Prestasi Membanggakan Qari Kalimantan Timur di Kancah Internasional
Muhammad Murjani Alawi, seorang qari muda berbakat asal Bumi Etam, kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Ia berhasil menyabet gelar Juara I pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar Internasional yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sistem pembinaan Al-Qur’an di Kalimantan Timur telah berjalan dengan sangat tepat.
Prestasi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Provinsi Kaltim sekaligus Ketua Fraksi PKS, Firnadi Ikhsan. Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Muhammad Murjani, tetapi juga seluruh masyarakat Kalimantan Timur. “Ini adalah bukti sahih bahwa sistem pembinaan Al-Qur’an di Kaltim sudah berjalan di jalur yang benar,” ujarnya.
Firnadi menjelaskan bahwa peningkatan prestasi para qari asal Kaltim bukanlah sebuah kebetulan. Data Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim menunjukkan lompatan performa yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika dilihat dari tahun 1976 hingga 2023, Kaltim mencatatkan 45 prestasi di tingkat nasional. Namun, dalam waktu singkat yaitu 2024–2025, angka tersebut melonjak menjadi 71 prestasi nasional. Jumlah ini bahkan melebihi total raihan selama hampir lima dekade sebelumnya.
Tidak hanya di tingkat nasional, Kaltim juga semakin mengukir prestasi di tingkat internasional. Dari 4 penghargaan pada 2024, jumlahnya naik menjadi 11 penghargaan pada 2025, dan terus bertambah di tahun 2026 ini melalui kemenangan Muhammad Murjani di Malaysia.
“Data ini menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an di Kalimantan Timur berlangsung secara konsisten dan kualitasnya terus meningkat,” tambah Firnadi. Ia juga memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Pemprov Kaltim dinilai serius memperkuat ekosistem keagamaan melalui berbagai program nyata seperti pemberian insentif bagi guru mengaji, dukungan penuh terhadap pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta pembinaan intensif LPTQ di seluruh kabupaten/kota.
Firnadi menegaskan bahwa dukungan ini penting karena pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diukur dari kecerdasan, tetapi juga dari akhlak dan karakter.
Meski begitu, ia mengingatkan agar esensi MTQ tidak berhenti pada sekadar piala dan piagam penghargaan. “Yang lebih penting adalah menghadirkan masyarakat yang memiliki rasa takzim kepada Al-Qur’an, gemar membacanya, memahami kandungannya, lalu menjadikannya pedoman hidup,” imbuhnya.
Siap Jadi Tuan Rumah 2026
Dalam kesempatan yang sama, Firnadi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersiap menyambut dan menyemarakkan perhelatan MTQ Tingkat Provinsi Kaltim 2026. Gelaran bergengsi ini akan digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada pekan pertama November mendatang, yang sebelumnya akan didahului oleh seleksi tingkat kabupaten pada bulan September.
Sebagai wakil rakyat dari tanah Kutai, Firnadi mengaku sangat bangga wilayahnya didapuk menjadi tuan rumah. “Mari kita sukseskan MTQ ini, bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi sebagai momentum menghidupkan budaya membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat,” tuturnya.
Semangat membumikan Al-Qur’an ini juga diterapkan Firnadi dalam kehidupan pribadinya. Di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat, ia masih rutin mengaji. Hingga saat ini, Firnadi masih aktif sebagai santri yang menimba ilmu agama di kawasan Tenggarong.
Bagi dirinya, belajar tidak mengenal batasan status sosial maupun umur. “Belajar Al-Qur’an tidak mengenal usia maupun jabatan. Kita semua adalah pembelajar. Semoga MTQ nanti tidak hanya melahirkan juara baru, tetapi juga melahirkan semakin banyak keluarga Qur’ani di Kalimantan Timur,” pungkasnya.






