Kembalinya Arthur Cunha ke Stadion Kanjuruhan
Arthur Cunha, bek legendaris Arema FC, kembali menginjakkan kaki di Stadion Kanjuruhan setelah enam tahun meninggalkan Indonesia. Ia hadir dalam pertandingan Arema FC melawan Malut United di lanjutan kompetisi Super League 2025-2026. Rasa rindu terhadap atmosfer Aremania yang “fantastis” membuatnya rela mengubah jadwal perjalanan dari Bali hanya untuk menyempatkan diri datang ke Malang.
Arthur mengungkapkan bahwa Malang selalu memiliki tempat spesial di hatinya. Selama empat musim memperkuat Arema FC, ia berhasil membawa tim meraih dua Piala Presiden. Meski kini telah pensiun, ia tetap menjaga hubungan baik dengan pemain dan pelatih Arema FC.
Ia juga mengakui bahwa meskipun stadion Kanjuruhan telah direnovasi dan tampak lebih modern, atmosfer lama yang penuh semangat sulit tergantikan. Arthur berharap Aremania bisa kembali memenuhi stadion seperti dulu agar suasana pertandingan kembali terasa hidup.
Harapan untuk Arema FC
Kehadiran Arthur Cunha di tribun VVIP menarik perhatian banyak Aremania. Ia ditemani oleh istrinya dan terlihat akrab dengan beberapa pemain Arema FC, termasuk Joel Vinicius yang sedang absen karena kartu merah. Banyak Aremania meminta foto dan tanda tangan dari mantan pemain mereka.
Meski Arema FC ditahan imbang Malut United dengan skor 1-1, Arthur tetap optimis. Ia yakin Singo Edan mampu bangkit dan mencapai posisi top 5 klasemen Liga 1. Ia mengatakan bahwa Arema FC telah bekerja keras, meski belum berhasil meraih kemenangan.
Perjuangan Skuad Arema FC
Pertandingan tersebut menjadi tantangan berat bagi Arema FC yang tampil pincang akibat absennya tujuh pemain utama. Formasi 5-4-1 yang digunakan oleh Marcos Santos berhasil menahan serangan Malut United, terutama pergerakan berbahaya dari Sayuri dan rekan-rekannya.
Gol bunuh diri Nilson Barbosa pada menit ke-26 membuat Arema FC unggul, namun Malut United mampu menyamakan skor melalui penalti David da Silva pada menit ke-42. Meski begitu, performa tim tetap diapresiasi oleh pelatih Marcos Santos.
Apresiasi Pelatih dan Rasa Syukur Pemain
Marcos Santos memuji kerja keras anak asuhnya, meskipun banyak pemain yang absen. Ia menyebut bahwa tim mampu meladeni permainan Malut United yang dianggap sebagai salah satu tim terkuat di Liga 1.
Bek Anwar Rifai yang tampil penuh selama 90 menit mengungkapkan rasa syukur atas hasil imbang ini. Ia mengakui bahwa pertandingan sangat sulit, namun tim tetap mampu meraih satu poin.







