Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Persipura Melaju ke Playoff Usai Kalahkan Persiku 2-0 di Stadion Lukas Enembe

    6 Mei 2026

    Doa Setelah Sholat Subuh dan Manfaat Waktu Subuh untuk Rezeki Lancar

    5 Mei 2026

    Stok Hewan Kurban Jatim Melimpah, Khofifah Targetkan Ekspor ke Arab Saudi

    5 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 6 Mei 2026
    Trending
    • Persipura Melaju ke Playoff Usai Kalahkan Persiku 2-0 di Stadion Lukas Enembe
    • Doa Setelah Sholat Subuh dan Manfaat Waktu Subuh untuk Rezeki Lancar
    • Stok Hewan Kurban Jatim Melimpah, Khofifah Targetkan Ekspor ke Arab Saudi
    • Kuliner Makassar di Surabaya: Daeng Banna Sajikan Konro Bakar Asli
    • Jatim Paling Dicari: Mobil Tabrak 8 Motor & Tips Pilih Daycare
    • 61.000 Jemaah Tiba di Madinah, Umrah Wajib Dimulai di Makkah
    • Prakiraan Cuaca Sulawesi Utara 4 Mei 2026: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
    • Bawa suara anak Indonesia ke dunia, tim Garuda Baru berangkat ke Meksiko
    • Sawah Kering: Gajah di Tengah Kekeringan
    • Klasemen MotoGP Prancis 2026 Ditunggu, Lihat Jadwal Moto3, Moto2, dan Balapan MotoGP
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»CEO Perusahaan Teknologi: 2 Jenis Orang yang Sukses di Era AI

    CEO Perusahaan Teknologi: 2 Jenis Orang yang Sukses di Era AI

    adm_imradm_imr30 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pandangan tentang Masa Depan Karier di Era AI

    CEO Palantir, Alex Karp, memberikan pandangan yang menarik mengenai siapa yang akan sukses di era kecerdasan buatan (AI). Ia menyatakan bahwa hanya dua tipe orang yang akan unggul: mereka yang memiliki keterampilan teknis dan individu neurodivergen. Pendapat ini menunjukkan bahwa perubahan besar dalam pasar tenaga kerja akan memengaruhi cara kita bekerja dan belajar.

    Keterampilan Teknis dan Neurodivergensi

    Karp menekankan bahwa keterampilan teknis spesifik, seperti teknisi listrik atau tukang ledeng, lebih sulit diotomatisasi dan semakin dibutuhkan. Hal ini terkait dengan pembangunan pusat data besar-besaran dan kekurangan tenaga kerja di AS. Kategori pertama ini mencerminkan konsensus yang semakin kuat di kalangan para ahli.

    Sementara itu, kategori kedua yang disebut Karp bersifat lebih personal. Ia sendiri terbuka tentang pengalamannya hidup dengan disleksia, gangguan belajar yang memengaruhi kemampuan membaca dan menulis. Secara lebih luas, neurodivergensi mencakup kondisi seperti ADHD dan autisme. Menurut Karp, perbedaan kognitif ini justru bisa menjadi keunggulan di era AI karena pola pikir yang dihasilkan.

    Ia menilai kesuksesan akan berpihak pada individu yang mampu berpikir berbeda, berani mengambil risiko, serta memiliki kreativitas tinggi dalam melihat dan membangun sesuatu yang unik. Studi Gartner menunjukkan bahwa sekitar seperlima organisasi penjualan di perusahaan Fortune 500 diperkirakan akan aktif merekrut talenta neurodivergen pada 2027 untuk meningkatkan kinerja bisnis.

    Peran Pendidikan Tinggi di Era AI

    Meski Karp pesimistis terhadap pendidikan humaniora, tidak semua pemimpin teknologi sepakat dengan pandangan tersebut. Jaime Teevan, kepala ilmuwan Microsoft, menilai pendidikan tinggi, khususnya ilmu humaniora, justru tetap relevan di era AI. Ia menekankan pentingnya keterampilan metakognitif seperti fleksibilitas, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan keberanian menantang ide.

    Di sisi lain, Daniela Amodei, salah satu pendiri perusahaan AI Anthropic, menyatakan bahwa nilai-nilai kemanusiaan akan semakin penting di era AI. Ia menekankan bahwa hal-hal yang membuat kita manusia justru akan menjadi lebih penting, bukan sebaliknya. Perusahaan kini mencari individu dengan kemampuan komunikasi yang baik, empati tinggi, rasa ingin tahu, dan keinginan untuk membantu orang lain.

    Pekerjaan yang Rentan dan Aman dari AI

    Studi terbaru dari GovAI dan Brookings Institution menunjukkan bahwa sekitar 37,1 juta pekerja di AS berada dalam kategori paparan AI tertinggi, termasuk penulis, layanan pelanggan, dan penerjemah. Namun, sekitar 26,5 juta di antaranya memiliki kemampuan adaptasi yang cukup tinggi, sehingga berpeluang beralih ke pekerjaan lain jika terdampak.

    Pekerja yang lebih mudah beradaptasi umumnya memiliki pendidikan lebih tinggi, pengalaman beragam, berusia di bawah 55 tahun, serta tinggal di wilayah dengan pasar kerja yang kuat. Carol Chouinard dari Optum Advisory menilai bahwa pendidikan tinggi membantu individu lebih siap untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan baru.

    Namun, penelitian tersebut juga menemukan bahwa pekerja administrasi dan perkantoran memiliki tingkat paparan AI tertinggi dengan kemampuan adaptasi terendah. Sebanyak 86 persen dari kelompok ini adalah perempuan, yang berarti mereka berisiko terdampak secara tidak proporsional.

    Pekerjaan di Sektor Kesehatan

    Di sektor kesehatan, sebagian besar pekerjaan masih relatif aman dari dampak AI. Profesi seperti teknolog bedah, perawat, dokter, serta teknisi laboratorium memiliki risiko rendah. Namun, beberapa peran seperti pekerja sosial kesehatan, teknisi farmasi, dan tenaga administrasi medis dinilai lebih rentan terhadap otomatisasi.

    Kesimpulan

    Pandangan Alex Karp tentang masa depan karier di era AI menunjukkan bahwa keterampilan teknis dan neurodivergensi akan menjadi kunci keberhasilan. Namun, pendidikan tinggi dan keterampilan humaniora tetap relevan dalam menghadapi perubahan ini. Di tengah tantangan AI, penting bagi individu untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Sawah Kering: Gajah di Tengah Kekeringan

    By adm_imr5 Mei 20261 Views

    Perbandingan Internet Rakyat vs MyRepublic Air, 100 Mbps Hanya Rp100 Ribu

    By adm_imr5 Mei 20261 Views

    Toyota Calya 2026: Desain Modern, Hemat BBM, Harga Terjangkau

    By adm_imr5 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Persipura Melaju ke Playoff Usai Kalahkan Persiku 2-0 di Stadion Lukas Enembe

    6 Mei 2026

    Doa Setelah Sholat Subuh dan Manfaat Waktu Subuh untuk Rezeki Lancar

    5 Mei 2026

    Stok Hewan Kurban Jatim Melimpah, Khofifah Targetkan Ekspor ke Arab Saudi

    5 Mei 2026

    Kuliner Makassar di Surabaya: Daeng Banna Sajikan Konro Bakar Asli

    5 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?