Persiapan Pemberangkatan Jamaah Haji Asal Sumatera Utara Tahun 2026
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan telah memastikan persiapan pemberangkatan jamaah haji asal Sumatera Utara tahun 2026 berjalan dengan baik. Sebanyak 5.913 jamaah dijadwalkan berangkat melalui Embarkasi Medan yang terbagi dalam 17 kelompok terbang (kloter).
Koordinator PPIH, Sulaiman Harahap, menjelaskan bahwa tugas utama pihaknya adalah mengoordinasikan seluruh proses pemberangkatan agar jamaah dapat berangkat sesuai teknis pelaksanaan yang telah dirancang.
“Sebagai koordinator, tugasnya mengoordinir bagaimana pelaksanaan pemberangkatan nanti agar jamaah segera dapat berangkat sesuai teknis dan pelaksanaan yang baik,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan haji di Embarkasi Medan setiap tahun sudah berjalan dengan pola yang semakin matang. Karena itu, tahun ini pihaknya tinggal melakukan evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Kalau ada kekurangan dan kelemahan di tahun lalu, tahun ini kita perbaiki untuk menutupi semua kekurangan itu,” katanya.
Personel dan Sarana yang Disiapkan
Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Medan sekaligus Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumut, Zulkifli Sitorus, menjelaskan jumlah petugas yang disiagakan di embarkasi sebanyak 23 orang. Selain itu, terdapat sekitar 78 personel pendukung serta tambahan pengamanan dari unsur kepolisian.
“Untuk PPIH di embarkasi itu 23 orang. Ada juga petugas pendukung kurang lebih 78 orang, ditambah personel dari kepolisian untuk pengamanan,” jelasnya.
Menurut Zulkifli, seluruh sarana dan prasarana di embarkasi juga telah disiapkan, mulai dari gedung pertemuan, kamar jamaah, hingga alur kedatangan dan keberangkatan jamaah menuju bandara.
Ia mengatakan seluruh fasilitas telah dimonitoring berbagai pihak guna memastikan kenyamanan dan kebersihan lingkungan embarkasi.
“Kita sudah siapkan skemanya mulai dari kedatangan, penempatan jamaah di kamar, sampai pelepasan menuju bandara. Gedung-gedung, kamar, semuanya sudah dimonitoring tingkat kenyamanannya dan higienisnya,” ujarnya.
Pengujian Kualitas Air dan Konsumsi Jamaah
Tak hanya itu, kualitas air di lokasi embarkasi juga telah diperiksa, termasuk kadar pH, demi menjamin kesehatan jamaah selama berada di asrama haji.
Untuk konsumsi jamaah, PPIH juga telah melakukan uji coba makanan yang akan disajikan kepada calon jamaah haji.
“Insyaallah, kita coba lakukan tes semuanya enak. Mudah-mudahan nanti dalam perjalanan penerbangan para jamaah bisa merasa nyaman dan terlayani dengan baik,” katanya.
Kuota Jamaah Haji dan Layanan Baru
Terkait kuota jamaah haji Sumatera Utara tahun ini, Zulkifli menyebut jumlahnya tetap 5.913 orang. Meski terdapat jamaah yang meninggal dunia atau batal berangkat, kuota akan tetap terpenuhi melalui mekanisme penggantian.
“Kuotanya tetap segitu, 5.913 jamaah,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahun ini terdapat peningkatan layanan dari Kementerian Agama, yakni pembagian kartu nusuk dilakukan sejak di embarkasi, bukan lagi setibanya di Arab Saudi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kartu nusuk merupakan identitas resmi jamaah selama berada di Arab Saudi dan dibutuhkan untuk mengakses berbagai layanan ibadah haji.
“Kalau tahun sebelumnya dibagi di Arab Saudi, tahun ini akan dibagi di embarkasi. Petugas dari syarikah sudah hadir di Medan dan akan membagikan langsung sekaligus mengaktivasi kartu nusuk kepada jamaah,” jelasnya.
Keberangkatan Petugas dan Isu Visa
Untuk keberangkatan petugas haji asal Sumatera Utara, Zulkifli menyebut sebagian sudah diberangkatkan ke Madinah.
Sementara terkait isu kendala visa yang sempat terjadi, ia memastikan hal tersebut hanya bersifat teknis dan tidak mengganggu proses keberangkatan jamaah.
“Saya kira itu masalah teknis saja. Insyaallah mudah-mudahan tidak ada hambatan,” pungkasnya.







