Pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan di Timika Menarik Banyak Peserta
Pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan (AI Ignition Training) yang diselenggarakan oleh Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP), Grasberg Academy, dan didukung oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) berhasil menarik banyak peserta. Jumlah peserta yang hadir melebihi kuota yang ditentukan, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat lokal.
Ratusan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga profesional lokal hadir di Hotel Horison Diana, Timika, pada 30 April 2026. Antusiasme peserta sangat besar, bahkan sebelum registrasi resmi dibuka pada pukul 08.00 WIT, banyak peserta telah tiba di lokasi kegiatan sejak pukul 06.00 WIT. Hal ini menunjukkan semangat besar untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Program Lead Regional Papua dan Maluku Elviliana Y. Watopa menjelaskan bahwa dari target awal sebanyak 170 peserta, jumlah kehadiran meningkat signifikan hingga 277 orang. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan 11 SMK, satu politeknik, 50 peserta dari IPN, perwakilan Youth Creative HUB Papua–Timika, serta peserta umum dengan rentang usia 15 hingga 50 tahun.
Lonjakan partisipasi ini menjadi sinyal kuat bahwa minat generasi muda Timika terhadap penguasaan teknologi digital khususnya AI sangat positif. Inisiatif pengembangan kapasitas berbasis teknologi masa depan sangat dibutuhkan dan memiliki relevansi tinggi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Papua.
Penguatan Kapasitas Manusia Papua
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Dr. Velix V. Wanggai mengapresiasi semangat anak-anak muda Papua untuk mempelajari hal baru. Dalam sambutannya saat membuka acara, Velix menekankan pentingnya keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia Papua. Ia menegaskan bahwa otonomi khusus bukan hanya tentang anggaran, tetapi juga tentang keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia Papua.
“Literasi AI adalah investasi strategis agar generasi muda kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi arsitek masa depan digital Indonesia. Kolaborasi hari ini adalah bukti bahwa ketika pemerintah, swasta, dan komunitas bergerak serentak, dampak positif akan tercipta lebih cepat dan berkelanjutan,” kata Velix.
Keberlanjutan Sejati dari Pemberdayaan Manusia
Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia Engel Enoch menegaskan bahwa keberlanjutan sejati lahir dari pemberdayaan manusia. Ia mengatakan AI Ignition Training membuka kesempatan bagi generasi muda Papua untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman. Hal ini sejalan dengan langkah PTFI dalam mengembangkan talenta muda Papua agar memiliki keterampilan yang relevan, daya saing global, serta kepercayaan diri untuk menciptakan solusi lokal yang berdampak nasional.
“Tantangan ke depan bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling siap. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan keberanian berinovasi menjadi kunci agar generasi muda Papua mampu mengambil peran strategis di masa depan,” katanya Engel.
Pelatihan yang Didukung oleh Berbagai Stakeholder
Pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan ini diselenggarakan oleh AI Ignition Indonesia, Grasberg Academy, dan KUMPUL, didukung oleh Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), Google.org, dan Asian Development Bank (ADB) sebagai bagian dari komitmen global untuk mempercepat inklusi digital, pengembangan talenta, dan inovasi berbasis teknologi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.
Dalam pelatihan ini, dua tokoh muda Papua, Yoshua Gombo, Ph.D. dan Elviliana Y. Watopa, menjadi pembicara utama. Yoshua membahas fondasi teknis kecerdasan buatan dengan pendekatan yang mudah dipahami, mencakup prinsip dasar machine learning dan generative AI, teknik prompt engineering untuk meningkatkan produktivitas. Sementara itu, Elviliana mengangkat topik adopsi AI secara bertanggung jawab, termasuk pemetaan peluang AI untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital di Indonesia Timur.
Kolaborasi Multipihak untuk Menciptakan Dampak Berkelanjutan
Strategi kolaborasi manusia dan AI untuk memperkuat kapasitas manusia, serta pentingnya etika digital dan prinsip inklusivitas agar teknologi AI memberdayakan, bukan memarginalkan. Sejak diluncurkan secara nasional pada 2025, program AI Ignition Training telah menjadi katalis dalam mempersiapkan talenta digital Indonesia menghadapi gelombang transformasi teknologi.
Kini, hadir di Timika, program ini menegaskan komitmen bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam peta kesiapan digital Indonesia termasuk Papua Tengah yang kaya akan potensi dan talenta muda berbakat.
Keberhasilan AI Ignition Road to Timika ini tidak lepas dari dukungan kuat ekosistem lokal. Program ini didukung oleh mitra media Koreri.com, serta mitra komunitas strategis seperti Jasgo Academy, Institut Pertambangan Nemangkawi, dan Papua Youth Creative Hub (PYCH). Kolaborasi multipihak ini memastikan bahwa pelatihan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga membuka jalur untuk pendampingan lanjutan, akses jaringan, dan ruang inkubasi ide.






