Klarifikasi Panpel Arema FC terkait Keterlambatan Bus Persebaya
Pihak Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC resmi memberikan permohonan maaf atas keterlambatan bus penjemputan yang menyebabkan tim Persebaya Surabaya harus menggunakan taksi online untuk menuju sesi latihan. Insiden ini terjadi menjelang laga Derby Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa (28/4/2026) sore.
Keterlambatan bus disebabkan oleh kendala teknis, yaitu AC pada armada pertama mengalami kerusakan. Hal ini membuat pihak panpel segera menyiapkan bus pengganti agar pemain tetap nyaman. Namun, karena kebutuhan waktu, beberapa pemain Persebaya memilih naik taksi online untuk menuju lokasi latihan.
Solusi yang Diberikan Panpel Arema FC
Untuk mengatasi situasi tersebut, Panpel Arema FC memberikan solusi berupa penggantian jadwal latihan agar tim tamu tetap bisa berlatih dengan nyaman. Pihak panpel juga melakukan negosiasi ulang terkait jadwal pemakaian lapangan agar sesi Official Training (OT) dapat dilakukan lebih siang.
Sebelumnya, dalam komunikasi dengan manajemen Persebaya, pihak panpel telah menawarkan opsi latihan di Bali United Training Center agar sesuai dengan waktu pertandingan. Setelah mendapat informasi dari Panpel Bali United, jadwal latihan Persebaya diundur menjadi pukul 17.00-18.00 WITA.
Penjelasan Kronologi Keterlambatan Bus
Menurut Koordinator Panitia Lokal, Rojak, bus pertama sudah tiba di lokasi penjemputan sejak siang hari. Namun, pada pukul 14.15 WITA, ditemukan masalah pada AC bus yang mati. Sebagai respons, panpel langsung meminta bus pengganti segera dikirim.
Bus pengganti yang lebih baik tiba di lokasi pada pukul 14.55 WITA. Meski begitu, karena ingin mempercepat proses, beberapa pemain Persebaya memilih naik taksi online. Pihak panpel menegaskan bahwa mereka telah berupaya memberikan layanan sesuai regulasi.
Tanggung Jawab dan Persiapan Laga
Erwin Hardiyono, Ketua Panpel Arema FC, menambahkan bahwa persiapan laga ini sangat menantang karena izin resmi dan rekomendasi polisi baru keluar pada 22 April 2026. Hal ini membuat panpel hanya memiliki waktu efektif selama 5 hari untuk bergeser dari Malang ke Bali.
“Kami berharap hal ini menjadi pelajaran berharga dan tidak perlu dibesar-besarkan secara negatif. Semua sudah dicarikan solusi terbaik dan situasi antara kedua pihak tetap kondusif menjelang pertandingan,” ujar Erwin.
Strategi Marcos Santos Hadapi Persebaya
Sementara itu, pelatih Arema FC, Marcos Santos, berencana mengubah strategi dalam menghadapi Persebaya. Tim Singo Edan membawa modal positif dengan empat laga tak terkalahkan, termasuk hasil imbang melawan Persib Bandung.
Marcos Santos menilai bahwa Persebaya adalah tim yang kuat dengan transisi cepat. Oleh karena itu, ia meminta para pemain untuk lebih waspada dan meminimalisir kesalahan.
“Pemain harus lebih siap. Peluang di depan gawang harus bisa kita maksimalkan lebih fokus untuk bisa mencetak gol, dan bisa bantu pertahanan, karena kami tahu, Persebaya adalah tim yang kuat,” ujarnya.
Pemain yang Patut Diwaspadai
Marcos Santos juga menilai dua pemain Persebaya yang patut diwaspadai, yaitu Rivera dan Bruno Moreira. Kedua pemain ini dinilai memiliki peran penting dalam permainan Bajul Ijo.
Selain itu, pelatih asal Brasil ini mengakui bahwa Persebaya memiliki permainan yang cukup cepat. “Kami sudah melihat permainan Persebaya. Mereka merupakan tim yang kuat, transisi mereka cepat, kami tahu ada pemain yang penting seperti Rivera dan Bruno,” tambahnya.
Kesimpulan
Insiden keterlambatan bus yang menimpa Persebaya Surabaya menjelang laga Derby Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya menjadi perhatian publik. Namun, pihak panpel Arema FC telah memberikan klarifikasi dan solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut.
Dalam persiapan laga, Marcos Santos berkomitmen untuk menghadapi Persebaya dengan strategi agresif dan kesiapan maksimal. Dengan modal positif dan evaluasi yang dilakukan, Arema FC berharap bisa meraih kemenangan di laga ini.







