Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium di World Supersport 2026
Aldi Satya Mahendra, pembalap Yamaha Racing Indonesia, mencatatkan sejarah dalam ajang World Supersport 2026. Ia berhasil finis di posisi kedua pada seri perdana yang digelar di Sirkuit Phillip Island, Australia. Hasil ini menjadikannya sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium dalam kompetisi balap internasional tersebut.
Pada race 2 World Supersport yang berlangsung Minggu, 22 Februari 2026, Aldi mampu menggeber Yamaha YZF-R9 dan menyelesaikan balapan dengan posisi kedua. Sebelumnya, ia juga berhasil meraih poin dari race 1 yang digelar pada Sabtu, 21 Februari 2026, dengan posisi ke-13. Meski start dari urutan ke-28, Aldi langsung melesat ke posisi depan setelah empat tikungan lap pertama, bahkan sempat memimpin balapan.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Aldi mampu menghadapi tantangan di sirkuit yang tidak mudah. Dalam wawancara dengan media, Aldi mengungkapkan bahwa ia harus tetap fokus meskipun dalam kondisi yang terasa sulit. Ia menyebutkan bahwa saat pemanasan (warm-up), ia mampu membaca sirkuit dengan baik. Kondisi lintasan yang cepat kering juga menjadi faktor penting dalam strategi penggunaan ban slick.
“Setelah dua lap warm-up, saya melihat ada kesempatan untuk menggunakan ban slick. Setelah restart, saya meminta tim untuk mengganti ban dan Alhamdulillah, lintasan benar-benar kering,” ujarnya.
Hasil positif ini memberinya semangat untuk menghadapi seri berikutnya di Sirkuit Algarve, Portugal, yang akan digelar pada 27-29 Maret 2026. Aldi berharap bisa meraih hasil yang lebih baik lagi. “Saya percaya diri untuk seri berikutnya. Insha Allah, saya bisa berjuang lagi dan mendapatkan hasil yang lebih baik,” tambahnya.
Penyesuaian dengan Motor dan Regulasi Baru
Aldi, yang memasuki musim kedua di World Supersport 300, menjelaskan bahwa penyesuaian dengan motor masih menjadi tantangan. Ia menyatakan bahwa tim masih perlu data lebih banyak untuk mengoptimalkan performa. Selain itu, regulasi baru yang membatasi RPM mesin juga memberikan sedikit kesulitan.
“Regulasi baru memberikan batas maksimum RPM hanya kepada KTM RC390/R dan Yamaha YZF-R3. Yamaha R3 diberi kelonggaran 300 RPM dibandingkan musim 2020,” jelas Aldi.
Ia juga mengakui bahwa naik dari 300 cc ke 900 cc bukanlah hal mudah. “Tahun lalu, saya kesulitan mengendalikan motor karena fisik yang belum siap. Tahun ini, meski masih merasa kurang, tapi lebih baik dari tahun kemarin.”
Tim Baru dan Tekanan Mental
Aldi kini bergabung dengan AS Racing, sebuah tim asal Italia yang telah berpengalaman selama lebih dari satu dekade di World Supersport dan World Superbike. Tim ini memiliki sejumlah pencapaian podium dan kemenangan balapan.
Namun, Aldi juga harus menghadapi rasa sakit di tangan kanannya akibat retak kecil. “Saya harus mengabaikan rasa sakit itu dan mencari posisi lain untuk mengatasinya,” katanya.
Keberhasilannya juga didukung oleh hadirnya orang-orang terdekat, seperti ibu dan pacarnya. “Mereka menjadi motivasi besar bagi saya,” ujarnya.
Julukan dan Target Jangka Panjang
Aldi, yang akrab dipanggil El Dablek, mengungkapkan asal usul julukan tersebut. “El Dablek berasal dari kata ‘ndablek’ yang artinya suka tidak mendengarkan instruksi. Saya selalu ikuti apa yang saya pikirkan, gas saja,” katanya sambil tersenyum.
Targetnya untuk tahun ini adalah meraih podium dan masuk top 7. “Untuk jangka panjang, saya ingin mengikuti Moto2 dan berusaha sampai MotoGP,” ujarnya.
Meski semua rider kuat, Aldi fokus pada dirinya sendiri. “Saya ingin lebih baik dari hari ke hari. Maret nanti saya akan berangkat lagi,” tambahnya.
Tantangan dari Segi Mental
Aldi menyadari bahwa tantangan terbesar adalah dari segi mental. “Perbedaan cuaca, dingin, panas, hujan, serta interaksi dengan orang luar Indonesia membuat suasana berbeda dari Indonesia,” ujarnya.







