Novak Djokovic Melangkah ke Final Australia Open
Petenis legendaris asal Serbia, Novak Djokovic, berhasil melangkah ke final Australia Open setelah mengalahkan Jannik Sinner dalam laga semifinal yang sangat dramatis dan melelahkan. Pertandingan ini berlangsung selama hampir empat jam dan resmi berakhir pada Sabtu (31/1) pukul 01.35 dini hari waktu setempat.
Djokovic menang dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, dan 6-4. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi petenis berusia 38 tahun tersebut karena ia berhasil memutus tren lima kekalahan beruntun dari Sinner sekaligus menumbangkan juara Australian Open dua edisi terakhir.
Performa Sinner yang Dominan Tapi Tidak Cukup
Meski secara statistik Sinner tampil lebih dominan, Djokovic mampu membuktikan bahwa ia lebih efektif di poin-poin krusial. Sinner mencatatkan 26 ace berbanding 12 milik Djokovic, serta mengumpulkan 72 winner dan total 152 poin, sedangkan Djokovic hanya mengumpulkan 140 poin.
Namun, Djokovic menunjukkan perubahan strategi yang cukup signifikan. Ia bermain lebih agresif dari biasanya, memaksimalkan servis kedua dan berani mengambil risiko dengan memukul bola lebih keras, terutama ke sisi forehand Sinner. Strategi ini menjadi kunci kebangkitan Djokovic setelah tertinggal di set pertama dan ketiga.
Momen Paling Menegangkan di Set Kelima
Momen paling menegangkan terjadi di set kelima. Djokovic dua kali selamat dari posisi 15-40 saat servis lalu mematahkan servis Sinner pada kedudukan 3-3. Meski sempat gagal memanfaatkan dua match point, Djokovic akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan.
Usai laga, Djokovic mengaku hampir kehabisan kata-kata. Ia menyebut pertandingan tersebut sebagai salah satu yang paling intens dalam karirnya. Hal ini mengingatkannya pada final Australian Open 2012 melawan Rafael Nadal yang berlangsung enam jam.
Final yang Dinanti-nantikan
Dengan hasil itu, Djokovic akan menghadapi Carlos Alcaraz di partai final pada Minggu (1/2). Laga ini disebut-sebut sebagai salah satu final terbesar dalam sejarah tenis. Alcaraz berpeluang menjadi petenis termuda yang melengkapi koleksi empat gelar Grand Slam. Sedangkan Djokovic memburu sejarah sebagai petenis pertama yang menjuarai 25 gelar Grand Slam.
Usai pertandingan, Djokovic tampak menghampiri Alcaraz di pinggir lapangan. Saat ditanya wartawan apa yang dikatakannya kepada Alcaraz, Djokovic menjawab bahwa dirinya butuh tidur cepat karena sudah tua.
“Saya bertemu Carlos setelah pertandingan dan dia mengatakan kepada saya, ‘maaf karena membuat pertandinganmu terlambat dimulai’. Saya lalu menjawab, ‘saya ini sudah orang tua, jadi perlu tidur lebih awal’. Saya menantikan untuk bertemu dengannya dalam beberapa hari ke depan,” ujar Djokovic.







