Mural “Malang The Glory Land” Dihiasi Tulisan Baru, Kecaman dan Permintaan Maaf
Mural yang bertuliskan “Malang The Glory Land” di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang, Jawa Timur, menjadi perhatian masyarakat setelah ditimpa tulisan baru berupa “Malang Menyala Bersama”. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (20/8/2026), dan menimbulkan reaksi luas dari warga serta ramai dibicarakan di media sosial.
Mural tersebut tidak hanya menjadi bagian dari seni kota Malang, tetapi juga memiliki makna historis. Karya yang telah menghiasi tembok Riche Heritage Hotel Kayutangan Malang ini sudah dikenal oleh masyarakat sejak sekitar satu dekade lalu. Diungkapkan bahwa mural ini dibuat oleh Aremania pada tahun 2016, dengan penggagasnya adalah almarhum Sam Nyek, salah satu tokoh Aremania yang dikenal kreatif.
Penimpaan mural ini dilakukan dalam rangka persiapan Festival Mbois yang akan digelar di Stadion Gajayana Malang pada 21-23 Agustus 2026. Namun, tindakan ini memicu kekecewaan dari banyak warga yang merasa mural tersebut ditimpa tanpa adanya komunikasi yang jelas dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatannya.
Tanggapan dari Panitia Festival Mbois
Dari akun Instagram @festivalmbois, panitia pelaksana menyampaikan permohonan maaf kepada warga Malang atas kasus penimpaan mural tersebut. Dadik, salah satu anggota panitia, mengatakan:
“Saya Dadik, saya meminta maaf kepada saudara-saudara di Malang. Saya gak tahu, saya tak belajar lagi dan beri saya waktu untuk berkomunikasi lagi dengan yang membuat mural kemarin.”
Hingga berita ini dimuat, mural bertuliskan “Malang Menyala Bersama” masih terpampang dan menutupi mural “Malang The Glory Land”.
Kecaman dan Penolakan dari Aremania
Koordinator Presidium Aremania, Ali Rifki, melalui akun pribadinya di Instagram juga mempertanyakan alasan penimpaan mural tersebut. Ia berjanji untuk merawat mural “Malang The Glory Land” sebagai hasil karya dan perjuangan almarhum Sam Nyek untuk Malang dan Arema.
“Sam Nyek, akan kami rawat peninggalanmu, akan selalu kami ingat bahwa MTGL adalah hasil karya dan dedikasi perjuanganmu bersama kawan-kawan This Is Arema,” tulis Ali Rifki.
“Izin kami tetap mempertahankan hasil karyamu,” tambahnya.
Rencana Aremania untuk Menggambar Ulang Mural
Dari informasi yang diterima oleh Tribun Madura Network, rencananya Aremania secara kolektif akan menggambar kembali mural Malang The Glory Land tersebut pada malam ini, Kamis (20/8/2026). Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga warisan seni yang telah menjadi bagian dari identitas kota Malang.
Permasalahan yang Muncul
Banyak warga yang mengaku kecewa karena penimpaan mural dilakukan tanpa komunikasi yang jelas. Mereka merasa bahwa mural tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, sehingga perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum diubah atau ditimpa.
Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi antara penyelenggara acara dan komunitas lokal yang memiliki hubungan emosional dengan karya seni tertentu. Tidak hanya itu, hal ini juga menjadi pelajaran bagi pihak-pihak yang ingin mengadakan event besar di kota Malang, agar lebih memperhatikan aspek seni dan budaya setempat.






