Dosen UIN Alauddin Makassar Luluskan Doktor dengan Penelitian Fisika Bangunan
Seorang dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Mutmainnah, berhasil meraih gelar Doktor (PhD) dari Eindhoven University of Technology (TU/e), Belanda, pada bidang Building Physics atau Fisika Bangunan. Gelar ini diraihnya setelah mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor (PhD Defense) yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026.
Disertasi yang dipertahankannya berjudul “Ceiling and Attic Ventilation to Improve the Indoor Thermal Environment of Residential Buildings in Hot-Humid Climates”. Penelitian ini membahas strategi peningkatan kenyamanan termal hunian di wilayah beriklim tropis lembap melalui pendekatan ventilasi pasif.
Mutmainnah, dosen Program Studi Arsitektur, menjelaskan bahwa penelitian ini bermula dari realitas kehidupan manusia modern yang sebagian besar berlangsung di dalam ruangan. Ia menyebutkan bahwa sekitar 90 persen aktivitas manusia terjadi di dalam ruangan, sehingga kenyamanan termal sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup.
Di negara beriklim tropis lembap seperti Indonesia, ketergantungan pada pendingin udara berdampak langsung pada tingginya konsumsi energi rumah tangga. Namun, tidak semua masyarakat memiliki akses terhadap penggunaan AC. Oleh karena itu, ia menawarkan solusi desain berbasis ventilasi pasif, seperti penggunaan plafon berperforasi dan ventilasi loteng (attic ventilation), yang terbukti mampu meningkatkan kenyamanan termal ruang dalam sekaligus menekan kebutuhan energi.
Metode Penelitian yang Komprehensif
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan komprehensif melalui tiga metode pemodelan, yakni:
- Pengujian eksperimental menggunakan Atmospheric Boundary Layer Wind Tunnel
- Simulasi numerik Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan ANSYS Fluent
- Analisis kinerja energi bangunan melalui Building Energy Simulation (BES) menggunakan perangkat lunak EnergyPlus
Model bangunan yang diteliti merepresentasikan hunian di iklim tropis lembap, khususnya Indonesia, dengan data cuaca mengacu pada kondisi Kota Makassar. Studi ini tercatat sebagai penelitian pertama yang menggunakan model bangunan realistis lengkap dengan atap pelana, bukaan, plafon, dan partisi internal dalam pengujian wind tunnel, berbeda dengan riset sebelumnya yang umumnya menggunakan model bangunan sederhana.
Tim Penguji Internasional
Sidang doktor ini melibatkan tim penguji internasional dari berbagai negara, antara lain:
- Prof. dr. ir. P.J.V. van Wesemael dan Prof. dr. ir. J.L.M. Hensen dari TU/e Belanda
- Prof. dr. W. Liu dari Tianjin University, China
- Prof. dr. ir. L. Georges dari Norwegian University of Science and Technology, Norwegia
Disertasi Mutmainnah juga dibimbing oleh Prof. dr. ir. Twan van Hooff sebagai promotor dengan Dr. ir. Stefanie Gillmeier sebagai ko-promotor.
Apresiasi dari Para Penguji
Para penguji memberikan apresiasi tinggi terhadap disertasi tersebut. Mereka menilai penelitian Mutmainnah berhasil mengintegrasikan tiga metode analisis wind tunnel, CFD, dan BES yang masih jarang dilakukan dalam satu studi terpadu. Riset ini dinilai memberikan kontribusi penting dalam pemahaman aliran ventilasi silang, menyediakan basis data validasi CFD, serta menghadirkan rekomendasi desain hunian terjangkau yang adaptif terhadap iklim tropis lembap.
Publikasi dan Presentasi Internasional
Hasil penelitian Mutmainnah telah dipublikasikan dalam tiga jurnal internasional bereputasi dengan indeks Scopus Q1, yakni Journal of Wind Engineering and Industrial Aerodynamics serta Building and Environment. Selain itu, riset tersebut telah dipresentasikan dalam berbagai konferensi internasional di Prancis, Kanada, dan Swedia, serta dijadwalkan tampil pada Indoor Air Conference di Singapura pada Juni 2026.







