Metode Pembelajaran Inovatif untuk Mengajarkan Pencemaran Lingkungan
Pembelajaran yang kreatif dan berbeda dari metode konvensional sering kali memberikan dampak positif yang besar bagi para siswa. Hal ini juga terlihat pada sebuah inovasi yang dilakukan oleh seorang guru SDN Danawarih 03 di Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Guru tersebut adalah Juni Tri Setiyono, yang dikenal dengan metode pembelajaran “Eco-Rotation” yang menarik perhatian banyak pihak.
Apa Itu Eco-Rotation?
Eco-Rotation merupakan modifikasi dari model pembelajaran Station Rotation atau Rotasi Stasiun. Dalam praktiknya, metode ini menggabungkan pengalaman langsung dengan teknologi dan pengamatan lingkungan nyata. Tujuannya adalah agar siswa lebih memahami tentang pencemaran lingkungan melalui pengalaman langsung.
Metode ini digunakan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) khususnya untuk materi tentang pencemaran udara, air, dan tanah. Dengan menggunakan tiga stasiun utama, siswa dapat melakukan aktivitas yang berbeda-beda, seperti:
- Menggunakan papan interaktif digital
- Memanfaatkan laptop untuk mencari informasi
- Mengamati lingkungan nyata di sekitar sekolah, seperti aliran sungai atau selokan yang tercemar dan terdapat sampah
Dengan metode ini, siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang membuat mereka lebih memahami dampak dari pencemaran lingkungan.
Proses Pembelajaran yang Menyenangkan
Dalam setiap sesi pembelajaran, siswa dibagi menjadi tiga kelompok kecil. Setiap kelompok akan melakukan rotasi dari satu stasiun ke stasiun lainnya selama 10 menit. Dengan begitu, setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengalami semua jenis aktivitas yang disediakan.
Hal ini membuat proses pembelajaran tidak monoton dan sangat menarik bagi siswa. Mereka merasa antusias dan bersemangat karena bisa melakukan praktik langsung baik di dalam maupun di luar kelas.
Sebagai contoh, siswa kelas 5 SD Negeri Danawarih 03, Dinda Zaskia Putri, menyebut metode pembelajaran yang diberikan oleh Pak Juni sangat menarik dan menyenangkan. Ia bersama teman-temannya bisa melakukan praktik langsung di kelas dan luar kelas, sehingga memudahkan mereka dalam memahami materi.
Dampak Positif dari Eco-Rotation
Selain meningkatkan pemahaman siswa tentang pencemaran lingkungan, metode ini juga membantu meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan. Setelah praktik, siswa melihat secara langsung masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke sungai. Hal ini memicu rasa tanggung jawab dan kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar.
Dalam hal ini, Juni juga mempraktikkan kampanye peduli lingkungan dengan membuat poster. Poster-poster ini diproduksi oleh siswa sebagai bentuk ekspresi dari apa yang telah mereka pelajari dan amati.
Peran Guru Sebagai Fasilitator
Juni Tri Setiyono juga aktif sebagai fasilitator Tanoto Foundation sejak tahun 2021. Dalam perannya ini, ia mendapatkan banyak manfaat, terutama dalam hal mengupdate diri dan mengembangkan kemampuan manajemen waktu dalam mengajar. Selain itu, ia juga bisa memberikan saran dan praktik baik kepada rekan-rekan guru di sekolah.
Guru yang telah mengajar di SD Negeri Danawarih 03 sejak tahun 2019 ini juga dikenal sebagai sosok yang aktif berkegiatan, baik di dalam maupun luar sekolah. Ia pernah menjadi narasumber di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah.
Apresiasi dari Kepala Sekolah
Kepala SD Negeri Danawarih 03, Kondang Hartoyo, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi yang dilakukan oleh Juni Tri Setiyono. Ia menilai bahwa metode pembelajaran yang diberikan oleh Pak Juni sangat inovatif dan bisa menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya.
Harapan dari Kondang adalah agar inovasi yang dilakukan oleh Pak Juni dapat berkembang lebih baik lagi dan menyebar ke guru-guru lain di Kecamatan Balapulang serta secara umum di Kabupaten Tegal.






