Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Resep Sate Gebug Malang, Daging Kurban Empuk dan Gurih

    1 Juni 2026

    Pattimura International Big Fight 2026, Gubernur Yakin Lahirkan Juara Tinju Dunia dari Maluku

    1 Juni 2026

    Jika Anda Sering Lelah dan Kurang Motivasi, Coba 7 Kebiasaan Pagi Ini!

    1 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 1 Juni 2026
    Trending
    • Resep Sate Gebug Malang, Daging Kurban Empuk dan Gurih
    • Pattimura International Big Fight 2026, Gubernur Yakin Lahirkan Juara Tinju Dunia dari Maluku
    • Jika Anda Sering Lelah dan Kurang Motivasi, Coba 7 Kebiasaan Pagi Ini!
    • Dari warung keliling ke restoran legendaris, Jejamuran melompat lewat cinta dan pendidikan
    • UU LLAJ Diuji MK, Pengendara Sepeda Listrik Diminta Miliki SIM
    • Penawaran Refund Cicilan 2 Tahun dari Hanania Travel untuk Korban Penipuan
    • Keluh Kesah Mama Yasinta Soal Film Pesta Babi yang Muncul Tanpa Izin
    • Drone Rusia Jatuh di Rumania, Insiden Terburuk Dikecam NATO
    • 17 Aplikasi Pengatur AC, Atur Dengan Mudah dari Ponsel
    • FP1 Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Kesulitan, Fernandez Dominasi Mugello
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Dari warung keliling ke restoran legendaris, Jejamuran melompat lewat cinta dan pendidikan

    Dari warung keliling ke restoran legendaris, Jejamuran melompat lewat cinta dan pendidikan

    adm_imradm_imr1 Juni 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Jejamuran: Kisah Perjuangan dan Keberhasilan Bisnis Budidaya Jamur di Yogyakarta

    Jejamuran, sebuah restoran agrowisata yang terletak di Yogyakarta, menjadi salah satu destinasi wajib bagi para pencinta kuliner. Tidak hanya menawarkan hidangan lezat seperti sate jamur dan tongseng jamur, restoran ini juga memiliki kisah perjuangan yang luar biasa dari pendirinya, Ratidjo Hardjosuwarno.

    Awal Mula Perjalanan

    Ratidjo tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian. Namun, keahliannya dalam memahami karakteristik jamur berasal dari pengalaman pribadi dan kedekatan emosional dengan tanaman tersebut. Ia mengungkapkan bahwa jamur itu seperti sahabat yang bisa menunjukkan tanda-tandanya.

    Sejak tahun 1980-an, ia telah melalang buana mengelola perusahaan budidaya jamur di berbagai daerah di Jawa, mulai dari Bandung hingga kawasan Dieng. Pemahamannya tentang makrofungi atau kelompok jamur yang tumbuh di dataran tinggi dan rendah sangat mendalam.

    Tantangan Awal

    Setelah mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya, Ratidjo pulang ke Yogyakarta untuk memulai usahanya sendiri. Tantangan besar langsung menghadang ketika jamur hasil panennya tidak laku dijual. Masyarakat saat itu belum terbiasa mengonsumsi jamur selain saat musim hujan, dan banyak yang memetik jamur liar di halaman rumah.

    Namun, banyak dari jamur liar tersebut beracun, sehingga Ratidjo memutuskan untuk mengedukasi masyarakat bahwa jamur budidayanya aman dan bebas racun. Ia bahkan memberikan jamur secara gratis agar warga berani mencicipi dan ketagihan.

    Modal Kecil dan Kepercayaan Bank BRI

    Perjalanan bisnisnya terus berlanjut dengan membuka warung makan kecil di sebuah ruko. Formulanya sederhana namun efektif: Ratidjo memanen jamur, sedangkan istri yang pintar memasak mengolahnya menjadi hidangan lezat. Setiap tamu yang datang selalu diberi edukasi seputar jamur.

    Strategi word of mouth berhasil membuat warung kecilnya mulai ramai pengunjung. Namun, keterbatasan modal sempat menjadi kendala. Di awal merintis ruko, Ratidjo hanya memiliki dana sebesar Rp200 ribu untuk membeli meja dan kursi bekas di pasar luar. Bahkan, saat kapasitas restoran tidak muat, ia harus meminjam kursi dari RT dan RW setempat.

    Lompatan besar terjadi pada tahun 2006 ketika Bank BRI memberikan modal kepercayaan sebesar Rp25 juta. Dari sinilah Jejamuran mulai memperluas areanya hingga mampu menampung 2.000 hingga 3.000 konsumen per hari.

    Menghidupkan Ekonomi Petani Lokal

    Kini, Jejamuran tidak lagi sekadar rumah makan. Bisnis mereka telah berkembang dari hulu ke hilir, mulai dari penjualan bibit jamur, media tanam (backlog), jamur segar, restoran, katering, paket pernikahan, hingga produk makanan kaleng kemasan.

    Meskipun memiliki kapasitas untuk mengelola seluruh rantai produksi sendiri, Jejamuran tetap setia pada misi sosialnya yaitu menghidupkan petani lokal. Mereka fokus pada Jejamuran, dan pasokan jamur disuplai oleh petani plasma yang sudah dibina sejak tahun 1990-an.

    Arief Nugroho, pengelola agrowisata Jejamuran, menjelaskan bahwa bisnis ini penuh liku-liku karena berurusan dengan makhluk hidup. Proses awal tidak selalu sukses, karena perubahan suhu atau human error bisa menyebabkan kerugian besar. Contohnya, listrik padam pada jam 1 malam bisa menjadi bencana jika penjaga ketiduran dan tidak segera menyalakan genset.

    Peluang Bisnis Jamur

    Bagi Anda yang tertarik mengikuti jejak sukses Jejamuran, Arief membocorkan bahwa modal awal budidaya jamur sangat terjangkau. Harga Rp2.500 per satu backlog jamur. Masa panen 1 backlog bisa dipanen hingga 3 kali, lalu hasilnya sekitar 200–300 gram jamur segar per sekali panen.

    Dengan konsep belajar perlahan mulai dari merawat 1 backlog, naik ke 10.000, hingga ratusan ribu, siapa saja bisa memulai bisnis ini dari pekarangan rumah. Bermodalkan ketekunan, edukasi yang tulus kepada masyarakat, serta keberanian mengambil peluang bersama mitra perbankan seperti BRI, jamur yang dulunya dianggap sebelah mata kini sukses menjadi ladang bisnis bernilai tinggi.

    BRI terus memperkuat posisinya sebagai penyokong utama ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir tahun 2025, BRI mencatatkan pencapaian signifikan dengan total penyaluran kredit mencapai Rp178,08 triliun yang menjangkau sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia.

    Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa KUR merupakan instrumen strategis perusahaan dalam mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif, khususnya di bidang pertanian. “Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, serta berkelanjutan,” ujar Hery Gunardi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    11 oleh-oleh dari Sidoarjo yang banyak direkomendasikan untuk buah tangan, mulai dari kuliner hingga kerajinan khas

    By adm_imr1 Juni 20261 Views

    Promo murah Alfamart dan Indomaret 31 Mei 2026, cek harga Milo dan mie instan

    By adm_imr1 Juni 20261 Views

    Cara Masak Daging Kurban Empuk dalam 17 Menit, Tanpa Presto, Pakai Jeruk dan Garam

    By adm_imr31 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Resep Sate Gebug Malang, Daging Kurban Empuk dan Gurih

    1 Juni 2026

    Pattimura International Big Fight 2026, Gubernur Yakin Lahirkan Juara Tinju Dunia dari Maluku

    1 Juni 2026

    Jika Anda Sering Lelah dan Kurang Motivasi, Coba 7 Kebiasaan Pagi Ini!

    1 Juni 2026

    Dari warung keliling ke restoran legendaris, Jejamuran melompat lewat cinta dan pendidikan

    1 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?