Misi Lebih Dalam di Balik Touring Maxdecal
Maxdecal, yang dikenal sebagai produsen stiker dan paint protection film (PPF) untuk industri otomotif, kini menghadirkan inisiatif baru dengan nama Maxdecal Foodie. Program ini tidak hanya tentang eksplorasi jalan-jalan, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih dalam, yaitu membantu pelaku UMKM kuliner di berbagai daerah, khususnya Indonesia Timur.
Program Maxdecal Foodie diluncurkan melalui kolaborasi dengan pasangan penjelajah roda dua, Ricky Rinaldo dan Adriana Vonny Ramli, yang dikenal dengan nama Pasutri Touring. Mereka akan melakukan perjalanan bertajuk Maxdecal Journey to the East, yang resmi dilepas pada Sabtu (25/4/2026). Rute perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Larantuka, Flores, sebagai pintu masuk eksplorasi kawasan timur Indonesia.
Kolaborasi yang Tepat Waktu
Project Director & RnD Maxdecal, Nofian Hendra, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari strategi yang telah dipersiapkan. “Kolaborasi ini terjadi karena momen yang tepat. Pasutri Touring merencanakan perjalanan besar, sementara kami baru saja meluncurkan program ‘Maxdecal Foodie’. Kami melihat bahwa kendaraan adalah media promosi yang sangat efektif untuk mengenalkan kekayaan kuliner daerah secara langsung di lapangan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Perjalanan yang Berbeda dari Biasanya
Berbeda dari touring pada umumnya, perjalanan ini membawa misi yang lebih luas. Selama perjalanan, pasangan rider tersebut tidak hanya menempuh jarak ribuan kilometer, tetapi juga aktif mengunjungi pelaku usaha kuliner lokal, mencicipi produk, serta mendokumentasikan cerita di balik setiap usaha yang mereka temui.
“Perjalanan ini bukan sekadar touring biasa, mereka akan mengunjungi pelaku usaha kuliner lokal, mencicipi produk, serta mendokumentasikan dan membagikan cerita inspiratif di balik setiap sajian kepada publik,” tambah Nofian.
Durasi dan Jarak yang Panjang
Dari sisi pelaku perjalanan, Ricky Rinaldo mengungkapkan bahwa touring kali ini akan berlangsung dalam durasi panjang dengan cakupan wilayah yang luas. “Total jarak tempuh diperkirakan sekitar 7.000 km pulang pergi, dengan durasi perjalanan 40 sampai 50 hari. Waktu tersebut akan kami manfaatkan untuk mengeksplorasi kuliner di tiap daerah yang dilalui,” jelasnya.
Touring menuju Larantuka dari Jakarta dipilih bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal memiliki karakter kuat dari sisi budaya dan kuliner, sekaligus menjadi gerbang menuju destinasi lain di Indonesia Timur yang masih relatif belum banyak terekspos.

Dari titik tersebut, perjalanan akan berlanjut menyusuri berbagai daerah dengan potensi kuliner lokal yang beragam. Melalui program ini, Maxdecal juga memperkenalkan pendekatan promosi yang berbeda dengan memanfaatkan kendaraan sebagai media berjalan. Setiap titik kuliner yang dikunjungi akan mendapatkan stiker eksklusif sebagai penanda dukungan sekaligus identitas visual yang diharapkan dapat meningkatkan visibilitas brand UMKM di mata masyarakat luas.
Komitmen Jangka Panjang
Nofian menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif. “Dalam program ‘Maxdecal Foodie’ ini, kami juga akan memberikan stiker eksklusif di setiap titik kuliner sebagai penanda bahwa UMKM tersebut telah mendapatkan dukungan dari Maxdecal. Ini sekaligus menjadi identitas visual yang membantu meningkatkan visibilitas brand kuliner lokal,” katanya.
Lewat kombinasi antara aktivitas touring dan kampanye kreatif, Maxdecal ingin menunjukkan bahwa kendaraan tidak hanya berfungsi sebagai alat mobilitas, tetapi juga bisa menjadi medium promosi yang efektif. Touring pun tidak lagi sekadar soal menaklukkan jarak, melainkan juga menghadirkan dampak nyata bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Program Maxdecal Foodie menunjukkan inovasi dalam cara mempromosikan UMKM kuliner. Dengan menggabungkan touring dan pemasaran kreatif, Maxdecal tidak hanya memperluas jangkauan mereknya, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk dikenal oleh lebih banyak orang. Dengan demikian, program ini menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah melalui inisiatif yang berkelanjutan.







