Kedekatan Kapal Induk AS dengan Wilayah Iran
Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln dilaporkan semakin dekat dengan wilayah Iran. Pada saat yang sama, jenderal-jenderal AS dan Israel sedang mengadakan pertemuan untuk membahas rencana serangan terhadap negara tersebut.
Menurut laporan dari Aljazirah pada hari Ahad, seorang pejabat Angkatan Laut AS menyatakan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln dan tiga kapal perusaknya telah tiba di Samudera Hindia dari Laut Cina Selatan dan kini sedang dalam perjalanan menuju Laut Arab. Pejabat tersebut menambahkan bahwa kapal induk tersebut akan bergabung dengan kapal perusak yang sudah ditempatkan di Teluk.
Kelompok kapal induk ini mencakup sekitar 5.000 pelaut dan marinir, serta skuadron jet tempur, helikopter, dan pesawat serang elektronik, seperti yang dilaporkan oleh CBS News. Presiden AS Donald Trump juga mengonfirmasi pada Kamis bahwa “sejumlah besar kapal bergerak menuju Timur Tengah untuk mengantisipasi keadaan darurat apa pun,” sambil menegaskan bahwa Washington sedang memantau situasi di Iran secara cermat.
Sementara itu, Komando Pusat AS mengumumkan kehadiran jet tempur F-15E Strike Eagle di wilayah tersebut untuk meningkatkan kesiapan. Pergerakan logistik ini mirip dengan apa yang terjadi tahun lalu ketika sistem rudal Patriot dipindahkan ke wilayah tersebut menjelang pemboman terhadap tiga situs nuklir Iran.

Peta pergerakan armada Angkatan Laut AS, USS Abraham Lincoln dari Laut Cina Selatan menuju Laut Arab sepanjang Januari 2026. – (X)
Menurut laporan Times of Israel, Komandan Komando Pusat Amerika Serikat Laksamana Brad Cooper berada di Israel pada Sabtu untuk bertemu dengan para pejabat senior. Cooper bertemu dengan Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir di markas militer Kirya di Tel Aviv. Kepala Direktorat Intelijen Mayjen Shlomi Binder dan Kepala Direktorat Operasi Mayjen Itzik Cohen juga turut serta dalam pertemuan dengan para panglima militer.
Dalam pernyataan pada Ahad, IDF mengatakan pertemuan hari Sabtu antara Cooper, Zamir, dan perwira tinggi militer Israel lainnya meningkatkan “hubungan strategis yang erat” antara kedua pihak.
Namun, surat kabar Haaretz mengutip sumber yang mengatakan bahwa kunjungan Panglima Komando Pusat itu bertujuan untuk berkoordinasi dalam mengantisipasi kemungkinan serangan terhadap Iran. Channel 12 Israel melaporkan bahwa kunjungan itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran di Israel bahwa Iran mungkin melakukan “serangan pendahuluan”.
Perubahan Rute Penerbangan Akibat Ketegangan
Ketegangan yang meningkat telah menyebabkan maskapai penerbangan global mengubah rute mereka. Maskapai Belanda KLM dan Lufthansa mengumumkan bahwa mereka akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak. Finnair dan Wizz Air juga mengubah rute penerbangannya ke Dubai dan Abu Dhabi melewati Arab Saudi, sejalan dengan rekomendasi regulator penerbangan Uni Eropa untuk menjauhi zona potensi konflik.
Tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya Israel meningkat terhadap Teheran sejak demonstrasi rakyat meletus di Iran pada akhir Desember, sebagai bentuk protes terhadap memburuknya kondisi ekonomi yang dipicu sanksi menahun Barat. Sebagai tanggapan, Teheran menuduh Washington berusaha – melalui sanksi, tekanan, menghasut kerusuhan, dan menyebarkan kekacauan – untuk menciptakan dalih bagi intervensi militer dan penggulingan rezim.
Peringatan Iran terhadap Tindakan Permusuhan
Iran telah memperingatkan bahwa setiap tindakan permusuhan terhadap negara itu akan ditanggapi dengan respons luas yang menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut. Ini disampaikan di tengah meningkatnya penumpukan militer AS di Timur Tengah dan ketakutan akan konfrontasi terbuka.
Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Aljazirah pada Jumat bahwa “setiap serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai tindakan perang terhadap Iran dan kami akan meresponsnya dengan tepat.” Ia menekankan bahwa “Iran sepenuhnya siap dan akan menggunakan semua kemampuannya untuk menghadapi agresi apa pun.”







