Di balik kegagalan Timnas Cape Verde dalam meraih gelar juara Piala Dunia 2026, terdapat kisah menarik yang berkaitan dengan proses rekrutmen pemain baru. Proses ini tidak biasa dan menunjukkan sisi unik dari cara tim tersebut membangun skuad mereka.
Setelah mengalami kekalahan dari Argentina dengan skor 2-3 pada babak 32 besar, Timnas Cape Verde harus mengakhiri perjalanannya di Piala Dunia 2026. Meskipun demikian, pelatih tim, Bubista, tetap menyampaikan rasa bangga atas performa para pemainnya. Ia menilai bahwa kemampuan para pemain mampu mencetak dua gol melawan tim kuat seperti Argentina, yang menunjukkan karakter dan ketangguhan tim.
“Kami melakukan yang terbaik dan bermain dengan berani. Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan para pemain saya,” ujar Bubista. Ia juga memuji ketangguhan tim yang mampu menyamakan kedudukan dua kali selama pertandingan.
Berikut adalah daftar lengkap pemain yang turut serta dalam Piala Dunia 2026:
Daftar Pemain Timnas Cape Verde
Kiper
- Vozinha (Chaves)
- Marcio Rosa (Montana)
- CJ dos Santos (San Diego FC)
Bek
- Diney Borges (Al Bataeh)
- Sidny Cabral (Benfica)
- Logan Costa (Villarreal CF)
- Steven Moreira (Columbus Crew)
- Wagner Pina (Trabzonspor)
- Joao Paulo Fernandes (FCSB)
- Roberto “Pico” Lopes (Shamrock Rovers)
- Kelvin Pires (SJK Seinajoki)
- Ianique “Stopira” Tavares (Torreense)
Gelandang
- Telmo Arcanjo (Vitoria SC)
- Laros Duarte (Puskas Akademia)
- Deroy Duarte (Ludogorets Razgrad)
- Jamiro Monteiro (PEC Zwolle)
- Kevin Pina (Krasnodar)
- Yannick Semedo (Farense)
Penyerang
- Gilson Benchimol (Akron Toyatti)
- Jovane Cabral (Estrela da Amadora)
- Nuno da Costa (Istanbul Basaksehir)
- Dailon Livramento (Casa Pia)
- Ryan Mendes (Igdır)
- Garry Rodrigues (Apollon Limassol)
- Willy Semedo (Omonia Nicosia)
- Helio Varela (Maccabi Tel Aviv)
Di balik kisah kegagalan tersebut, terdapat cerita menarik tentang bagaimana Roberto “Pico” Lopes bergabung dengan Timnas Cape Verde. Berbeda dari pemain lain yang direkrut melalui agen atau langsung dari klubnya, Pico justru ditemukan melalui pesan di LinkedIn.
Pada tahun 2019, Pico bekerja sebagai penasihat hipotek di Dublin sambil bermain sepak bola secara paruh waktu di Liga Irlandia. Saat itu, ia menerima undangan dari pelatih Rui Aguas untuk bergabung dengan Timnas Cape Verde melalui aplikasi profesional tersebut. Namun, karena mengira pesan itu spam, Pico mengabaikannya selama 9 bulan.
Setelah menyadari bahwa pesan itu benar-benar dari Aguas, Pico langsung membalas. Ia mengaku merasa tidak sopan karena tidak segera merespons. Ia bahkan menggunakan Google Translate untuk memahami isi pesan tersebut. Setelah memahami maksudnya, Pico langsung menyampaikan kesediaannya untuk bergabung.
“Kami sedang mencari pemain baru untuk skuad Cape Verde, apakah kamu tertarik untuk membela Cape Verde?” tanya Aguas. Pico langsung menjawab dengan antusias, “Ya, 100 persen saya mau!”







