Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Makna Hadis Jangan Benci dan Dengki Sesama

    28 April 2026

    Viral TikTok, Mahasiswi Hubungi Dekan untuk Lulus Cumlaude

    28 April 2026

    Fakta Mengejutkan Suami Bakar Istri dan Diri Sendiri di Banyuwangi, Sering Terjadi Perkelahian

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Makna Hadis Jangan Benci dan Dengki Sesama
    • Viral TikTok, Mahasiswi Hubungi Dekan untuk Lulus Cumlaude
    • Fakta Mengejutkan Suami Bakar Istri dan Diri Sendiri di Banyuwangi, Sering Terjadi Perkelahian
    • 3 Perbedaan Umum Dinar dan Dirham
    • Fakta Viral Kasus Daycare Yogyakarta, 13 Pelaku Kekerasan Anak Ditetapkan
    • Teror di Tol Waru, Bus Arema FC Dilempari Batu ke Bandung
    • 40 Soal Fiqih Kelas 2 Semester 2 Lengkap Jawaban 2026-2027
    • Ber-Qurban Mudah dengan BRImo: Kebaikan di Ujung Jari
    • Menjamin Hak Dasar Air Bersih, Asa Baru di Bawah Strategi Perumda TRS Subang
    • Jika Masih Menyetrika Sebelum Keluar, Anda Mungkin Miliki 6 Kepribadian Ini
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Bahaya penggunaan obat diabetes untuk diet instan

    Bahaya penggunaan obat diabetes untuk diet instan

    adm_imradm_imr28 April 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Bahaya Penggunaan Obat Diabetes untuk Diet Instan

    Obat diabetes tertentu memang bisa membantu menurunkan berat badan karena menekan rasa lapar, namun penggunaannya hanya untuk indikasi medis tertentu. Banyak orang menggunakan obat ini secara mandiri dan meningkatkan dosis tanpa arahan dokter, sehingga memicu mual, muntah, gangguan lambung, hingga radang pankreas.

    Penyalahgunaan semakin marak karena obat keras mudah dibeli di marketplace online tanpa resep dan pengawasan ketat. Fenomena ini mencuat setelah beberapa jenis insulin terbukti memiliki efek samping berupa penurunan berat badan secara drastis.

    “Ada obat-obatan baru yang menyebabkan seseorang itu menjadi turun berat badannya, lemaknya berkurang karena faktanya obat itu menutupi pusat lapar dan pusat kenyang,” jelas Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD, K-EMD, FINASIM dalam sesi media discussion bersama PT Kalbe Farma Tbk, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

    Mekanisme kerja insulin pada dasarnya memang menekan nafsu makan secara ekstrem. Penggunaannya yang praktis, yakni hanya dengan satu suntikan setiap minggu, membuatnya sangat diminati oleh kalangan urban yang sibuk. Penderita diabetes melitus yang memiliki masalah kelebihan berat badan sangat terbantu karena asupan kalori harian mereka dapat ditekan.

    “Jadi, begitu orang itu dikasih obat ini, dia setiap saat tuh merasa kenyang. Kalau dihitung sampai enam bulan, itu bisa turun 20 kilogram,” ucap Prof. Yunir. Ia melanjutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebenarnya telah memberikan izin penggunaan obat penekan rasa lapar tersebut untuk indikasi penanganan obesitas tingkat lanjut. Namun, regulasi medis yang ketat mengharuskan pasien mencoba program penurunan berat badan alami terlebih dahulu sebelum beralih ke obat keras.

    “Kami sudah bikin panduannya obesitas level berapa. Yang levelnya masih ringan suruh olahraga dulu tiga bulan, kalau enggak capai target baru masuk ke obat itu,” tutur Prof. Yunir.

    Bahaya Dosis Mandiri

    Sayangnya, obsesi terhadap bentuk tubuh ideal di kalangan kaum muda membuat banyak orang mengambil jalan pintas dengan menyuntikkan obat tersebut tanpa indikasi medis yang jelas. Dosis yang digunakan pun sering kali dinaikkan secara sepihak dengan harapan lemak menyusut jauh lebih cepat daripada anjuran dokter.

    Ketidaktahuan tentang standar prosedur penyuntikan ini kerap membawa petaka. “Pernah tuh satu ada yang muntah-muntah sampai enggak bisa makan karena dia paksa pakai obat dengan dosis yang langsung dosis tinggi. Karena enggak diajarin,” ungkap Prof. Yunir.

    Peredaran jenis obat suntik penurun berat badan diyakini akan semakin masif membanjiri pasar kesehatan di masa mendatang. Oleh sebab itu, edukasi publik mengenai bahaya penggunaan secara mandiri harus terus digencarkan agar masyarakat awam tidak menjadi korban tren semata.

    Pemakaian obat keras dalam jangka waktu panjang membutuhkan pemantauan dokter untuk mendeteksi sedini mungkin jika ada penolakan dari tubuh pasien. Pengguna mandiri kerap tidak menyadari bahwa rasa tidak nyaman yang mereka alami bukanlah proses diet alami, melainkan reaksi perusakan organ yang sedang berlangsung.

    Prof Yunir mengatakan, ancaman komplikasi kesehatan yang menghantui para pengguna tanpa pengawasan dokter ini tidak bisa dipandang sebelah mata dan membutuhkan perawatan intensif. Jika dibiarkan berlanjut tanpa penanganan tenaga medis profesional, peradangan hebat pada organ dalam bisa berujung fatal dan merenggut nyawa penggunanya.

    “Macam-macam (efek sampingnya). Mual, gangguan lambung, terus ada radang pankreas, itu yang pada enggak tahu. Efek sampingnya tidak terpantau,” tegas Prof. Yunir.

    Rantai Penyalahgunaan yang Sulit Diputus

    Rantai penyalahgunaan ini semakin sulit diputus karena sangat lemahnya pengawasan peredaran obat keras di dunia maya. Masyarakat awam dengan sangat mudah bertransaksi layaknya membeli kebutuhan sehari-hari tanpa pernah dimintai dokumen rekam medis atau salinan resep dokter yang sah oleh pihak penjual. Celah regulasi ini dengan mudah diakali oleh kebebasan bertransaksi digital.

    “Memang seharusnya ada aturan, tapi dilanggar karena bisa didapat di marketplace online. Siapa yang mantau? Enggak ada,” pungkas Prof Yunir.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ber-Qurban Mudah dengan BRImo: Kebaikan di Ujung Jari

    By adm_imr28 April 20261 Views

    7 Manfaat Centella Asiatica untuk Perbaikan Penghalang Kulit, Apa Saja?

    By adm_imr28 April 20261 Views

    12 rekomendasi tabir surya untuk usia 40+, hindari hiperpigmentasi

    By adm_imr28 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Makna Hadis Jangan Benci dan Dengki Sesama

    28 April 2026

    Viral TikTok, Mahasiswi Hubungi Dekan untuk Lulus Cumlaude

    28 April 2026

    Fakta Mengejutkan Suami Bakar Istri dan Diri Sendiri di Banyuwangi, Sering Terjadi Perkelahian

    28 April 2026

    3 Perbedaan Umum Dinar dan Dirham

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?