Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Berita Terkini Sulut: Kebijakan WFH Dua Hari Minggu untuk ASN Mulai Berlaku

    5 April 2026

    Puter Kayun: Ritual Warga Banyuwangi Menepati Janji kepada Leluhur yang Membuka Jalan

    5 April 2026

    Warga Gelar Ritual “Buk-buk Teng” Cari Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar

    5 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 5 April 2026
    Trending
    • Berita Terkini Sulut: Kebijakan WFH Dua Hari Minggu untuk ASN Mulai Berlaku
    • Puter Kayun: Ritual Warga Banyuwangi Menepati Janji kepada Leluhur yang Membuka Jalan
    • Warga Gelar Ritual “Buk-buk Teng” Cari Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar
    • Garis waktu gejala campak harian
    • Stok Elpiji 3 kg di Bangkalan Aman, Harga Sesuai HET Tapi Distribusi Tersendat
    • Prediksi Final Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series
    • Ade Supriyatna: KUHAP 2025 Bawa Keadilan Lebih Manusia dan Pro Rakyat
    • Wisata Beltim Ramai Saat Lebaran, Pantai Punai dan Kulong Minyak Jadi Favorit
    • Jadwal tayang sinetron baru Arya Saloka di RCTI, dipengaruhi janji bintangi artis Banjarmasin
    • 5 alasan transmisi CVT lebih halus, tetapi kurang responsif saat menyalip
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hiburan»Curhat Ardit Erwandha tentang Perjuangannya Memvalidasi Diri di Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’

    Curhat Ardit Erwandha tentang Perjuangannya Memvalidasi Diri di Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’

    adm_imradm_imr19 Maret 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ardit Erwandha Berani Tampil di Dunia Drama dengan Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

    Dikenal sebagai salah satu komedian yang terus berkembang di dunia hiburan, Ardit Erwandha kini mencoba tantangan baru dengan memerankan karakter Arga dalam film “Tunggu Aku Sukses Nanti”. Kali ini, ia tidak hanya bermain di zona komedi, tetapi juga menghadirkan emosi yang mendalam dan penuh makna. Peran ini terasa sangat personal bagi Ardit karena mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupannya sehari-hari.

    Pengakuan Awal: Tidak Butuh Akting untuk Merasa Minder



    Memerankan karakter Arga yang sering dibanding-bandingkan dengan sepupunya yang sukses, Ardit mengaku bahwa perasaan minder itu muncul secara alami. Ia merasa bahwa tekanan dari lingkungan dan lawan mainnya membuat dirinya merasa “kecil”.

    “Saya tidak butuh acting untuk minder karena memang udah sepantasnya saya minder,” ujarnya sambil tertawa saat berbincang dengan POPBELA.

    Keberadaan aktor-aktor senior seperti Ayu Lasmi, Sarah Sehan, dan Ari Wahab di lokasi syuting membantu Ardit dalam membangun suasana canggung yang nyata. Dari awal proses reading, atmosfer tersebut sudah sangat mendukung.

    Sakitnya Dibandingkan dengan Sepupu Bikin Relate dengan Banyak Orang



    Salah satu konflik utama dalam film ini adalah ketika Arga terus-menerus dibandingkan dengan sepupunya yang lebih sukses. Ardit menjelaskan bahwa momen paling menyakitkan bagi Arga bukanlah kegagalan, melainkan usaha untuk membela harga diri orang tuanya yang tetap tidak dianggap.

    “Ara dikisahkan mencoba memberikan segalanya demi menyelamatkan orang tua dari sindiran tante-tantenya. Namun, realita pahit kembali menghantam ketika ia menyadari bahwa sekeras apa pun ia berjuang, ia tetap merasa tidak ada apa-apanya dibanding sepupunya yang lain.”

    Bagi Ardit, memerankan sisi sensitif ini membutuhkan kedalaman emosi karena Arga tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk martabat keluarganya. Rasa lelah dan kesedihan yang dirasakan oleh Arga menjadi inti dari konflik batin yang ingin disampaikannya kepada penonton.

    Emosi yang Meledak Bak Bom Waktu yang Tersimpan Rapi



    Banyak yang mengira Arga adalah sosok yang tempramen, padahal sebenarnya ia sangat penyabar. Ardit menjelaskan bahwa amarah yang terlihat di trailer film adalah hasil akumulasi rasa kesal yang sudah dipupuk sejak kecil. Ia harus menahan emosi tersebut selama bertahun-tahun melalui berbagai momen pertemuan keluarga atau Lebaran yang penuh tekanan.

    Selama proses syuting, Ardit dan sutradara Naya Anindita sepakat untuk membangun emosi Arga lewat fase-fase tertentu. Penonton akan diajak melihat bagaimana Arga mulai dari merasa bete, kesal, hingga akhirnya mencapai titik puncak di mana ia meledak.

    “Jadi itu memang kita build dari awal tuh sudah ada bete, kesel, marah, meledak gitu. Nah, itu tuh kita build kira-kira tahapannya semana,” jelas Ardit.

    Ardit juga menjelaskan bahwa Arga tetap menjaga agar amarahnya tidak diketahui oleh keluarganya secara langsung hingga titik tertentu. Ia menyimpan semua beban itu sendirian demi menjaga perasaan orang tuanya.

    Ardit yang Mencoba Keluar dari Zona Nyamannya



    Terkenal sebagai komedian, memerankan film drama murni merupakan tantangan besar bagi Ardit Erwandha. Ia sempat merasa ragu dengan kemampuannya sendiri untuk menghidupkan karakter Arga yang begitu kompleks.

    “Jujur bukan Arga yang belajar dari Ardit. Tapi Ardit yang belajar dari Arga bagaimana dia bisa berjuang, bagaimana dia bisa mevalidasi perasaannya,” katanya.

    Ardit merasa bahwa jika ingin beralih ke genre drama, ia harus bekerja sama dengan sutradara yang ia percayai seleranya, dan Naya Anindita adalah orang yang tepat. Ia sempat merasa “dijebak” saat pertama kali membaca skrip utuh karena ternyata porsi dramanya sangat dominan dibandingkan komedi yang biasa ia mainkan.

    “Baca full. Ya Allah. Gue dijebak. Dijebak. Ini drama semua. Gimana gue bisa meraninnya?” celotehnya.

    Meski berada di luar zona nyaman, Ardit merasa terbantu karena isu yang diangkat sangat dekat dengan kesehariannya. Ia merasa setiap orang pasti punya sisi “Arga” dalam diri mereka masing-masing.

    Ardit yang Banyak Belajar dari Arga



    Melalui karakter Arga, Ardit mendapatkan perspektif baru tentang arti perjuangan dan validasi diri. Ia melihat Arga sebagai sosok yang gigih dalam mencari cara untuk mengangkat derajat orang tuanya di mata keluarga besar. Perjalanan Arga dalam mencari keadilan di dalam dinamika keluarga besar menjadi poin refleksi yang kuat bagi Ardit sendiri.

    Ardit berharap penonton tidak hanya melihat film ini sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teman bagi mereka yang sedang berjuang. Karakter Arga dianggap sebagai cerminan para “pejuang rupiah” yang sering kali harus menelan harga diri demi kebahagiaan orang tua.

    “Arga ini kayaknya sedikit banyak kita masing-masing punya Arga dalam diri kita. Jadi kita tau lah gitu bagaimana rasanya bagaimana menghadapinya,” tuturnya.

    Untuk teman-teman di luar sana yang merasa belum mencapai titik sukses, Ardit memberikan pesan yang sangat menenangkan. Ia mengingatkan bahwa setiap orang punya garis waktu dan definisi suksesnya masing-masing. Pesan penutupnya singkat namun penuh makna bagi para ‘Arga’ di luar sana:

    “Pelan-pelan. Pasti sampai.”

    Bagaimana, Bela? Siap relate dengan kehidupan Arga lewat film “Tunggu Aku Sukses Nanti”? Ajak keluarga dan kerabat untuk menyaksikannya, ya!

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jadwal tayang sinetron baru Arya Saloka di RCTI, dipengaruhi janji bintangi artis Banjarmasin

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Contoh Soal Ujian Akhir Tahun Seni Budaya Kelas 5 SD

    By adm_imr5 April 20261 Views

    Pahlawan Film The Hostage: Kisah Nyata TNI AL Selamatkan Sandera di Selat Malaka

    By adm_imr4 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Berita Terkini Sulut: Kebijakan WFH Dua Hari Minggu untuk ASN Mulai Berlaku

    5 April 2026

    Puter Kayun: Ritual Warga Banyuwangi Menepati Janji kepada Leluhur yang Membuka Jalan

    5 April 2026

    Warga Gelar Ritual “Buk-buk Teng” Cari Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar

    5 April 2026

    Garis waktu gejala campak harian

    5 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?