Makan Sahur Saat Imsak: Apakah Masih Diperbolehkan?
Menjelang bulan Ramadhan, momen makan sahur selalu menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah masih boleh menyelesaikan makan sahur saat imsak. Di kalender imsakiyah, waktu imsak biasanya tercantum 5–10 menit sebelum azan Subuh, dan banyak orang mengakhiri makan sahur di waktu tersebut. Bagi sebagian orang, waktu ini terasa membingungkan dan menimbulkan kekhawatiran akan sah atau tidaknya puasa. Namun, jika dipahami dengan baik, jawabannya cukup jelas dan menenangkan.
Apa Itu Imsak?
Secara bahasa, imsak berarti “menahan diri”. Dalam praktiknya, imsak bukanlah penanda dimulainya puasa, melainkan pengingat agar kita bersiap-siap mengakhiri sahur. Dalam syariat Islam, batas akhir makan dan minum adalah ketika fajar atau waktu Subuh benar-benar masuk. Artinya, selama belum masuk waktu Subuh, seseorang masih diperbolehkan untuk makan dan minum, termasuk di waktu imsak. Perkara imsak juga ditegaskan oleh banyak ulama dan lembaga keagamaan Islam di Indonesia.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), misalnya, menjelaskan bahwa imsak hanyalah bentuk kehati-hatian agar umat Islam tidak kebablasan hingga masuk waktu Subuh. Puasa tidak dimulai saat imsak, melainkan saat fajar terbit.
Dalil Alquran yang Menentukan Batas Akhir Sahur
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 187:
“Dan makan serta minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar… “
Ayat ini menjelaskan bahwa batas makan sahur adalah saat terbitnya fajar (Subuh), bukan waktu imsak yang biasanya ditetapkan berdasarkan kalender atau kebiasaan.
Hadits Tentang Sahur dan Waktu Subuh
Rasulullah SAW juga pernah bersabda tentang sahur saat bersama para sahabat. Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit bahwa beliau berkata:
“Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, lalu beliau menunaikan salat. Jarak antara sahur dan azan Subuh kira-kira sepanjang bacaan 50 ayat Al-Qur’an.”
Hadis ini menunjukkan bahwa sahur Rasulullah SAW berlanjut hingga menjelang waktu Subuh, dan Rasulullah memberi jeda antara akhir makan dengan waktu subuh setara bacaan 50 ayat Alquran.
Waktu imsak yang biasa kita lihat pada kalender adalah jeda sekaligus pengingat supaya tidak kecolongan masuk waktu Subuh. Umat Islam masih bisa makan dan minum di waktu imsak, yang penting berhenti sebelum waktu subuh.
Mengapa Imsak Tetap Ada?
Imsak tetap dicantumkan dalam kalender bukan tanpa alasan. Waktu ini membantu umat Islam agar lebih tertib dan tidak terburu-buru di menit-menit terakhir sahur. Dengan adanya imsak, seseorang punya jeda untuk mengakhiri makan, membersihkan mulut, dan bersiap melaksanakan shalat Subuh dengan lebih khusyuk.
Kesimpulan
Jadi, jawabannya adalah boleh makan dan minum saat Imsak selama belum masuk waktu Subuh. Puasa baru dimulai ketika azan Subuh berkumandang atau fajar terbit. Meski demikian, berhenti makan saat imsak tetap dianjurkan sebagai bentuk kehati-hatian dan kedisiplinan.







