Ringkasan Berita:
- Banyak orang tua yang bertanya tentang jalur Angkutan Pelajar gratis di Kota Malang
- Perlu ada sosialisasi kebijakan tersebut agar masyarakat lebih tahu mengenai rute dan cara mengaksesnya
- Saat pulang sekolah pun, tidak banyak murid yang naik Angkutan Pelajar gratis karena jam pulang sekolah berbeda dengan jadwal penjemputan
Infomalangraya.com, KOTA MALANG – Kehadiran Angkutan Pelajar gratis disambut positif oleh pelajar di Kota Malang, Senin (31/8/2026).
Di hari pertama beroperasi, masih ada beberapa pelajar yang belum tahu tentang angkutan pelajar tersebut.
Aura Julia, pelajar SMKN 2 Kota Malang mengatakan bahwa ia mengetahui program angkutan pelajar dari media sosial.
Namun, Aura belum pernah mencoba angkutan pelajar tersebut.
“Tadi pagi ada di TikTok informasi soal angkutan pelajar itu, tapi saya belum pernah mencoba,” ujar Aulia saat ditemui Infomalangraya.comdi sekolahnya pada jam pulang sekolah, Senin (31/8/2026).
Aura berpendapat, angkutan pelajar gratis akan sangat membantu pelajar.
Saat ini, menurutnya, banyak pelajar yang menggunakan kendaraan pribadi untuk ke sekolah.
“Saya juga naik sepeda motor sendiri,” paparnya.
Aura ingin mencoba angkutan pelajar gratis. Sejauh ini, ia hanya sebatas melihat adanya angkutan pelajar gratis yang datang ke sekolah.
“Tadi pagi saya tidak naik, tapi saya ingin naik,” ungkapnya.
Aura tinggal di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Cukup sulit baginya mengakses angkutan pelajar gratis karena tidak ada titik penjemputan di wilayah Kabupaten Malang.
“Kalau ada temannya naik, saya mau naik. Apalagi gratis,” kata Aura.
Selain bisa mengurangi jumlah pelajar yang menggunakan kendaraan pribadi, kehadiran angkutan pelajar gratis ia nilai dapat menghemat uang saku pelajar.
Sejauh ini, ketika menggunakan kendaraan pribadi, maka uang saku sering juga digunakan untuk membeli bahan bakar minyak.
“Kan gratis, jadi sangat membantu sekali. Saya tinggal di Pakisaji, jadi bagaimana ya kalau mau naik?” terangnya.
Soecipto, petugas keamanan di SMKN 2 Kota Malang menceritakan bahwa banyak orang tua yang bertanya kepadanya tentang jalur Angkutan Pelajar gratis.
Ia mengatakan, orang tua cukup antusias menyertakan anak-anaknya ikut angkutan pelajar gratis.
“Saya ini kan yang menyeberangkan anak-anak, jadi bertemu juga dengan orang tua. Banyak yang tanya jalurnya kemana saja,” kata Soecipto.
Soecipto tidak bisa menjelaskan tentang rute angkutan pelajar gratis. Ia belum mengetahui informasi program angkutan pelajar gratis secara penuh.
“Namun yang saya dengan, jalurnya masih sama seperti bus sekolah dulu,” kata Soecipto.
Saat pulang sekolah pun, tidak banyak murid yang naik Angkutan Pelajar gratis karena jam pulang sekolah berbeda dengan jadwal penjemputan.
“Tadi itu ada angkutan ADL datang, tapi anak-anak sudah pada pulang. Hanya ada satu saja tadi yang naik angkutan itu,” paparnya.
Namun Soecipto menilai hal tersebut wajar karena program angkutan pelajar gratis baru beroperasi di hari pertama.
Menurutnya, perlu ada sosialisasi kebijakan tersebut agar masyarakat lebih tahu mengenai rute dan cara mengaksesnya.




