Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Distraksi Digital

    11 Februari 2026

    Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini: Lokasi Terbaru 9 Februari 2026

    11 Februari 2026

    Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?

    11 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Februari 2026
    Trending
    • Distraksi Digital
    • Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini: Lokasi Terbaru 9 Februari 2026
    • Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?
    • Media sebagai penjaga marwah konstitusi dan Pancasila
    • Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 77, Ayo Mengamati
    • AHM Perkenalkan Solusi Mobilitas Inovatif di IIMS 2026
    • Kekalahan Pertama di Kandang! Gol Almeida Dianulir, Persija Kalah 2-0 dari Arema FC
    • 7 Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Susu
    • Kolaborasi DPK St. Vinsensius dan Puskesmas Siso Gelar CKG untuk Umat Nonohonis
    • Niat dan Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Dzuhur
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Afghanistan Perkenalkan Program Kemandirian Pangan

    Afghanistan Perkenalkan Program Kemandirian Pangan

    adm_imradm_imr4 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pemerintah Afghanistan Meluncurkan Program Ketahanan Pangan Senilai 100 Juta Dolar AS

    Pemerintah Afghanistan pada Kamis (29/1/2026) meluncurkan program ketahanan pangan senilai 100 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) untuk mengatasi krisis kelaparan yang semakin parah di negara tersebut. Program berdurasi dua tahun ini didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Bank Pembangunan Asia (ADB). Inisiatif ini dirancang khusus untuk menanggulangi dampak deportasi massal warga Afghanistan dari negara-negara tetangga serta pemangkasan bantuan kemanusiaan asing yang semakin terbatas.

    Krisis Pangan Afghanistan Memburuk Akibat Deportasi Massal

    Situasi kemanusiaan di Afghanistan memburuk secara signifikan, dengan jutaan penduduk terancam kelaparan akibat hilangnya remitansi, minimnya kesempatan kerja, serta pengurangan besar-besaran bantuan internasional. Lebih dari 2,5 juta warga Afghanistan telah dideportasi dari Iran dan Pakistan dalam setahun terakhir, yang meningkatkan populasi negara hingga 10 persen sekaligus memutus aliran pendapatan keluarga.

    Kondisi musim dingin ekstrem ditambah kekeringan berkepanjangan semakin menyulitkan akses terhadap pekerjaan dan makanan bagi masyarakat. Badan Pangan Dunia (FAO) memproyeksikan bahwa 17,4 juta orang akan menghadapi ketidakamanan pangan akut pada 2026, termasuk 4,7 juta orang dalam fase darurat dengan tingkat malnutrisi tinggi.

    Deportasi massal ini juga memberatkan Afghanistan yang sudah rentan akibat gempa bumi serta banjir baru-baru ini.

    Program Rp1,6 Triliun Jangkau 1 Juta Orang untuk Pulihkan Pertanian Pedesaan

    Program ketahanan pangan senilai 100 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) yang diluncurkan pemerintah Afghanistan akan menjangkau lebih dari 151 ribu rumah tangga atau sekitar 1 juta orang selama dua tahun ke depan. Sasaran utama mencakup pengungsi yang kembali dari Pakistan dan Iran, komunitas tuan rumah, serta keluarga terdampak gempa bumi dan banjir, dengan fokus memulihkan mata pencaharian pedesaan, melindungi ternak, serta membangun kembali sistem produksi pertanian yang terganggu.

    Inisiatif ini menekankan pendekatan ramah iklim dan berorientasi pada kebutuhan manusia untuk meningkatkan produksi pertanian, ketahanan pangan, serta diversifikasi sumber penghidupan di wilayah pedesaan.

    “Kemitraan kami dengan ADB menghasilkan dampak nyata dan terukur bagi keluarga petani di seluruh Afghanistan,” ujar Qu Dongyu, Direktur Jenderal FAO, dikutip NBC News.

    Program tersebut melanjutkan kolaborasi FAO dan ADB sejak 2022, yang telah menjangkau 5,6 juta orang melalui dukungan pertanian senilai 265 juta dolar AS (Rp4,4 triliun). Paket bantuan seperti benih gandum bersertifikat FAO terbukti meningkatkan hasil panen hingga 27 persen, yang cukup untuk memberi makan dua orang tambahan per rumah tangga selama setahun.

    Inisiatif Pangan Afghanistan Tutup Defisit Produksi

    Inisiatif kolaborasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan mendesak di Afghanistan, tetapi juga menutup kesenjangan produksi pangan serta mendorong pemulihan sektor swasta. Dukungan untuk ternak berhasil meningkatkan kepemilikan hewan hingga 50 persen, memperbaiki nutrisi rumah tangga lewat konsumsi susu dan daging yang lebih baik, serta memprioritaskan perempuan di provinsi paling terdampak.

    “Sejak awal, kolaborasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan keamanan pangan mendesak, tetapi juga menutup kesenjangan produksi pangan Afghanistan serta membuka ruang pemulihan sektor swasta,” ujar Qu Dongyu, dilansir Devdiscourse.

    Meski begitu, pemangkasan bantuan global sejak kembalinya Presiden AS, Donald Trump, telah mengurangi sumber daya organisasi seperti WFP, sementara negara donatur lain juga memangkas kontribusi.

    Tanpa investasi berkelanjutan, jutaan warga Afghanistan berisiko semakin dalam terjerat ketidakamanan pangan akibat La Niña yang diprediksi membawa curah hujan di bawah rata-rata hingga awal 2026.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Media sebagai penjaga marwah konstitusi dan Pancasila

    By adm_imr11 Februari 20260 Views

    Mengelola Kepercayaan dari Indikator Survei

    By adm_imr11 Februari 20260 Views

    Prabowo Umumkan Program Ganti Atap Seng dengan Genting – Mengapa Pakar Kritik?

    By adm_imr11 Februari 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Distraksi Digital

    11 Februari 2026

    Jadwal SIM Keliling Tangerang Raya Hari Ini: Lokasi Terbaru 9 Februari 2026

    11 Februari 2026

    Mobil listrik murah menggemparkan, LCGC kehilangan daya tarik?

    11 Februari 2026

    Media sebagai penjaga marwah konstitusi dan Pancasila

    11 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?