Peristiwa Angin Kencang dan Hujan Es yang Mengguncang Tiga Desa di Blitar
Pada Jumat sore (30/1/2025), tiga desa di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim) mengalami badai yang sangat mengerikan. Angin kencang dan hujan es melanda wilayah tersebut, dengan dampak terparah di Dusun Sumbernanas. Kejadian ini menyebabkan kerusakan serius pada bangunan dan mengancam keselamatan warga.
Salah satu korban yang mengalami kejadian mencekam adalah Muryanti (59 tahun). Saat bencana terjadi, ia sedang mendekap ketiga cucunya di dapur rumahnya. Saat itu, atap rumah dan warung miliknya terbang akibat angin kencang yang menyeret material tersebut. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, saat hujan es deras mengguyur wilayah tersebut.
Detik-Detik Mencekam di Tengah Badai
Muryanti menggambarkan situasi saat bencana terjadi sebagai sangat menakutkan. Ia mengatakan bahwa jarak pandang sempat tertutup oleh warna putih akibat hujan yang deras. Ia memilih untuk tetap berada di dapur karena takut keluar rumah saat angin mulai mengangkat atap rumahnya.
“Kami tidak bisa keluar. Hujannya sangat deras, campur es. Anginnya juga kencang, di luar rumah warnanya sampai putih. Atap rumah dan warung saya terbang terbawa angin,” ujar Muryanti saat ditemui.
Akibat peristiwa ini, Muryanti dan ketiga cucunya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Air hujan masuk ke seluruh ruangan rumahnya karena atap yang sudah terbuka total.
Kerusakan yang Terjadi di Dusun Sumbernanas
Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Blitar, Dusun Sumbernanas menjadi wilayah yang paling terdampak. Petugas mencatat bahwa sembilan rumah warga mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan angin kencang. Berikut rincian dampak bencana di Kecamatan Ponggok:
- Sembilan rumah warga rusak di Dusun Sumbernanas.
- Akses jalan desa tertutup pohon tumbang.
- Tiga desa terdampak: Desa Ponggok, Desa Kebonduren, dan Desa Ringinanyar.
- Material bangunan dan pohon menimpa pemukiman warga.

Penanganan Darurat oleh BPBD dan Relawan
Sekretaris BPBD Kabupaten Blitar, M Agus Zubaidi, menjelaskan bahwa petugas gabungan dari TNI, Polri, dan relawan telah diterjunkan ke lokasi sejak Sabtu pagi. Fokus utama mereka adalah membersihkan pohon tumbang yang menutup akses jalan serta membantu warga memperbaiki atap rumah.
“Kami masih melakukan pendataan ulang, karena informasi dari perangkat desa setempat menyebutkan masih banyak rumah warga yang terdampak. Pembersihan sempat terkendala karena hujan yang mengguyur hingga malam hari,” ujar Agus.
Saat ini, warga secara gotong royong mulai membersihkan material asbes dan mengeringkan perabotan rumah tangga yang basah akibat air hujan yang masuk ke dalam rumah. Proses pembersihan dan perbaikan terus dilakukan agar kondisi kembali normal.






