Penyakit Cacar Api dan Dampaknya yang Serius
Cacar api, atau dalam istilah medis dikenal sebagai Herpes Zoster, adalah penyakit yang diketahui menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa pada tubuh. Bahkan, sebuah studi menyebutkan bahwa efek nyeri dari penyakit ini bisa lebih parah daripada saat melahirkan. Penyakit ini muncul akibat reaktivasi virus Varisela zoster, yang sebelumnya menyebabkan cacar air. Risiko terkena cacar api lebih tinggi pada orang dengan usia lanjut.
Infeksi cacar api tidak hanya menimbulkan nyeri yang hebat, tetapi juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan lainnya. Hal ini tentu memberikan dampak jangka panjang, bahkan permanen. Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko dan cara pencegahan yang tepat agar bisa menghindari kondisi ini.
Penyintas Cacar Air Berisiko Kena Cacar Api
Cacar api sebenarnya berisiko terjadi pada orang yang pernah mengalami cacar air sebelumnya. Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospital, Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP(K), virus Varisela zoster yang menyebabkan cacar air tidak akan hilang sepenuhnya dari tubuh. Ketika imunitas menurun, virus ini bisa kembali aktif dan menjadi cacar api.
“Ketika nanti suatu saat imunitas menurun, barulah dia (virusnya) keluar dan jadi cacar api,” kata Dokter Vito dalam diskusi media Cegah Cacar Api Tanpa Tapi bersama para ahli.
Penyakit ini perlu diwaspadai karena bisa bertahan hingga bertahun-tahun dan menyebabkan dampak permanen. Penderita diabetes, kanker, hingga gangguan autoimun memiliki risiko yang lebih tinggi terkena cacar api.
Risiko Cacar Api Lebih Tinggi pada Penderita Kardiovaskular

Bukan hanya menimbulkan nyeri dan ruam pada kulit, cacar api ternyata juga dapat memicu penyakit kardiovaskular. Data dari sebuah jurnal menunjukkan bahwa penderita penyakit kardiovaskular berisiko 34 persen lebih tinggi terinfeksi cacar api.
”Nyerinya (cacar api) hebat sekali, karena itu sarafnya yang kena. Kalau sarafnya terkena otomatis sakit sekali. Apa yang terjadi? Tensinya naik, nadinya naik, terus seperti itu akan terus memperberat pasien kita,” ungkap Ketua Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP, FIHA.
Kondisi pasien yang imunnya melemah juga menambah risiko terjadinya cacar api. Untuk itu, pentingnya pencegahan agar virus akibat cacar api tidak kembali aktif dan menyebabkan berbagai risiko penyakit.
Pentingnya Menjaga Imunitas untuk Mencegah Cacar Api

Risiko cacar api memang tidak dapat sepenuhnya hilang dari tubuh, namun dapat dicegah dan diatasi. Cacar api pada dasarnya disebabkan oleh virus yang menyerang imunitas tubuh, sehingga cara paling tepat adalah menjaga imunitas agar tetap fit.
”Sistem imun itu naik turun, jadi kadang-kadang dia bagus, kadang-kadang jelek. Sistem imun itu tergantung dari lifestyle yang sehat,” jelas Dokter Ade.
Sistem imun perlu dijaga, terlebih pada kelompok rentan atau usia lanjut yang imunitasnya menurun seiring bertambahnya usia. Untuk menjaga imunitas, cara paling sederhana yang dapat dilakukan adalah menerapkan gaya hidup sehat, menghindari stres, dan mengonsumsi makanan bergizi.
“Kalau kita stres, imunnya turun. Jadi harus betul-betul menikmati (kehidupan), jangan terlalu banyak dipikirkan. Makan itu juga penting, kita harus coba makan makanan yang meningkatkan sistem imun kita,” tambahnya.
Vaksinasi Bantu Cegah Risiko Cacar Api

Vaksinasi untuk cegah cacar api berbeda dengan vaksinasi yang dilakukan saat kecil, karena cacar api dapat kembali aktif bahkan berulang pada usia dewasa, terlebih saat menginjak usia 50 tahun ke atas.
”Cacar api itu bisa berulang kalau daya tahan tubuhnya rendah, oleh karena itu tadi sarannya pokoknya lifestyle nya harus sehat, terus kemudian vaksinasi supaya nanti nggak timbul,” pungkas Dokter Ade.
Selain mengurangi risiko terjadinya cacar api, vaksinasi juga dapat mencegah infeksi berulang bagi yang sudah pernah mengalami cacar api sebelumnya. Pencegahan penyakit ini penting karena cacar api dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kebutaan, gangguan pendengaran, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, hingga Neuralgia Pasca Herpes (NPH).
FAQ Seputar Cacar Api
Question: Cacar api itu seperti apa ya?
Answer: Cacar Api biasanya muncul sebagai ruam melepuh yang terasa gatal. Ruam ini muncul di sisi kanan atau kiri tubuh, biasanya tidak melewati bagian tengah.
Question: Cacar api tidak boleh apa?
Answer: Pantangan utama cacar api (herpes zoster) adalah menghindari makanan tinggi arginin (cokelat, kacang-kacangan), makanan olahan/cepat saji, gorengan, gula tinggi, alkohol, dan kafein untuk mencegah peradangan makin parah.
Question: Kena cacar api apa boleh mandi?
Answer: Ya, penderita cacar api (herpes zoster) boleh dan dianjurkan untuk mandi. Mandi membantu menjaga kebersihan kulit, mengurangi gatal, dan mencegah infeksi sekunder.
Question: Benarkah Penyakit Kronis Bisa Memicu Cacar Api? Ini Faktanya!
Answer: Orang yang pernah kena cacar air bisa kena cacar api, kok bisa? Jangan sepelekan, cacar api pada anak bisa sebabkan komplikasi fatal.







