Berita Arema FC Hari Ini Populer
Berikut rangkuman berita Arema FC yang menjadi perhatian utama pada hari Jumat, 27 Februari 2026. Salah satu topik yang paling mencuri perhatian adalah kekalahan Arema FC dengan skor 3-1 di kandang Borneo FC. Selain itu, respon pelatih Marcos Santos setelah pertandingan juga menjadi fokus utama dalam berita ini.
Kalah 3-1 di Kandang Borneo FC
Arema FC harus menerima kekalahan dari Borneo FC dalam pertandingan lanjutan Super League 2025-2026 yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, pada Kamis (26/2/2026). Tiga gol kemenangan Borneo FC dicetak oleh Caxambu pada menit ke-7 serta brace dari Juan Villa masing-masing pada menit ke-26 dan 42. Sementara itu, Arema FC hanya mampu membalas satu gol melalui Dalberto pada menit ke-64.
Pertandingan dimulai dengan tensi yang tidak terlalu tinggi, meskipun Arema FC sempat menguasai jalannya laga di awal. Namun, Singo Edan dikejutkan oleh gol cepat Caxambu yang memanfaatkan umpan lambung Mohammad Anez. Sepakan kaki kiri Caxambu gagal ditepis oleh penjaga gawang Arema FC, Lucas Frigeri.
Tertinggal satu gol membuat Arema FC bermain lebih terbuka dan mencoba menciptakan peluang dari segala sektor. Namun, rapatnya lini pertahanan Borneo FC belum mampu ditembus. Justru pada menit ke-26, Arema FC kembali kebobolan melalui tendangan bebas jarak jauh Juan Villa. Bola yang mengarah ke pojok kanan gawang gagal dihalau oleh Frigeri meski sudah melompat.
Juan Villa benar-benar menjadi ancaman serius setelah kembali mencetak gol pada menit ke-42 lewat sepakan melengkung yang menutup babak pertama dengan skor 3-0.
Perlawanan Singo Edan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pelatih Arema FC Marcos Santos melakukan penyegaran dengan memasukkan Johan Alfarizi, Jayus Hariono, dan Gustavo Franca untuk menggantikan Julian Guevara, Leo Guntara, serta Arkhan Fikri. Di sisi lain, Borneo FC memasukkan Cleyton Santos dan Mohammad Khanafi.
Arema FC yang tertinggal tiga gol terus berupaya mengejar kedudukan melalui peluang yang dibangun Gabi dan kawan-kawan. Pada menit ke-62, Pablo Oliveira dimasukkan menggantikan Walisson Maia yang cedera. Ini merupakan penampilan perdana bagi Pablo setelah sebelumnya menepi akibat cedera panjang.
Upaya Singo Edan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64. Dalberto sukses memperkecil kedudukan menjadi 3-1 melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok Gustavo Franca. Bola dari sang top skorer tersebut melaju mulus ke dalam jala gawang Nadeo Argawinata.
Tekanan di Menit Akhir dan Drama Offside
Setelah memperkecil skor, Arema FC terus mengurung pertahanan Borneo FC. Sebaliknya, tuan rumah sesekali melakukan serangan balik cepat melalui kecepatan Peralta. Arema FC sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-80 lewat Joel Vinicius, namun tandukannya masih terlalu lemah.
Semenit berselang, sepakan jarak jauh Jayus Hariono juga masih melambung jauh dari gawang. Pada menit ke-85, Arema FC sebenarnya mampu mencetak gol kedua melalui Joel Vinicius yang memanfaatkan bola rebound hasil tepisan Nadeo. Namun, gol tersebut dianulir karena Joel sudah berada dalam posisi offside.
Hingga wasit memberikan tambahan waktu 90+9, skor 3-1 tetap bertahan untuk kemenangan Borneo FC.
Respon Pelatih Marcos Santos
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui timnya tampil di bawah standar dalam pertandingan ini. Menurut Marcos, kunci kekalahan Singo Edan terjadi pada babak pertama. Marcos menilai anak asuhnya gagal masuk ke dalam ritme permainan sejak awal, sehingga tuan rumah mampu tampil dominan dan mencetak tiga gol lebih dulu.
“Pertandingan yang cukup sulit. Borneo FC tampil cukup bagus dengan dukungan penuh suporter. Di babak pertama saya akui kami tidak bermain dengan baik, intensitas sangat rendah,” ujar Marcos Santos usai pertandingan.
Kurang maksimalnya permainan Arema FC tersebut dinilai mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh Borneo FC yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Dengan ritme tinggi dan tekanan kuat, anak asuh Fabio Lefundes tersebut sukses mengontrol jalannya pertandingan.
Sebaliknya, Arema FC justru tertinggal dan kesulitan dalam mengembangkan permainan di babak pertama. “Mereka (Borneo FC) bermain dengan ritme tinggi, kuat, dan kami tidak berada di ritme yang sama,” imbuhnya.
Perubahan Strategi dan Kebangkitan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Marcos melakukan sejumlah evaluasi dan perubahan strategi. Beberapa pemain dimasukkan, seperti Gustavo Franca, Johan Alfarizi, hingga Pablo Oliveira. Hasilnya, performa Arema FC mulai membaik dan mampu keluar dari tekanan hingga akhirnya memperkecil kedudukan melalui sundulan Dalberto pada menit ke-64.
Singo Edan pun mampu mengembangkan permainan di babak kedua, bahkan sampai mengurung pertahanan Borneo FC dan memaksa lawan bermain setengah lapangan. Menurut Marcos, permainan Singo Edan di paruh kedua ini menyerupai performa saat menghadapi Madura FC di pekan sebelumnya; intensitas meningkat dan serangan mulai lebih terorganisir.
“Babak kedua bagus, kami bisa memperbaiki ritme dan bermain lebih baik. Tapi babak pertama benar-benar kami bermain kurang maksimal,” ungkapnya. Hanya saja, Singo Edan tetap hanya mampu mencetak satu gol dan harus mengakui keunggulan tim tuan rumah.






