Kejuaraan Biliar Ladies Pool League Sumut 2026 Seri II Berlangsung Meriah
Turnamen biliar Ladies Pool League Sumut Tahun 2026 Seri II telah rampung digelar di Zigma Biliard Medan pada 21-23 Mei 2026. Acara ini diikuti oleh puluhan pebiliar putri dari berbagai klub dan daerah di Sumatera Utara, yang berlangsung dengan semangat dan persaingan ketat di setiap pertandingan.
Salah satu pebiliar muda berbakat, Alisya Naifa Fadilla Nasution dari Klub Team 76 Harimau Sumatera, berhasil menjadi juara pertama pada Seri II Ladies Pool League Sumut 2026. Pada partai final yang berlangsung pada Sabtu (23/5) malam, Alisya tampil dominan saat menghadapi rekan satu klubnya, Liza, yang merupakan juara Seri I. Alisya sukses meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 5-1.
Pertandingan final tersebut turut disaksikan langsung oleh Owner Team 76 Harimau Sumatera sekaligus sponsor utama kejuaraan, HM Hidayat Batubara. Pertandingan berlangsung relatif cepat karena Alisya tampil sangat percaya diri dengan akurasi pukulan yang nyaris tanpa kesalahan. Sejak frame pertama, pebiliar yang juga atlet PON Sumut tersebut mampu mengontrol jalannya pertandingan. Ketajaman pukulannya membuat Liza kesulitan mengembangkan permainan dan minim mendapatkan kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Penampilan impresif Alisya sebenarnya sudah terlihat sejak babak semifinal. Putri dari Sekjen PB POBSI, Fadil Nasution itu berhasil menang telak 5-0 atas Wisda Yanti Harahap dari Pengcab POBSI Sibolga. Sementara itu, Liza melangkah ke final setelah menyingkirkan Bella dari Klub Cue Balla dengan skor 5-2.
Dominasi dua pebiliar Team 76 Harimau Sumatera itu memang cukup terasa sejak bergulirnya Ladies Pool League Sumut 2026. Alisya dan Liza dinilai sebagai salah satu aset potensial biliar putri Sumatera Utara yang diharapkan mampu bersaing di level nasional hingga internasional pada masa mendatang.
Selain kedua nama tersebut, turnamen ini juga diikuti sejumlah atlet berpengalaman yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Salah satunya adalah Lionnie Amanda Wattimena, pebiliar putri yang selama ini dikenal sebagai langganan atlet PON Sumut. Namun pada seri kedua ini, Lionnie yang akrab disapa Oni belum mampu menunjukkan performa terbaiknya sehingga gagal melangkah lebih jauh.
Dengan hasil tersebut, Alisya Naifa Fadilla Nasution keluar sebagai juara pertama Seri II, disusul Liza di posisi kedua, sedangkan Wisda dan Bella harus puas menjadi juara bersama di posisi ketiga. Hasil dari setiap seri nantinya akan diakumulasikan menjadi ranking poin untuk menentukan 16 atlet terbaik yang berhak tampil pada babak Grand Final yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.
Target Gelar ASEAN Ladies Pool di Sumut
Sponsor utama Ladies Pool League Sumut 2026 yang juga Owner Team 76 Harimau Sumatera, HM Hidayat Batubara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah tampil penuh semangat sepanjang turnamen berlangsung. Ia mengucapkan selamat kepada para juara seri kedua dan meminta atlet yang belum berhasil menjadi juara agar tetap giat berlatih karena masih ada seri berikutnya.
“Even ini bukan akhir, masih ada seri selanjutnya dan banyak kesempatan lain ke depan,” ujar Hidayat. Secara terbuka, Hidayat mengaku sebenarnya berharap partai final tidak selalu didominasi atlet dari Team 76 Harimau Sumatera. Ia ingin muncul pebiliar-pebiliar baru dari klub maupun daerah lain yang mampu bersaing di papan atas.
Meski demikian, ia tetap bangga melihat semangat seluruh atlet yang bertanding. “Even ini menjadi awal kebangkitan pebiliar putri Sumut. Selama ini pebiliar putri seperti tertidur dan hanya atlet putra yang lebih menonjol,” katanya. Menurut Hidayat, ke depan atlet putri harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk tampil di level nasional maupun internasional. Ia bahkan menegaskan tidak ingin biliar putri Indonesia terus didominasi atlet-atlet dari Pulau Jawa.
Melihat tingginya antusiasme peserta pada Seri II yang mencapai 53 atlet, Hidayat mengaku mulai berkeinginan menggelar turnamen berskala internasional di Medan, yakni ASEAN Ladies Pool. Keinginan tersebut disebut sebagai bentuk keseriusannya dalam memajukan olahraga biliar Sumatera Utara, khususnya sektor putri.
“Kami ingin pebiliar putri Sumut bisa sejajar dengan atlet-atlet dari Pulau Jawa bahkan mampu bersaing di level internasional,” ucapnya. Untuk menambah motivasi para peserta, panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp 84 juta pada babak Grand Final nanti. Tidak hanya itu, Hidayat juga menjanjikan door prize berupa 10 unit sepeda motor bagi peserta yang mengikuti turnamen sejak Seri I hingga Grand Final.
Jadwal dan Klasemen Sementara
Penanggung Jawab Event, Fadil Nasution, mengatakan pelaksanaan Seri I dan Seri II berjalan sukses dan mendapat respons positif dari para atlet maupun komunitas biliar di Sumatera Utara. Ia berharap Seri III dan Grand Final nantinya dapat berlangsung lebih meriah dan kompetitif. Seri III dijadwalkan berlangsung pada 4-5 Juni 2026, sedangkan Grand Final akan digelar pada 9-10 Juli 2026.
“Setiap seri memiliki ranking poin dan nanti 16 atlet dengan akumulasi poin terbaik akan tampil di Grand Final,” jelas Fadil. Adapun klasemen sementara total poin Seri I dan II dipimpin Liza dengan 725 poin, disusul Alisya dengan 500 poin, Wisda 425 poin, Lionnie 350 poin, Stella 350 poin, Jerica 350 poin, Icha Elisa 325 poin, Bella CB 250 poin, serta sejumlah atlet lainnya yang masih berpeluang lolos ke Grand Final.





