Profil Nyimas Laula: Jurnalis Foto Kelas Dunia yang Viral di Media Sosial
Nyimas Laula adalah seorang jurnalis foto dan sutradara dokumenter yang telah berkiprah di dunia jurnalistik sejak tahun 2015. Karyanya sering kali dimuat oleh media ternama seperti The New York Times, Reuters, National Geographic, VICE, dan Greenpeace. Ia dikenal dengan fokus pada isu-isu berat seperti lingkungan, kemanusiaan, serta hak asasi manusia (HAM). Beberapa momen penting yang pernah ia dokumentasikan antara lain kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh pada tahun 2015, kebakaran hutan besar di Indonesia untuk Greenpeace, serta investigasi polusi plastik di Pulau Bali pada tahun 2019.
Selain itu, karya-karyanya mengenai dampak pandemi Covid-19 bahkan pernah dipamerkan dalam pameran kolektif UNDP di Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada tahun 2020. Di samping itu, ia juga melebarkan sayapnya sebagai sutradara dokumenter dengan menggarap serial tentang komunitas petani gula kelapa di Jawa Tengah pada tahun 2021.
Insiden Viral di Gym dan Kontroversi yang Muncul
Nama Nyimas Laula menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah video dirinya menegur keras seorang pria di sebuah pusat kebugaran (gym) di Bali viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat memarahi seorang pria yang melintas di area platform angkat beban saat ia sedang bersiap melakukan attempt 115 persen atau percobaan mengangkat beban maksimal untuk mencetak personal record (PR).
Menurut penjelasan Nyimas, insiden ini terjadi ketika ia sedang dalam situasi krusial. Pria tersebut tiga kali bolak-balik melintas di dekat ujung barbelnya, meskipun masih ada jalur lain yang lebih aman. Ia menegaskan bahwa tindakan menegur pria tersebut didasari oleh faktor keselamatan kerja di area angkat beban yang membutuhkan konsentrasi penuh demi menghindari cedera fatal.
Namun, aksi teguran keras Nyimas memicu pro-kontra dari warganet. Sebagian menilai pria tersebut tidak bersalah karena hanya berjalan di pinggir platform untuk mengambil dumbbell, serta menganggap Nyimas seharusnya menegur dengan cara mengedukasi tanpa amarah. Meski begitu, Nyimas memberikan pembelaan menohok.
“Gw kan lagi mau ngangkat max (beban maksimal) yah? Kenapa gw yang harus edukasi dia, yg harusnya udah tau GYM RULES (aturan gym) saat lagi kelas begimana?” balas Nyimas.
Meski bersikeras pada prinsip keselamatan ruang gym, Nyimas akhirnya berlapang dada meminta maaf atas penyampaiannya yang emosional. “Gw juga take accountability bahwa seharusnya gak mengeluarkan kata-kata kasar seperti yang di video. I will do better,” ungkapnya.
Dampak dari Kontroversi dan Hilangnya Akun Media Sosial
Dampak dari viralnya kasus ini membuat tempat gym tersebut langsung melakukan penataan ulang tata letak alat demi keamanan bersama. Namun, yang lebih mengejutkan adalah hilangnya akun Instagram pribadi dan akun Threads milik Nyimas Laula. Hingga kini, penyebab hilangnya akun tersebut masih menjadi misteri. Di platform Threads, sempat beredar tangkapan layar massal dari warganet yang mengaku beramai-ramai melaporkan profil Nyimas ke pihak Meta (Instagram).
Belum ada pernyataan resmi apakah akun tersebut sengaja dinonaktifkan secara mandiri oleh Nyimas untuk menenangkan diri, ataukah terkena pemblokiran akibat laporan massal netizen. Hal ini memicu banyak spekulasi di kalangan publik.







