Infomalangraya.comRico Salmela harus merasakan kecewa setelah dirinya gagal membawa pulang poin dan meraih hasil buruk pada Moto3 Aragon 2026.
Langkah awal yang baik yang sebelumnya dibangun Salmela sejak hari pertama Moto3 Aragon 2026 tidak bisa dituntaskan dengan raut menggembirakan.
Andalan Red Bull KTM Tech3 tersebut sejatinya memiliki modal baik untuk bersaing di barisan depan dalam balapan di MotorLand Aragon, Spanyol itu.
Start dari posisi ke-12, salah satu rookie atau pendatang baru Moto3 2026 itu sempat menggebrak meramaikan persaingan di barisan depan.
Bagaimana tidak? Salmela tercatat menduduki posisi terbaik di GP Aragon dengan berada di urutan kelima sebelum perlahan-lahan mengalami penurunan.
Petaka terjadi di lap 17 atau lap terakhir lomba di mana rider asal Finlandia itu mengalami crash ketika berada di posisi ketujuh.
Salmela terjatuh karena kontak dengan rekan setimnya Valentin Perrone di tikungan 7 sebelum bangkit dan merampungkan balapan di posisi ke-22.
Hasil ini jelas menghadirkan kerugian bagi Salmela karena dia masih tertahan di peringkat keempat klasemen rookie Moto3 2026 dengan 60 poin.
Catatan ini menjadi pukulan bagi Salmela meski dia mengaku telah bekerja dengan baik sepanjang akhir pekan GP Aragon melalui penampilan kompetitif.
Dia juga menilai memiliki ritme yang cukup mumpuni untuk tetap berada di barisan depan walau perlahan kesulitan mengimbangi para rival.
“Perasaan dengan motor sangat bagus dan kami melakukan pekerjaan yang baik sepanjang akhir pekan ini,” kata Salmela, dilansir dari KTM Tech3.
“Kami berada di posisi ke-2 atau ke-4 di sebagian besar sesi, jadi finis di dekat puncak setiap kali, ritme kami sangat bagus hari ini.”
“Selama balapan saya merasa sangat baik tetapi ada banyak pertarungan dengan beberapa pembalap,” tuturnya menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, Salmela tidak bisa berkata-kata dengan insiden crash yang dia alami pada akhir lomba.
“Tidak mudah untuk melakukan hal saya sendiri, dan saya tidak bisa melepaskan diri dari mereka, itu sedikit merugikan kami,” ucap Salmela menjelaskan.
“Sangat mengecewakan bagaimana balapan berakhir, tidak banyak lagi yang bisa dikatakan tentang itu.”
“Mari terus bekerja untuk Misano dan berharap balapan akan sedikit lebih bersih di masa depan,” tuturnya menambahkan.
Gestur dari Salmela tersebut seperti membuatnya kena batunya usai mengaku menjadi rookie terbaik ketika mengaspal di GP Inggris.
Dalam balapan di Sirkuit Silverstone tersebut, Salmela menjadi rookie yang meraih posisi finis terbaik dengan berada di urutan ketujuh.
Posisi tersebut membuatnya berada dua setrip di atas pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama yang saat itu harus bekerja keras menembus 10 besar.
Andalan Honda Team Asia itu menjadi rookie kedua yang meraih hasil terbaik setelah Brian Uriarte (KTM Ajo) dan Hakim Danish (MSI Racing) mengalami crash.
“Ini adalah trek baru bagi saya dan tata letaknya sangat sulit untuk dipelajari,” ucap Salmela menjelaskan.
“Kami lolos kualifikasi di posisi ke-19, yang membuat hidup saya jauh lebih sulit,” tuturnya menambahkan.
Dengan keberhasilan menyusul 12 pembalap, termasuk Veda, Salmela tak segan mengakui dirinya sebagai rookie terbaik pada Moto3 Inggris 2026.
“Dalam balapan, saya tidak melakukan lap pertama dengan baik sehingga saya harus berjuang cukup keras untuk mengejar ketertinggalan,” ucap Salmela usai GP Inggris.
“Tapi saya memberikan yang terbaik dan akhirnya kami sampai di posisi ke-7, saya naik 12 posisi dalam balapan dan finis sebagai rookie terbaik,” imbuhnya.





