Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Maung MV3 Garuda Limousine Jadi Simbol Diplomasi Industri Indonesia

    14 Mei 2026

    Bernardo Tavares Berdiri! Puji Semangat Ichsas, Dimas, dan Tata Saat Persebaya Dilanda Cedera

    14 Mei 2026

    41 Persen Sampah Berasal dari Horeka, Gubernur Koster Minta Pengusaha Kelola Sampah Sendiri

    14 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 14 Mei 2026
    Trending
    • Maung MV3 Garuda Limousine Jadi Simbol Diplomasi Industri Indonesia
    • Bernardo Tavares Berdiri! Puji Semangat Ichsas, Dimas, dan Tata Saat Persebaya Dilanda Cedera
    • 41 Persen Sampah Berasal dari Horeka, Gubernur Koster Minta Pengusaha Kelola Sampah Sendiri
    • 12 Tanda Kuku Orang Sakit Ginjal, Ketahui Jenisnya
    • Viral Terpopuler: Rp 452 Juta Hilang Akibat Salah Sambung, Ashari Kiai Akui Jadi Wali yang Ditangkap
    • Persebaya Surabaya Buka Jalur Inggris! Future Lab Jadi Daya Tarik Klub Eropa
    • 5 cara memilih celana pria sesuai bentuk tubuh untuk pas ideal
    • Klasemen Akhir Bali United vs Borneo FC, Persib Bandung Kehilangan Poin
    • Mengapa Pertumbuhan Ekonomi 5% Terasa Sepi di Kantong Kelas Menengah?
    • Prasasti Kuno Ungkap Lamongan Jadi Lumbung Pangan Sejak Zaman Airlangga
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Bencana di Kota Batu Meningkat Akibat Alih Fungsi Lahan

    Bencana di Kota Batu Meningkat Akibat Alih Fungsi Lahan

    adm_imradm_imr2 Februari 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyebab Peningkatan Bencana di Kota Batu

    Peningkatan jumlah bencana yang terjadi di Kota Batu pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya tidak bisa dipisahkan dari alih fungsi lahan. Data dari BPBD Kota Batu menunjukkan bahwa sejak tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2025, telah terjadi sebanyak 209 kejadian bencana. Sementara pada tahun 2024, jumlah bencana hanya mencapai 122 kejadian.

    Berdasarkan rincian yang diberikan oleh Plt Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko, jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah tanah longsor dengan total 127 kejadian, disusul cuaca ekstrem sebanyak 46 kejadian, banjir sebanyak 25 kejadian, serta kebakaran gedung dan bangunan sebanyak 10 kejadian dan satu kebakaran hutan dan lahan.

    Dari total 209 bencana tersebut, sebanyak 199 kejadian termasuk dalam kategori bencana alam, sedangkan 10 kejadian lainnya merupakan bencana non alam. Dampak yang ditimbulkan dari kejadian-kejadian ini cukup signifikan, yaitu puluhan rumah mengalami kerusakan. Rinciannya adalah 19 rumah rusak berat, 16 rusak sedang, 24 rusak ringan, dan 19 rumah terendam. Selain itu, 1 hektar sawah dan 0,175 hektar kebun milik masyarakat juga terdampak.

    Tidak hanya itu, sebanyak 281 orang terdampak bencana, di antaranya 26 orang harus mengungsi. Dampak yang timbul meliputi korban jiwa, kerusakan pada perumahan, serta gangguan pada sektor sosial ekonomi, pelayanan dasar, dan prasarana vital.

    Wilayah Terbanyak Terkena Bencana

    Dari tiga kecamatan yang ada di Kota Batu, Kecamatan Bumiaji menjadi wilayah yang paling sering terkena bencana. Secara total, tercatat 99 kejadian bencana di wilayah ini. Diikuti oleh Kecamatan Batu dengan 78 kejadian dan Kecamatan Junrejo dengan 32 kejadian.

    Peningkatan jumlah bencana di Kota Batu tidak hanya disebabkan oleh musim penghujan, tetapi juga akibat indikasi alih fungsi lahan yang semakin meningkat. Hal ini sesuai dengan temuan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu pasca banjir luapan bercampur lumpur dan sampah yang terjadi di Bumiaji beberapa waktu lalu.

    Hasil pemetaan melalui pengambilan foto udara di sepanjang aliran Kali Paron menunjukkan adanya gangguan serius di Daerah Aliran Sungai (DAS). Hal ini menyebabkan banjir lumpur yang terjadi di daerah tersebut.

    Peran Lahan dan Lingkungan

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menjelaskan bahwa banjir lumpur di sungai Kali Paron menjadi pertanda adanya masalah di daerah hulu sungai atau sepanjang DAS. Ada tiga masalah utama yang diidentifikasi, yaitu erosi tanah, perubahan penggunaan lahan, degradasi lingkungan, dan peningkatan aliran permukaan.

    “Banjir lumpur yang terjadi adalah penanda visual yang jelas bahwa kesehatan DAS di Kali Paron sedang tidak baik-baik saja atau terganggu dan proses alami untuk menahan air tanah tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Alfi Nurhidayat.

    Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan hulu. Menurutnya, komitmen masyarakat dalam menjaga kawasan hulu sangat krusial.

    “Pemerintah akan menambah sudetan, tapi perilaku masyarakat terkait alih fungsi lahan harus menjadi komitmen bersama. Masyarakat pengelola hutan harus berpikir jangka panjang bahwa ada saudara-saudara kita di posisi bawah yang harus dipertimbangkan keselamatannya. Kepatuhan terhadap ketentuan pemanfaatan kawasan hutan adalah kunci,” tutur Nurochman.

    Upaya Mitigasi dan Tantangan

    Terkait langkah mitigasi yang sudah dilakukan, Wali Kota Batu menjelaskan bahwa BPBD telah melakukan upaya mitigasi beberapa bulan lalu. Namun, kendala utama di lapangan adalah aliran air yang membawa material berat seperti lumpur, sampah, hingga potongan kayu.

    “Sebanyak apapun kanal dan sudetan sungai, tetap tidak akan bisa menampung jika air membawa material lumpur, sampah, hingga potongan kayu. Inilah mengapa kesadaran menjaga hutan dan tidak membuang sampah ke aliran sungai menjadi sangat penting agar upaya mitigasi kami di hilir tidak sia-sia,” jelas Cak Nur.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pemuda Malang Tewas Lawan Pencuri dengan Senter dan Kekuatan Hati

    By adm_imr14 Mei 20261 Views

    Tradisi Suro di Makam Ki Ageng Gribig, Ritual Sakral Tahun Baru Islam

    By adm_imr11 Mei 20261 Views

    Ketua Komite SMPN 4 Kepanjen Tidak Bisa Jelaskan Peruntukan Pungutan Rp 3 Juta dan SPP Rp 250 Ribu

    By redaksi11 Mei 20269,357 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Maung MV3 Garuda Limousine Jadi Simbol Diplomasi Industri Indonesia

    14 Mei 2026

    Bernardo Tavares Berdiri! Puji Semangat Ichsas, Dimas, dan Tata Saat Persebaya Dilanda Cedera

    14 Mei 2026

    41 Persen Sampah Berasal dari Horeka, Gubernur Koster Minta Pengusaha Kelola Sampah Sendiri

    14 Mei 2026

    12 Tanda Kuku Orang Sakit Ginjal, Ketahui Jenisnya

    14 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?