Perundingan Nuklir Iran dan AS di Oman
Negara-negara Teluk kini sedang memperhatikan dengan cermat perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Oman. Perundingan ini menandai langkah penting dalam upaya mencapai kesepakatan yang bisa mengurangi ketegangan antara kedua negara tersebut.
Perundingan ini terjadi setelah beberapa bulan ketegangan meningkat, terutama setelah serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran dalam konflik Iran-Israel pada Juni 2025. Dalam konteks ini, Oman berperan sebagai mediator, seperti yang dilakukannya sebelumnya dalam negosiasi nuklir antara Iran dan AS pada 2025.
Dari pihak AS, utusan khusus Steve Witkoff akan mewakili negara tersebut, sementara menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, turut serta dalam perjalanan ke Timur Tengah. Sementara itu, dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi bersama sejumlah diplomat tiba di Oman pada Senin malam.
Araghchi menyatakan bahwa Iran masuk ke dalam diplomasi dengan mata terbuka dan ingatan yang utuh atas situasi satu tahun terakhir. Ia menekankan bahwa prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan kepentingan bersama adalah dasar dari kesepakatan yang berkelanjutan.

Tujuan Perundingan
Tujuan utama dari perundingan ini adalah untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengendalikan program nuklir Iran. Namun, ada beberapa isu yang ingin dibahas, termasuk jangkauan rudal balistik Iran, dukungan mereka terhadap organisasi teroris di kawasan, serta perlakuan terhadap rakyat mereka sendiri.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran siap membela diri dari “tuntutan berlebihan” AS. Teheran akan menggunakan jalur diplomasi untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Di sisi lain, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut bahwa Presiden AS memiliki banyak pilihan selain diplomasi.
Trump sendiri menyatakan bahwa jika tidak ada kesepakatan, maka “hal-hal buruk” bisa terjadi. Pejabat AS, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, percaya bahwa pemerintahan teokratis Iran kini berada pada titik terlemahnya sejak Revolusi Islam 1979. Hal ini merujuk pada gelombang protes nasional yang disebut tantangan terbesar bagi kekuasaan Ayatollah Ali Khamenei.
Keberhasilan Perundingan
Rencana yang ditawarkan oleh diplomat dari Mesir, Turki, dan Qatar kepada Iran mencakup penghentian pengayaan uranium selama tiga tahun, pengiriman uranium dengan tingkat pengayaan tinggi ke luar negeri, serta komitmen “tidak memulai penggunaan rudal balistik”.
Namun, masih belum jelas sejauh mana Iran bersedia bernegosiasi dalam perundingan ini. Teheran menegaskan bahwa pembahasan hanya akan berfokus pada program nuklirnya. Namun, para diplomat telah menawarkan proposal tersebut sebagai langkah awal menuju kesepakatan.
Kekhawatiran Negara-Negara Teluk
Di sisi lain, Cina menyatakan dukungannya terhadap upaya Iran dalam mempertahankan kepentingannya serta menentang “perundungan sepihak” oleh AS. Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang berbicara di Doha, Qatar, mendesak pimpinan Iran untuk “benar-benar memasuki perundingan”, seraya menyatakan adanya “kekhawatiran besar terhadap eskalasi militer di kawasan”.
Negara-negara Arab di kawasan Teluk khawatir bahwa serangan terhadap Iran dapat memicu perang regional yang menyeret mereka. Pasalnya, pasukan AS telah menembak jatuh sebuah drone Iran di dekat USS Abraham Lincoln, sementara Iran juga sempat mencoba menghentikan kapal berbendera AS di Selat Hormuz.
Imbauan bagi Warga AS
Kedutaan Virtual AS di Teheran mengimbau warga negara AS untuk segera meninggalkan Iran. Mereka diminta bersiap menghadapi gangguan internet yang berkelanjutan, merencanakan alternatif komunikasi, dan jika memungkinkan serta aman, mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki.
Pemerintah AS juga menyarankan warga berkewarganegaraan ganda AS–Iran untuk meninggalkan Iran menggunakan paspor Iran. Bagi mereka yang tidak dapat keluar, disarankan untuk “mencari lokasi aman” di rumah masing-masing atau bangunan lain yang aman, serta memastikan ketersediaan air, makanan, dan obat-obatan. Warga juga diminta menghindari demonstrasi.







