Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!

    26 April 2026

    Jumat 17 April 2026, Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang

    26 April 2026

    Inara Rusli Lupa Ustaz yang Nikahkan, Tetap Bantah Zina Tanpa Sakti

    26 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 26 April 2026
    Trending
    • 4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!
    • Jumat 17 April 2026, Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang
    • Inara Rusli Lupa Ustaz yang Nikahkan, Tetap Bantah Zina Tanpa Sakti
    • Ratusan warga Surabaya ikuti pelatihan keselamatan dasar
    • Microsoft dan Meta PHOTOKAN Ribuan Karyawan Saat Investasi AI Capai Ratusan Miliar Dolar
    • Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil, Keluarga Tuduh Kelalaian Medis
    • 7 Kekerasan yang Diderita Seong Hui Ju di Perfect Crown, Malang!
    • Rawon, Makanan Legendaris Jawa Timur Berusia Ribuan Tahun
    • Tiga Bintang Utama Drakor Long Vacation, Siapa Mereka?
    • Perayaan Hari Jadi ke-155 Kota Siantar Dimulai dengan Pertunjukan Budaya Simalungun Marsombuh Sihol
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Defisit di Bawah 3%, Indonesia Aman, Tapi Tekanan Fiskal Meningkat

    Defisit di Bawah 3%, Indonesia Aman, Tapi Tekanan Fiskal Meningkat

    adm_imradm_imr24 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Konsistensi Defisit Anggaran di Bawah 3% PDB Sebagai Penopang Stabilitas Fiskal Indonesia



    Komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi salah satu faktor utama yang mendukung stabilitas persepsi pasar terhadap Indonesia. Kebijakan ini juga menjadi dasar dari pemeringkatan kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P), yang mempertahankan peringkat kredit negara tersebut di level investment grade (BBB) dengan outlook stabil.

    Meskipun capaian ini menunjukkan keberhasilan dalam menjaga disiplin fiskal, ekonom mengingatkan bahwa fondasi fiskal masih menghadapi tekanan dan belum sepenuhnya solid. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa konsistensi dalam menjaga defisit menjadi sorotan utama S&P dalam pertemuan di Washington DC. Lembaga tersebut memperhatikan detail kondisi fiskal Indonesia, khususnya konsistensi pemerintah dalam menjaga defisit di bawah ambang batas 3% PDB.

    Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memperkirakan realisasi defisit tahun 2026 berada di kisaran 2,8%–2,9% PDB, yang masih dalam batas aman. “Presiden telah memberikan arahan bahwa defisit kita dijaga di bawah 3%,” ujar Purbaya dalam keterangannya.

    Namun, sejumlah ekonom menilai bahwa angka defisit bukan satu-satunya indikator kesehatan fiskal. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menekankan bahwa yang lebih krusial adalah kualitas dan keberlanjutan fiskal. Defisit 0,93% PDB per Maret 2026 dinilai belum mencerminkan kondisi aman, meski belanja negara mengalami percepatan.

    Menurut Yusuf, efektivitas belanja menjadi faktor penentu. Belanja yang dominan bersifat rutin atau konsumtif dinilai memiliki dampak terbatas terhadap pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara di masa depan. “Ini bukan sekadar soal timing, tapi soal efektivitas,” katanya.

    Ia juga mengingatkan bahwa surplus keseimbangan primer di awal tahun belum bisa langsung dibaca sebagai kekuatan struktural. Faktor musiman, seperti belum jatuh temponya pembayaran bunga utang, membuat indikator tersebut perlu ditafsirkan secara hati-hati. Ujian utama fiskal diperkirakan muncul pada semester II-2026, saat tekanan belanja meningkat dan risiko eksternal menguat.

    Dari sisi risiko, dua faktor utama yang menentukan arah defisit adalah harga minyak dan efektivitas efisiensi anggaran. Pemerintah menggunakan asumsi konservatif dengan skenario harga minyak hingga US$ 100 per barel, yang masih konsisten dengan defisit sekitar 2,9% PDB. Jika harga minyak berada di kisaran US$ 85–US$ 90 per barel, ruang fiskal dinilai lebih longgar.

    Namun, lonjakan harga minyak akibat tensi geopolitik, terutama di Timur Tengah, berpotensi meningkatkan beban subsidi energi. Di sisi lain, pemerintah mengandalkan efisiensi anggaran sekitar Rp 81 triliun untuk meredam tekanan. Yusuf mengingatkan, realisasi efisiensi kerap tidak optimal. Target defisit 2,9% dinilai “achievable”, tapi tidak otomatis.

    Peringatan lebih keras datang dari Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman. Ia menilai target defisit di bawah 3% secara matematis masih mungkin dicapai, tetapi semakin sulit secara fundamental. Rizal menyoroti defisit yang telah mencapai sekitar 0,93% PDB atau lebih dari Rp240 triliun per Maret 2026 sebagai sinyal awal tekanan fiskal.

    Dengan pola belanja yang cenderung front-loaded dan penerimaan negara yang belum kuat, ruang fiskal dinilai cepat tergerus sejak awal tahun. Ia menilai struktur fiskal saat ini masih bertumpu pada instrumen jangka pendek seperti optimalisasi pembiayaan, penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL), dan pengaturan waktu belanja.

    Sementara itu, tekanan eksternal datang dari kenaikan harga minyak, depresiasi rupiah, dan meningkatnya yield Surat Berharga Negara (SBN) yang mendorong biaya utang lebih mahal. “Kombinasi ini menekan subsidi energi dan biaya utang sekaligus, sehingga mempersempit ruang fiskal riil,” ujarnya.

    Dalam kondisi tersebut, Rizal menilai target defisit hanya dapat terjaga jika seluruh asumsi berjalan ideal: harga minyak terkendali, disiplin belanja terjaga, dan penerimaan pajak mampu meningkat di tengah pelemahan daya beli. Tanpa itu, batas defisit 3% berisiko menjadi sekadar angka administratif.

    Ia mendorong pemerintah bersikap realistis dengan membuka opsi penyesuaian fiskal, termasuk APBN Perubahan (APBN-P), jika tekanan global berlanjut. Menurutnya, kredibilitas fiskal lebih ditentukan oleh konsistensi kebijakan dibanding sekadar mempertahankan batas defisit secara nominal.

    Pada akhirnya, ukuran kesehatan fiskal tidak hanya terletak pada angka defisit, tetapi pada dampaknya terhadap ekonomi riil, mulai dari penguatan permintaan domestik, peningkatan sektor produktif, penciptaan lapangan kerja, hingga pengelolaan utang yang berkelanjutan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Bangga Kencana dan Ekoteologi Bawa Wajah Baru Bangka Belitung

    By adm_imr26 April 20260 Views

    Margono Djojohadikusumo: Dari Pembantu Juru Tulis ke Pemimpin Bank BNI

    By adm_imr26 April 20261 Views

    Iran Rilis Meme Minion Trump, Ejek Kegagalan Presiden AS Buka Selat Hormuz dengan Pita Peringatan

    By adm_imr25 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    4 tips merawat pakaian batik katun agar tahan lama!

    26 April 2026

    Jumat 17 April 2026, Daftar Khatib dan Imam Shalat Jumat di Sabang

    26 April 2026

    Inara Rusli Lupa Ustaz yang Nikahkan, Tetap Bantah Zina Tanpa Sakti

    26 April 2026

    Ratusan warga Surabaya ikuti pelatihan keselamatan dasar

    26 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?