Pemkab Kediri Terbitkan Surat Edaran untuk Pengaturan Kegiatan Masyarakat Selama Ramadan 1447 H/2026 M
Pemerintah Kabupaten Kediri telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 300.1.1/1/418.40/2026 yang bertujuan untuk mengatur kegiatan masyarakat selama Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Aturan ini dikeluarkan sebagai upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Salah satu poin penting dalam surat edaran tersebut adalah pembatasan jam operasional tempat hiburan malam, seperti rumah karaoke, bilyard, dan tempat hiburan lainnya. Dalam aturan tersebut, pelaku usaha pariwisata tersebut hanya diperbolehkan beroperasi dari pukul 21.00 hingga 24.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif selama bulan Ramadan.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio, menjelaskan bahwa aturan jam malam ini ditetapkan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa gangguan dari aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan suasana Ramadan.
“Selama Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, jam operasional bagi rumah karaoke, rumah bilyard dan/atau tempat hiburan lainnya mulai pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB,” ujar Kaleb saat dikonfirmasi.
Larangan Aktivitas yang Mengganggu Ketertiban Umum
Selain pembatasan jam operasional hiburan malam, Pemkab Kediri juga melarang berbagai aktivitas yang dinilai dapat mengganggu ketertiban umum. Di antaranya:
- Penggunaan pengeras suara bervolume tinggi atau sound horeg saat sahur keliling.
- Balapan liar.
- Konvoi kendaraan.
- Pembuatan dan penjualan petasan.
- Takbir keliling lintas desa.
Untuk penggunaan pengeras suara di masjid dan musala, tetap mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022.
Aturan untuk Tempat Usaha Kuliner
Di sektor usaha kuliner, restoran, kafe, rumah makan, warung nasi, dan kedai minum diminta untuk tidak berjualan secara terbuka pada siang hari. Sementara itu, penjual takjil dilarang menggunakan bahu jalan untuk berjualan demi menjaga ketertiban lalu lintas.
Kaleb juga mengingatkan agar masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan tidak melakukan sweeping terhadap tempat usaha makanan dan minuman. Penegakan aturan sepenuhnya menjadi kewenangan aparat dan instansi terkait.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menaati ketentuan dalam Surat Edaran ini. Pengawasan akan dilakukan oleh instansi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.
Peran Camat dan Kepala Desa
Dalam edaran tersebut, camat dan kepala desa se-Kabupaten Kediri juga diminta untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan di wilayahnya. Apabila ditemukan pelanggaran, sanksi akan diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masjid Ramah Pemudik
Di sisi lain, dalam rangka mendukung program Kementerian Agama terkait Masjid Ramah Pemudik, masjid yang berada di sepanjang jalur mudik diimbau untuk buka selama 24 jam untuk melayani para pemudik saat arus Lebaran nanti.
Dengan diterbitkannya aturan ini, Pemkab Kediri berharap suasana Ramadan dan Idul Fitri 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan tanpa gangguan aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.







