Dua Jemaah Haji Asal Kabupaten Kediri Meninggal Dunia Saat Menjalani Ibadah di Tanah Suci
Dua jemaah haji asal Kabupaten Kediri dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci, Arab Saudi tahun 2026 ini. Kedua jemaah tersebut adalah Khoirun Nimah (53) anggota Kloter 109 asal Desa Gondang Kecamatan Plosoklaten dan Arif Setiawan (63), anggota Kloter 110 asal Desa Tulungrejo Kecamatan Pare.
Petugas Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kediri Mahfudzia Afindis menjelaskan bahwa jamaah Khoirun Nimah meninggal dunia pada Sabtu (6/6/2026) pukul 14.00 Waktu Arab Saudi (WAS) di RSAS King Abdul Aziz Hospital. Sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, almarhumah diketahui memiliki riwayat penyakit kanker usus. Selama berada di Tanah Suci, kondisi kesehatannya terus mendapat perhatian petugas kesehatan dan dalam aktivitas sehari-hari menggunakan kursi roda.
Afindis mengatakan kondisi kesehatan Khoirun Nimah sempat menurun hingga akhirnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. “Saat berada di Arab Saudi kondisinya menurun, kemudian dirujuk ke RSAS King Abdul Aziz Hospital dan akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang ICU,” terangnya, Minggu (7/6/2026).
Sementara itu, jemaah kedua yang meninggal dunia adalah Arif Setiawan anggota Kloter 110 asal Kecamatan Pare. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (6/6/2026) pukul 20.55 WAS di RS King Abdullah Medical City Specialist Makkah Hospital.
Berdasarkan laporan yang diterima petugas haji, Arif Setiawan sebelumnya mengalami keluhan nyeri perut dan sesak napas. Pada 4 Juni 2026 sekitar pukul 07.00 WAS, istrinya menghubungi dokter untuk meminta bantuan penanganan medis. Setelah berkonsultasi dengan dokter sektor, almarhum kemudian dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) guna menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Pada 5 Juni 2026, tim medis sempat merencanakan tindakan medis lanjutan yang memiliki risiko tinggi. Namun tindakan tersebut tidak jadi dilakukan karena pasien menolak. Selanjutnya, almarhum menjalani terapi konservatif hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 6 Juni 2026 pukul 20.55 WAS.
Afindis menjelaskan seluruh proses penanganan jenazah kedua jemaah telah diselesaikan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku bagi jemaah haji yang wafat di Tanah Suci. “Untuk proses pengurusan jenazah hingga pemakaman semuanya sudah selesai dan kedua jemaah dimakamkan di Arab Saudi,” jelasnya.
Atas peristiwa tersebut, Kemenhaj Kediri menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan mendoakan agar kedua almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Semoga almarhumah dan almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kemenhaj Kabupaten Kediri juga menyampaikan bahwa jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 109, 110, dan 111 dijadwalkan tiba kembali di Tanah Air pada 29 Juni 2026. Sedangkan jemaah yang tergabung dalam Kloter 112 dijadwalkan tiba sehari setelahnya, yakni pada 30 Juni 2026.
Untuk mekanisme dan lokasi penjemputan jemaah haji di Kabupaten Kediri, pihak Kemenhaj menyatakan informasi resmi akan diumumkan lebih lanjut mendekati jadwal kepulangan.





