Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ada tren baru di Basha – Paradis Surabaya, produk pria hingga apparel olahraga makin banyak

    3 September 2026

    Estafet Tunas Kelapa 2026 dimulai dari Blora, pasukan pramuka tempuh 50 kilometer

    2 September 2026

    Dari mantan pemain hingga pelatih, Mellyani antar Smansa Malang tembus playoff DBL East Java-South

    2 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 3 September 2026
    Trending
    • Ada tren baru di Basha – Paradis Surabaya, produk pria hingga apparel olahraga makin banyak
    • Estafet Tunas Kelapa 2026 dimulai dari Blora, pasukan pramuka tempuh 50 kilometer
    • Dari mantan pemain hingga pelatih, Mellyani antar Smansa Malang tembus playoff DBL East Java-South
    • Marquez mengaku susah payah kalahkan Acosta yang akan jadi rekan setimnya musim depan
    • Elektro Expo 2026 Polines dorong generasi muda berkompetisi dan berinovasi
    • Tri Adhianto tegaskan penataan wisata air Kalimalang berlanjut, hadirkan nuansa Bali hingga Islami
    • Revolusi Piring Muda: Saat Pangan Lokal dan Nutrisi Berpadu di Meja Makan
    • Alex Martins masih cedera, masalah lini depan Persebaya jadi tantangan Bernardo Tavares
    • Audit mandiri kelompok muda tunjukkan ruang publik Jakarta dikepung iklan rokok
    • Teriak rookie terbaik dibanding Veda di Silverstone, andalan Red Bull KTM Tech3 seperti kena batunya di Aragon
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Uncategorized»Marquez mengaku susah payah kalahkan Acosta yang akan jadi rekan setimnya musim depan

    Marquez mengaku susah payah kalahkan Acosta yang akan jadi rekan setimnya musim depan

    adm_imradm_imr2 September 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Infomalangraya.comPembalap Ducati, Marc Marquez, harus berjuang keras untuk mengalahkan Pedro Acosta (Red Bull KTM) pada MotoGP Aragon 2026 di Sirkuit MotorLand, Aragon, Spanyol, 30 Agustus.

    Sang juara bertahan menyoroti pergantian generasi yang akan diwakili oleh rekan setim barunya pada MotoGP nanti.

    Marquez menegaskan bahwa ia menikmati setiap kemenangan seolah-olah itu adalah yang terakhir baginya.

    Marquez tetap tak terkalahkan sebagai pembalap Ducati di Aragon. Dia melanjutkan rekor kemenangan yang pernah ia torehkan pada musim 2014-2015 di MotorLand akhir pekan lalu.

    Dia meraih kemenangan ganda pada balapan sprint dan balapan utama serta mengamankan 37 poin yang sejak lama ia incar di rumah sendiri.

    Sirkuit MotorLand, Aragon adalah lintasan yang sangat cocok untuk gaya balap agresif. Namun, perjuangan kali ini terbukti jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya.

    Alasannya, Marquez harus menghadapi sosok Pedro Acosta (Red Bull KTM) yang gigih.

    Acosta adalah pembalap yang kelak akan menjadi rekan setimnya pada MotoGP 2027.

    Meski Marco Bezzecchi sempat memimpin pada awal balapan utama MotoGP Aragon, situasi berubah setelah kedua pembalap Spanyol itu menyalip sang pembalap Italia lewat manuver agresif di tikungan terakhir yang kemudian viral.

    Setelah itu, Acosta mencatatkan kecepatan yang sangat impresif, sementara rekan-rekan setimnya justru tertinggal jauh di posisi belakang.

    Acosta mengerahkan seluruh kemampuannya dan terus menempel ketat pembalap bernomor #93 itu sepanjang sebagian besar jalannya balapan.

    Marquez harus berjuang keras hingga akhirnya mampu menjauh pada lap-lap terakhir dengan mengerahkan sisa-sisa tenaganya.

    Saat mengulas kemenangan usai balapan hari Minggu, sang juara asal Cervera itu terutama mensyukuri perolehan 37 poin dari seri Grand Prix yang telah ia tandai secara khusus dalam kalendernya.

    Meski demikian, ia juga mengakui bahwa hari itu tidak berjalan sempurna karena ia gagal melakukan start dengan baik sehingga taktik yang ia terapkan seperti saat Sprint race untuk langsung memimpin di tikungan pertama tidak membuahkan hasil.

    “Kita bisa saja melakukan kesalahan karena kita manusia. Dalam balapan ini, saya hampir melakukan kesalahan fatal di beberapa tikungan awal karena membiarkan perangkat pengatur ketinggian bagian belakang (rear height adjustment device) tetap aktif,” kata Marquez dilansir dari MotoSport Espana.

    “Saya melahap seluruh sektor pertama dengan posisi bagian belakang motor yang rendah, dan kami kehilangan posisi.”

    “Hal itu sedikit menyulitkan jalannya balapan. Namun, saya sudah mengatakan pada Kamis bahwa jika kami ingin memiliki peluang sekecil apa pun untuk bersaing memperebutkan Kejuaraan Dunia, strateginya adalah memaksimalkan potensi di sirkuit yang cocok dengan karakter kami.”

    “Setidaknya mendekati batas maksimal tersebut. Dan akhir pekan ini, kami berhasil meraih 37 poin itu,” ujarnya.

    “Saat melihat Pedro Acosta tepat di belakang saya pada lap kedua, saya tahu dialah pembalap yang harus dikalahkan pada hari Minggu. Dia akhirnya menjadi yang tercepat di sesi sprint maupun pemanasan dengan menggunakan ban bekas.”

    “Jadi, saya tahu dia akan terus menempel ketat di belakang saya hampir sepanjang balapan. Namun, saya sengaja menyimpan cadangan kecepatan sekitar tiga atau empat persepuluh detik untuk fase akhir balapan.”

    Saat ditanya bagaimana ia merayakan kemenangan seperti yang diraihnya di Aragon, Márquez mengakui bahwa caranya merayakan kini berbeda dibandingkan sebelumnya, terutama karena ia kerap bertanya-tanya apakah kemenangan tersebut akan menjadi yang terakhir baginya.

    Dia bahkan berbicara lebih terbuka dari biasanya mengenai pentingnya menikmati momen kejayaan.

    “Saya merayakan kemenangan-kemenangan ini dengan cara yang berbeda. Saat meraih kemenangan pertama, kita merayakannya dengan antusiasme tinggi justru karena itu adalah yang pertama,” tutur Marquez.

    “Di pertengahan karier, ada masa di mana kita tidak lagi menikmatinya sebesar dulu. Kini, saya selalu berpikir apakah ini akan menjadi kemenangan terakhir saya.”

    “Begitulah kenyataannya. Kita harus menikmati momen-momen ini dan menjalaninya sepenuhnya, karena suatu hari nanti kita pasti akan merindukannya.”

    Duel melawan Acosta di lintasan Teruel dianggap banyak pihak sebagai gambaran awal persaingan musim 2027, saat keduanya akan berada dalam satu tim yang sama.

    Saat dimintai tanggapan mengenai sosok berjuluk ‘Shark of Mazarrón’ (Hiu dari Mazarrón) itu, Marquez sudah menyiapkan diri.

    “Akan tiba saatnya nanti ketika kami menjadi rekan setim untuk membahas hal itu. Namun, pergantian generasi adalah sesuatu yang tak terelakkan,” aku Marquez.

    Marquez juga menjelaskan apa yang terlintas di benak seseorang pada momen-momen seperti saat terjadi benturan hebat dalam posisi berdampingan dengan Bezzecchi di lintasan lurus belakang.

    “Pada saat itu, dalam kecepatan 300 kilometer per jam, Anda tidak memikirkan ibu, ayah, kekasih, ataupun anjing Anda,” ucap Marquez.

    “Satu-satunya hal yang Anda pikirkan adalah siapa yang akan memotong jalur paling akhir. Itu adalah lonjakan adrenalin, situasi yang menuntut pembalap untuk bertindak ‘gila’ namun tetap terkendali.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ada tren baru di Basha – Paradis Surabaya, produk pria hingga apparel olahraga makin banyak

    By adm_imr3 September 20260 Views

    Dari mantan pemain hingga pelatih, Mellyani antar Smansa Malang tembus playoff DBL East Java-South

    By adm_imr2 September 20261 Views

    Estafet Tunas Kelapa 2026 dimulai dari Blora, pasukan pramuka tempuh 50 kilometer

    By adm_imr2 September 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ada tren baru di Basha – Paradis Surabaya, produk pria hingga apparel olahraga makin banyak

    3 September 2026

    Estafet Tunas Kelapa 2026 dimulai dari Blora, pasukan pramuka tempuh 50 kilometer

    2 September 2026

    Dari mantan pemain hingga pelatih, Mellyani antar Smansa Malang tembus playoff DBL East Java-South

    2 September 2026

    Marquez mengaku susah payah kalahkan Acosta yang akan jadi rekan setimnya musim depan

    2 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?