motor listrik, E5 PLUS diklaim mampu mencapai hingga 1.200 km berdasarkan standar WLTP. Dari segi efisiensi bahan bakar, konsumsi yang tercatat mencapai 5,7 liter per 100 km.
Penyesuaian untuk Pasar Asia Tenggara
Khusus untuk pasar Asia Tenggara yang menggunakan konfigurasi setir kanan, DFSK melakukan sejumlah penyesuaian agar E5 PLUS dapat lebih sesuai dengan kondisi jalan, iklim, serta kebiasaan pengguna lokal. Penyempurnaan dilakukan pada sistem bantuan pengemudi seperti Lane Centering Control (LCC) dan Adaptive Cruise Control (ACC), termasuk penyesuaian sistem interaksi suara serta antarmuka pengguna.
Sistem infotainment E5 PLUS RHD juga telah mendukung berbagai bahasa regional, termasuk bahasa Indonesia, Melayu, Thai, Vietnam, hingga Mandarin Tradisional untuk pasar Hong Kong. Selain itu, konektivitas dengan aplikasi seperti Apple CarPlay dan Spotify turut dihadirkan untuk meningkatkan pengalaman berkendara.
Strategi Ekspansi Global
DFSK memastikan E5 PLUS RHD akan diperkenalkan secara bertahap di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Namun, spesifikasi yang akan dipasarkan di Tanah Air masih akan diumumkan secara resmi pada saat peluncuran di Indonesia tepatnya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 Juli mendatang.
Kehadiran E5 PLUS RHD menjadi bagian dari langkah DFSK memperkuat posisi di pasar kendaraan energi baru global. Selain mengembangkan produk, DFSK juga menyiapkan ekosistem layanan baru yang mencakup penguatan jaringan, sistem operasional, pengembangan sumber daya manusia, kemampuan teknis, hingga ketersediaan suku cadang.
Dengan identitas merek yang diperbarui serta portofolio kendaraan energi baru yang terus berkembang, DFSK ingin memperluas perannya dalam menghadirkan solusi mobilitas yang lebih cerdas, efisien, dan ramah lingkungan.
Saat ini, DFSK telah menjangkau lebih dari 70 negara dan wilayah dengan total distribusi lebih dari 5 juta unit kendaraan sejak berdiri pada 2003. Melalui E5 PLUS RHD, DFSK mencoba memperkuat langkahnya di pasar global sekaligus membuka babak baru di segmen kendaraan elektrifikasi Indonesia.








