Indramayu, Infomalangraya.com
Sebuah usaha yang dimulai dari nol membutuhkan keberanian, ketekunan, dan konsistensi untuk bisa bertahan di tengah berbagai tantangan. Hal ini pula yang dilalui oleh Nurmala Mulia Utami, seorang pengusaha muda yang sedang merintis bisnis cokelat karakter dan cokelat custom.
Usaha yang diberi nama “Almasia Chocolate” ini dimulai dari dapur kecil di rumahnya di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, sejak tahun 2022. Awal mula ide tersebut berasal dari pengalamannya pada tahun 2017 saat membeli cokelat karakter di Cirebon. Dari situ, ia terinspirasi untuk menciptakan produk serupa di daerah asalnya, Indramayu.
Dengan semangat dan kreativitas, Nurmala memulai langkah pertamanya sebagai seorang pengusaha. Seiring waktu, bisnisnya mulai berkembang dan pesanan datang dari berbagai wilayah. Menurutnya, produk yang paling laris adalah cokelat box custom, yang sering digunakan untuk momen spesial seperti ulang tahun, pernikahan, atau acara tertentu. Sementara itu, cokelat karakter menjadi pilihan utama sebagai souvenir, terutama untuk perayaan Hari Guru atau acara seremonial lainnya.
“Cokelat custom memiliki ukuran yang lebih besar, cocok untuk dinikmati bersama. Sementara cokelat karakter memiliki bentuk yang unik dan lebih pas sebagai hadiah atau souvenir,” jelas Nurmala.
Selain fokus pada produk utama, Nurmala juga mencoba inovasi dengan menghadirkan varian rasa mangga. Ia ingin menggabungkan citarasa mangga, yang menjadi identitas Kabupaten Indramayu, dengan cokelat buatannya. Harapannya, cokelat ini bisa menjadi salah satu oleh-oleh khas daerah.
“Saya optimistis, perpaduan antara cokelat dan rasa mangga akan menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Selain itu, Nurmala memiliki cita-cita untuk merekrut karyawan melalui bisnisnya ini. Ia berharap Almasia Chocolate bisa semakin besar dan dikenal luas, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi warga sekitar dalam hal ekonomi.
“Saya ingin warga sekitar bisa ikut terlibat dan bekerja bersama. Selain itu, saya berharap cokelat ini bisa menjadi identitas Indramayu, misalnya sebagai oleh-oleh khas daerah,” tambahnya.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispara) Kabupaten Indramayu, Imam Mahdi, menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Pemerintah daerah sangat mendukung tumbuh kembang pelaku ekonomi kreatif.
Imam menjelaskan bahwa dukungan diberikan melalui berbagai cara, seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui bimbingan teknis dan pelatihan. Selain itu, pemerintah juga melakukan monitoring rutin dan evaluasi agar produk selalu berkembang.
Pelaku ekraf juga dilibatkan dalam kegiatan promosi, baik lokal maupun nasional. Mereka difasilitasi dalam pengurusan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta diikutsertakan dalam lomba-lomba sesuai bidangnya.
Pemda Indramayu juga memiliki program car free night (CFN) dan car free day (CFD). Pihaknya mempersilakan para pelaku kreatif memanfaatkan program tersebut untuk mempromosikan produk mereka.
“Pemerintah juga berupaya menyelenggarakan event lokal dan nasional guna memberikan kesempatan pelaku ekraf mempromosikan produknya. Event-event lokal seperti CFD dan CFN secara kontinu,” jelas Imam.







