Penangkapan Pelaku Begal yang Menewaskan Adinda Dhea
Satu pelaku begal yang menewaskan Adinda Dhea Fiji Lestari (21) di Jalan Jendral Satibi Darwis, Kertapati, Palembang, yakni Alim Munandar (28), berhasil ditangkap oleh Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang. Aksi kekerasan ini terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.
Pihak kepolisian memimpin penangkapan Alim Munandar dengan dipimpin Kanit Ranmor Iptu Jhoni Palapa dan Kasubnit Opsnal Ranmor Ipda Iwan Tewok. Meskipun satu pelaku sudah tertangkap, ayah korban, Asyiri, meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelaku lain yang masih buron.
Detik-Detik Terakhir Komunikasi dengan Putrinya
Asyiri mengungkapkan bahwa dia sempat menelepon Adinda sekitar pukul 02.00 WIB, namun telepon hanya berbunyi dan kemudian mati. Ia merasa curiga dan gelisah karena tidak ada jawaban dari putrinya. Hal ini membuatnya tidak bisa tidur selama semalaman hingga kejadian itu terjadi.
Menurut Asyiri, kejadian tersebut terjadi di dekat Rotari, tidak jauh dari lokasi kejadian. Polisi datang ke rumahnya sekitar pukul 03.30 WIB subuh dari Tabes Polsek Kertapati.
Perasaan Keluarga Saat Mengetahui Anak Mengalami Insiden
Keluarga langsung pergi ke rumah sakit bersama anggota kepolisian setelah menerima kabar tentang keadaan Adinda. Saat diberitahu oleh polisi, Asyiri mengaku kaget dan terkejut. Di Forensik, kondisi putrinya sangat memprihatinkan: kepala benjol, ada lubang, sinar mata memar, mulut bebuih, dan darah masih banyak di wajahnya.
Asyiri menyatakan bahwa sebagai orang tua, ia sangat sedih dan ingin bisa menukar nyawanya sendiri agar putrinya hidup. Ia juga mengecam aksi begal yang tidak hanya mencuri motor, tetapi juga mengambil nyawa.
Keseharian Adinda
Menurut Asyiri, keseharian Adinda selalu sederhana. Setelah pulang kerja, ia hanya melakukan pembersihan di rumah. Ia tidak pernah neko-neko dan selalu nurut. Ketika pergi kerja, Adinda selalu berdandan dan pamit kepada orang tuanya. Ia juga selalu memberi pesan untuk hati-hati saat berkendara.
Harapan Keluarga terhadap Pelaku
Asyiri berharap pelaku yang sudah tertangkap dihukum sesuai dengan kesalahannya. Ia menegaskan bahwa jika anaknya meninggal, pelaku harus menerima hukuman yang setimpal. Ia juga meminta petugas untuk menangkap pelaku lain yang masih buron.
Ia tidak percaya bahwa pelaku hanya dua orang. Menurutnya, Adinda cukup kuat karena pernah belajar Taekwondo saat SMP. Ia yakin bahwa pelaku tidak hanya berdua dan mereka membawa pisau. Asyiri meminta polisi untuk betul-betul mencari pelaku yang masih buron, karena menurutnya pelaku tidak mungkin keluar kota.
Kesimpulan
Kasus begal yang menewaskan Adinda Dhea Fiji Lestari menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada. Keluarga korban berharap keadilan segera ditegakkan dan pelaku yang masih buron dapat segera ditangkap. Dengan adanya penangkapan satu pelaku, harapan besar terletak pada pengusutan tuntas oleh pihak berwajib.





