Penanganan Bencana di Sembilan Koto, Dharmasraya
Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor telah mengisolasi wilayah Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya sejak Minggu dini hari. Peristiwa ini menyebabkan material tanah menutupi jalan utama, sehingga aktivitas warga terhenti total. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya langsung bertindak dengan mengerahkan alat berat untuk membuka akses yang tertutup longsor. Selain itu, tiang listrik juga roboh akibat bencana tersebut, sehingga PLN segera melakukan perbaikan pada jaringan listrik.
Kini, akses jalan sudah kembali terbuka, dan pasokan listrik telah menyala kembali. Warga mulai kembali ke rumah mereka setelah mengalami isolasi selama beberapa hari. Berikut adalah rangkuman dari upaya pemulihan pascabencana:
Awal Bencana
Bencana ini dimulai dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Dharmasraya sejak Minggu (5/4/2026) dini hari. Meluapnya debit air sungai Batang Lago tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga memicu pergerakan tanah di lereng-lereng perbukitan yang melintasi jalan utama antarwilayah.Respons Pemerintah Daerah
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, merespons kondisi darurat ini dengan menginstruksikan mobilisasi sumber daya secara lintas sektoral. Pemerintah daerah menyadari bahwa keterlambatan penanganan di wilayah terpencil seperti Sembilan Koto akan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat setempat.Kolaborasi dengan Pihak Swasta
Dalam operasi pembersihan material longsor, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menjalin kolaborasi taktis dengan pihak swasta, yakni CV Kali Dareh. Pengerahan alat berat jenis loader dan ekskavator menjadi kunci utama dalam menyingkirkan gundukan tanah dan pepohonan yang menutup badan jalan dalam waktu relatif singkat.Pemulihan Infrastruktur Jalan dan Listrik
Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Dharmasraya, Catur Eby, menjelaskan bahwa penanganan bencana kali ini mengedepankan aspek tanggap darurat yang terintegrasi. Instruksi pimpinan jelas, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bergerak satu komando untuk memastikan warga tidak merasa ditinggalkan dalam situasi sulit ini.
Di sisi lain, tantangan di lapangan tidaklah ringan, terutama menyangkut pemulihan jaringan listrik. Beberapa tiang penyangga kabel PLN dilaporkan roboh akibat hantaman material longsor dan terjangan air. Namun, koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pihak PLN memastikan perbaikan dilakukan secara paralel dengan pembersihan jalan. Catur menyebutkan bahwa per hari Senin ini, jaringan listrik telah dinyatakan pulih sepenuhnya.
Peran TNI dalam Mitigasi dan Evakuasi
Keberadaan proyek Jembatan Aramco yang sedang berjalan ini sejatinya menjadi bukti bahwa kawasan Sembilan Koto memang menjadi fokus pengembangan infrastruktur strategis. Bencana yang terjadi menjadi pengingat pentingnya ketahanan konstruksi di wilayah yang memiliki kerentanan geografis cukup tinggi terhadap cuaca ekstrem.Penanganan Kesehatan dan Kewaspadaan
Selain fokus pada infrastruktur jalan, perhatian serius juga diberikan pada sektor kesehatan. Dua posko kesehatan darurat telah didirikan di Nagari Banai dan Nagari Silago untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir serta memberikan layanan trauma bagi warga yang sempat terisolasi.
Seiring surutnya genangan air dari luapan Batang Lago, sebagian besar warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan mandiri. Kendati kondisi mulai stabil, pemerintah daerah tetap memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan harus tetap ditingkatkan, terutama bagi warga yang tinggal di kaki perbukitan.
Penanganan bencana di Dharmasraya kali ini merefleksikan pentingnya sinergitas antara kebijakan publik, bantuan sektor swasta, dan peran aktif militer dalam kerangka bantuan kemanusiaan. Langkah pemulihan yang cepat diharapkan mampu mengembalikan ritme ekonomi masyarakat Sembilan Koto yang sempat terhenti akibat amukan alam.






