Pontianak – Langkah karier sering dimulai dari hal-hal kecil, seperti belajar, mencoba, dan akhirnya berani terjun. Riyanto, lulusan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak, adalah contoh nyata dari seseorang yang memulai perjalanan profesionalnya dengan langkah-langkah sederhana. Kini, ia telah menjadi Developer ERP mySAP365 di Kalimantan Barat, menjalani dunia kerja dengan penuh semangat dan kompetensi.
Lulus pada tahun 2024 dari Program Studi Sistem Informasi, Riyanto tidak butuh waktu lama untuk menemukan jalannya dalam dunia kerja. Ia kini bekerja di PT Lembaga Aplikasi Teknologi Trisakti, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan dan pengembangan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis SAP. Di tempat ini, ilmu yang ia pelajari selama kuliah benar-benar diuji, bukan hanya sebagai teori, tetapi juga dalam menghadapi tantangan nyata di dunia industri.
Sehari-hari, Riyanto terlibat dalam implementasi dan pengembangan sistem ERP, khususnya di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Perannya tidak hanya sebatas coding, tetapi juga memastikan sistem yang dibangun mampu meningkatkan efisiensi dan keterpaduan operasional perusahaan.
Bayangkan sebuah perkebunan yang aktivitasnya tersebar dari lapangan hingga kantor pusat. Dengan sistem yang dikembangkan oleh Riyanto, pencatatan hasil panen, perawatan kebun, hingga pengoperasian alat berat bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi Android. Data yang dulu tercecer kini dapat dipantau secara real time dan langsung terhubung ke pusat. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Riyanto juga bertugas dalam mengembangkan modul sistem dan menyusun laporan yang dibutuhkan perusahaan. Ia memastikan setiap data yang masuk dapat diolah menjadi informasi yang bermanfaat, baik untuk operasional maupun strategi bisnis.
Yang menarik, perannya tidak hanya terbatas di balik layar. Ia juga turun langsung sebagai trainer, membimbing para pengguna sistem mulai dari staf administrasi hingga pekerja lapangan agar mampu menggunakan teknologi tersebut secara optimal. Di sinilah terlihat bahwa teknologi bukan hanya tentang sistem, tetapi juga tentang manusia yang menggunakannya.
Proses yang ia jalani saat kuliah sangat berkontribusi pada kesuksesannya hari ini. Riyanto mengaku bahwa pengalaman belajar di UBSI, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, memberinya fondasi yang kuat, mulai dari pemrograman, sistem informasi, hingga pengolahan data. Tugas proyek dan praktik yang dilakukannya membuatnya terbiasa berpikir sistematis dan mencari solusi.
Lingkungan kampus yang aktif berdiskusi juga membentuk cara berpikirnya. Ia terbiasa menganalisis masalah dan mencari jalan keluar, kemampuan yang kini sangat dibutuhkannya di dunia kerja.
Bagi Riyanto, masa kuliah bukan sekadar mengejar nilai, tetapi momen untuk membangun bekal. Oleh karena itu, ia menyarankan kepada mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan waktu. Belajar teknologi baru, sering latihan coding, dan membangun proyek kecil bisa menjadi kunci untuk membuka peluang di masa depan.
“Dunia teknologi informasi berkembang sangat cepat, jadi kita harus terus belajar, meningkatkan kemampuan teknis, berpikir kritis, dan bisa bekerja sama dalam tim,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Kisah Riyanto menjadi gambaran nyata bahwa lulusan UBSI kampus Pontianak mampu bersaing dan berkontribusi dalam dunia industri, khususnya dalam mendorong digitalisasi perusahaan. Sebuah bukti bahwa dengan bekal yang tepat dan kemauan untuk terus berkembang, peluang selalu terbuka lebar bahkan sejak langkah pertama setelah lulus.
Jika kamu ingin mengikuti jejak serupa, lulus cepat, siap kerja, dan mampu bersaing di dunia industri digital, UBSI bisa menjadi langkah awal yang layak dipertimbangkan. Karena di sini, mimpi tidak hanya dipelajari, tapi juga dipersiapkan untuk benar-benar diwujudkan.







