Penjualan Mobil Hibrida Toyota Mengalami Peningkatan Signifikan
PT Toyota-Astra Motor (TAM) mulai memetik hasil manis dari penjualan mobil hibrida jenis hybrid electric vehicle (HEV) yang menyasar segmen entry level atau kelas lebih terjangkau. Selama empat bulan pertama tahun 2026, penjualan model-model tersebut menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), akumulasi wholesales atau produk-produk HEV ekonomis dari Toyota yang dikirim dari pabrik ke diler mencapai 5.531 unit selama Januari-April 2026.
Pabrikan ini setidaknya meluncurkan empat model yang dilengkapi dengan pilihan varian HEV harga terjangkau pada Februari lalu. Keempat model tersebut antara lain Yaris Cross G HEV, Veloz V HEV, Vios HEV, hingga Alphard XE HEV. Direktur Pemasaran PT TAM, Bansar Maduma, mengakui adanya peningkatan penjualan untuk model-model tersebut. Ia menjelaskan bahwa Veloz V HEV menjadi bintang utamanya dalam penjualan.

“Pertama kami pasti berterima kasih, mengapresiasi tinggi penerimaan Veloz Hybrid. Bahwa sejak diperkenalkan pada November tahun lalu hingga bulan kemarin itu SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) sudah lebih dari 10 ribu,” ujar Bansar di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Bansar, Veloz Hybrid hadir pada waktu yang tepat, terutama karena harga bahan bakar yang mulai melonjak akhir-akhir ini. Model hibrida anyar Toyota ini menawarkan efisiensi sebagai nilai jual utama. “Customer sekarang sudah semakin smart untuk memilih kendaraan yang lebih efisien dan juga sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Bukan hanya penggunaan dalam kota tetapi juga penggunaan luar dan antar kota,” tambahnya.

Bansar menambahkan bahwa tren peningkatan penjualan mobil hybrid Toyota tidak hanya terjadi pada Veloz, tetapi juga pada Zenix dan model-model hybrid lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan customer berbeda-beda.
Penjualan Veloz V HEV Mencatat Kenaikan Signifikan
Masih dari data Gaikindo, penjualan grosir Toyota Veloz V HEV mencapai 3.996 unit. Model elektrifikasi LMPV termurah itu mulai mencatatkan distribusi sejak Februari dan langsung melonjak signifikan dalam dua bulan terakhir.
- Januari: –
- Februari: 77 unit
- Maret: 1.567 unit
- April: 2.352 unit
Capaian tersebut membuat Veloz V HEV menjadi tulang punggung lini hybrid murah Toyota di Indonesia. Kontribusinya bahkan mencapai sekitar 72,2 persen dari total penjualan hybrid varian termurah Toyota sepanjang tahun berjalan.

Konsistensi Penjualan Model Lain
Selain Veloz V HEV, Toyota Innova Zenix tipe G HEV juga masih menjadi salah satu model elektrifikasi yang cukup konsisten. Selama Januari-April 2026, model tersebut mencatat wholesales 993 unit, relatif stabil setiap bulan.
- Januari: 276 unit
- Februari: 260 unit
- Maret: 202 unit
- April: 255 unit
Pun dengan Toyota Alphard XE HEV turut menyumbang 329 unit selama periode serupa. Model hybrid premium tersebut mengalami tren peningkatan bertahap mulai dari 57 unit pada Februari, 118 unit di Maret, hingga 154 unit pada April 2026.

- Januari: –
- Februari: 57 unit
- Maret: 118 unit
- April: 154 unit
Sementara itu, Toyota Yaris Cross tipe G HEV mampu mencatat total 200 unit. Penjualannya sempat berada di angka 95 unit pada Februari dan 80 unit di Maret, namun turun cukup tajam menjadi 25 unit pada April lalu.

- Januari: –
- Februari: 95 unit
- Maret: 80 unit
- April: 25 unit
Adapun Toyota Vios HEV masih menjadi model dengan distribusi paling kecil. Sedan hybrid tersebut baru mencatat 13 unit sepanjang Januari-April 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari Maret sebanyak 12 unit.

- Januari: –
- Februari: –
- Maret: 12 unit
- April: 1 unit
Total Penjualan Hybrid Toyota dan Pasar Nasional
Secara keseluruhan, lini kendaraan hybrid Toyota berhasil membukukan wholesales 16.181 unit selama empat bulan pertama tahun ini. Kontribusinya sekitar 34,1 persen terhadap total penjualan HEV Toyota secara nasional.
Dalam pasar hybrid nasional, kontribusi Toyota masih sangat dominan. Data Gaikindo menunjukkan penjualan kendaraan hybrid nasional (tanpa mild hybrid) mencapai 6.285 unit sepanjang Januari-April 2026. Sementara itu, jika jenis teknologi mild hybrid yang mayoritas disumbang Suzuki ikut dihitung, total pasar kendaraan elektrifikasi hybrid nasional mencapai 10.812 unit.

Total tersebut, kendaraan jenis mild hybrid menyumbang sebanyak 4.527 unit. Dengan total 16.181 unit, capaian Toyota bahkan melampaui total pasar hybrid nasional non-mild hybrid yang tercatat dalam data tersebut. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya dominasi merek Jepang di segmen elektrifikasi transisi di Indonesia.
Di sisi lain, pasar otomotif nasional secara wholesales selama Januari-April 2026 tercatat mencapai 282.787 unit. Artinya, kontribusi kendaraan hybrid nasional masih berada di kisaran 3,8 persen terhadap total pasar otomotif domestik tahun ini.





