LG ThinQ: Platform Pusat Kendali Rumah Pintar yang Mengubah Pengalaman Pengguna
LG Electronics kembali menunjukkan inovasinya dalam bidang teknologi dengan meluncurkan platform LG ThinQ sebagai pusat kendali rumah pintar. Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai perangkat elektronik dalam satu sistem, sehingga pengguna dapat mengelola seluruh aktivitas rumah tangga secara efisien dan terpusat.
Dengan LG ThinQ, pengguna tidak hanya bisa mengontrol perangkat dari jarak jauh, tetapi juga memantau kinerja perangkat, mengatur otomatisasi, hingga menerima rekomendasi personal berdasarkan data penggunaan. Hal ini membuat perangkat lebih cerdas dan beradaptasi dengan kebiasaan pengguna, sehingga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan.
Integrasi AI yang Membuat Perangkat Lebih Cerdas
Salah satu keunggulan utama dari LG ThinQ adalah integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan perangkat belajar dari pola aktivitas pengguna. Sistem ini kemudian akan mengoptimalkan kinerja perangkat secara otomatis, mulai dari pengaturan suhu, konsumsi energi, hingga jadwal operasional. Dengan demikian, pengguna tidak perlu lagi mengatur setiap perangkat secara manual.
Selain itu, LG ThinQ juga dilengkapi fitur Smart Routines yang memungkinkan pengguna mengatur otomatisasi aktivitas rumah tangga seperti mode tidur, saat penghuni keluar rumah, atau ketika kembali ke rumah. Teknologi ini menjadikan rumah beradaptasi secara proaktif tanpa harus dikontrol manual setiap saat.
Fitur Tambahan yang Meningkatkan Pengalaman Pengguna
LG ThinQ juga memiliki fitur Smart Diagnosis yang mampu mendeteksi potensi masalah pada perangkat dan memberikan solusi secara langsung melalui aplikasi. Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang ingin memastikan perangkat berjalan dengan optimal tanpa harus memanggil teknisi.
Selain itu, pengguna dapat memantau konsumsi energi setiap perangkat, membandingkan penggunaan, hingga menetapkan target penghematan untuk meningkatkan efisiensi listrik di rumah. Fitur ini menjadi bagian dari upaya LG dalam menghadirkan smart home yang tidak hanya cerdas, tetapi juga hemat energi dan berkelanjutan.
Fleksibilitas Ekosistem yang Luas
Ekosistem LG ThinQ tidak terbatas pada perangkat internal, tetapi juga dikembangkan agar kompatibel dengan berbagai platform lain. Melalui ThinQ API, perangkat dapat terintegrasi dengan sistem pihak ketiga, memperluas fleksibilitas penggunaan smart home.
LG bahkan mengembangkan perangkat hub seperti ThinQ ON yang berfungsi sebagai pusat kontrol berbasis AI untuk menghubungkan berbagai perangkat dalam satu jaringan rumah pintar. Dengan adanya perangkat ini, pengguna dapat mengelola seluruh sistem rumah pintar dengan lebih mudah dan efisien.
Fokus pada Pasar Indonesia
LG Electronics menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar strategis di Asia dengan potensi pertumbuhan yang masih terbuka lebar, khususnya pada segmen produk premium dan ekosistem rumah berbasis kecerdasan buatan (AI). VP HS Asia Sales & Marketing Division Lead of LG Electronics, Sunghan Kim, menyebut bahwa pihaknya tidak memprioritaskan satu sektor tertentu secara spesifik di Indonesia.
Menurutnya, seluruh lini bisnis memiliki tingkat kepentingan yang sama dalam pengembangan pasar. “Indonesia adalah salah satu negara terbesar dengan potensi yang sangat besar. Penetrasi untuk beberapa produk seperti pengering dan produk premium masih relatif rendah, sehingga peluangnya masih sangat terbuka,” ujarnya dalam sesi wawancara pada acara LG Innofest 2026.

Tren global menuju ekosistem rumah berbasis AI menjadi arah yang tidak terhindarkan, termasuk di Indonesia. LG, kata dia, tidak hanya mengandalkan AI semata, tetapi mengombinasikannya dengan teknologi inti perusahaan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih kompetitif. “Ini adalah tren global. LG tidak hanya berbicara tentang AI, tetapi bagaimana menggabungkannya dengan teknologi inti kami. Itu yang membuat kami lebih kuat dibandingkan kompetitor,” jelasnya.
Strategi tersebut diyakini akan relevan dengan pasar Indonesia, terutama didorong oleh karakter generasi muda yang dinilai lebih adaptif terhadap teknologi baru. Selain itu, LG juga secara terbuka menargetkan pertumbuhan pada segmen premium di Tanah Air sebagai bagian dari ekspansi bisnis jangka panjang.
Dalam melihat perilaku pasar, LG menilai Indonesia memiliki karakteristik konsumen yang beragam. Produk konvensional seperti mesin cuci dua tabung dan kulkas dua pintu masih diminati, namun di sisi lain terjadi peningkatan permintaan untuk produk dengan teknologi lebih tinggi. “Permintaan mesin cuci front-loading LG terus meningkat, seiring dengan naiknya minat terhadap kulkas multi-door dan side-by-side,” kata Sunghan.
LG pun berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan kombinasi strategi premiumisasi dan penguatan ekosistem AI, LG optimistis dapat memperluas pangsa pasar sekaligus mendorong adopsi teknologi rumah pintar di Indonesia.







