Bupati Tulungagung Ditangkap KPK
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo (58) ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menjadi kepala daerah ke-11 yang ditangkap oleh lembaga antikorupsi tersebut selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sebelumnya, beberapa kepala daerah dari hasil Pilkada serentak juga telah ditangkap oleh KPK. Mereka termasuk Abdul Azis (Bupati Kolaka Timur), Abdul Wahid (Gubernur Riau), Sugiri Sancoko (Bupati Ponorogo), Ardito Wijaya (Bupati Lampung Tengah), Ade Kuswara Kunang (Bupati Bekasi), Maidi (Wali Kota Madiun), Sudewo (Bupati Pati), Fadia Arafiq (Bupati Pekalongan), Muhammad Fikri Thobari (Bupati Rejang Lebong), dan Syamsul Auliya Rachman (Bupati Cilacap).
Pada operasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (10/4/2026), KPK mengamankan 16 orang termasuk Gatut. Namun, status hukum mereka masih sebagai terperiksa. Petugas KPK melakukan penggeledahan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso dan kantor Dinas PUPR.
Hingga saat ini, bentuk kasus korupsi yang menyeret pejabat Tulungagung itu belum diketahui secara pasti. OTT KPK di Tulungagung menjadi pukulan telak bagi Gatut sebab ia baru setahun menjabat bupati dan ini periode pertamanya.
Latar Belakang dan Perjalanan Politik
Sebelum menjabat sebagai Bupati Tulungagung, Gatut pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2021–2024. Ia lahir di Tulungagung pada 17 Desember 1967 dan memiliki latar belakang sebagai pengusaha toko bangunan. Usahanya berkembang di Tulungagung dan Trenggalek.
Setelah sukses dalam berbisnis, Gatut kemudian memasuki dunia politik dengan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sejak tahun 2018 hingga 2024. Pemilu Daerah (Pilkada) serentak membuatnya pindah ke Partai Gerindra, partai penguasa saat ini.
Pada Pilkada Tulungagung 2024, Gatut maju bersama Ahmad Baharudin dan meraih 297.882 suara atau sekitar 50,72 persen. Hasil tersebut mengantarkan dirinya menjadi Bupati Tulungagung untuk periode 2025–2030.
Dalam perjalanan politiknya, Gatut juga aktif dalam berbagai organisasi, termasuk sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak 2004.
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 3 September 2024, Gatut memiliki total kekayaan sebesar Rp 18.078.162.376.
Tanah dan Bangunan
- Tanah dan bangunan seluas 346 m²/150 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 205.950.000
- Tanah dan bangunan seluas 180 m²/150 m² di Surabaya, hasil sendiri Rp 1.800.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 144 m²/120 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 333.330.000
- Tanah seluas 3.045 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.812.500.000
- Tanah seluas 2.494 m² di Tanah Laut, hasil sendiri Rp 1.187.619.000
- Tanah seluas 787 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 633.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 860 m²/56 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 716.600.000
- Tanah dan bangunan seluas 312 m²/200 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.166.000
- Tanah seluas 1.280 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 422.330.000
- Tanah seluas 2.199 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.285.000
- Tanah seluas 560 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 200.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 426 m²/316 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.571.428.000
- Tanah seluas 280 m² di Trenggalek, hasil sendiri Rp 98.214.000
- Tanah seluas 848 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 504.761.000
- Tanah dan bangunan seluas 2.786 m²/929 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.648.800.000
- Tanah seluas 1.048 m² di Trenggalek, hasil sendiri Rp 249.500.000
- Tanah dan bangunan seluas 795 m²/200 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 770.800.000
- Tanah dan bangunan seluas 1.940 m²/425 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.359.000.000
- Tanah seluas 425 m² di Trenggalek, hasil sendiri Rp 110.428.000
- Tanah seluas 272 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 800.000.000
- Tanah seluas 1.948 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 300.000.000
Alat Transportasi dan Mesin
- Mobil Toyota Vellfire 2018, Rp 800.000.000
- Mobil Mitsubishi Pajero Sport 2018, Rp 425.000.000
- Mobil Toyota Innova 2021, Rp 450.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2009, Rp 37.500.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2001, Rp 37.500.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2007, Rp 45.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2007, Rp 45.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2012, (nilai tidak tercantum)
- Mobil Mitsubishi Truck 2004, Rp 40.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2003, Rp 27.500.000
- Mobil Mitsubishi L300 2002, Rp 17.500.000
- Motor Honda 2008, Rp 3.250.000
- Motor Honda 2006, Rp 4.500.000
- Motor Honda 2007, Rp 3.000.000
- Motor Honda 2015, Rp 3.000.000
- Motor Honda 2012, Rp 4.500.000
- Motor Yamaha 2005, Rp 2.250.000
Harta Lainnya
- Harta bergerak lainnya: Rp 665.000.000
- Kas dan setara kas: Rp 84.951.376







