Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kepala BGN Baru, Nanik S Deyang Mantan Jurnalis

    8 Juni 2026

    Mengenang Gol Perdana Bruno Moreira dalam Kemenangan Persebaya Surabaya vs Persipura Jayapura

    8 Juni 2026

    Kenali Jenis Penipuan Online yang Mengancam: Pola dan Ciri-cirinya

    8 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 8 Juni 2026
    Trending
    • Kepala BGN Baru, Nanik S Deyang Mantan Jurnalis
    • Mengenang Gol Perdana Bruno Moreira dalam Kemenangan Persebaya Surabaya vs Persipura Jayapura
    • Kenali Jenis Penipuan Online yang Mengancam: Pola dan Ciri-cirinya
    • Dugaan Kelalaian di RSUD Prambanan: Balita Meninggal Usai Diberi Obat Penenang 3 Kali Sebelum CT Scan
    • Keutamaan Sholawat Ibrahimiyah sebagai Zikir Luar Sholat
    • Warga takut keluar, malaria mengancam pesisir Belinyu
    • 8 kafe nyaman dekat Unimed Medan untuk bersantai dan belajar
    • 9 Tips Diet Vicky Shu, Turun Puluhan Kilogram
    • Jadwal Kapal Pelni KM Labobar 2–24 Juni: Fakfak-Kaimana-Banda-Ambon-Makassar-Surabaya-Jakarta 2 Kali
    • Film Pesta Babi Diupdate, Sutradara Dandhy Laksono Juga Dilaporkan Mama Sinta
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hiburan»Film Pesta Babi Diupdate, Sutradara Dandhy Laksono Juga Dilaporkan Mama Sinta

    Film Pesta Babi Diupdate, Sutradara Dandhy Laksono Juga Dilaporkan Mama Sinta

    adm_imradm_imr8 Juni 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Laporan Pihak Terkait Film “Pesta Babi” dan Perubahan Sikap Mama Sinta

    Mama Sinta, yang dikenal sebagai Yasinta Moiwend, tidak hanya melaporkan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Merauke, Johnny Teddy Wakum, terkait dugaan penyalahgunaan data pribadi dalam film dokumenter “Pesta Babi”. Sutradara film tersebut, Dandhy Dwi Laksono, juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/6/2026).

    “Mama Sinta melaporkan tentang adanya penipuan ataupun pengambilan data pribadi. Nah ini juga masih didalami, ada dua orang yang dilaporkan dalam hal ini, JTW serta saudara DDL,” kata Budi.

    Dalam proyek film “Pesta Babi”, Johnny Teddy Wakum diketahui bertugas sebagai penanggung jawab peluncuran film. Budi menjelaskan bahwa kepolisian tidak boleh menolak laporan masyarakat. Oleh karena itu, penyidik tengah mempelajari laporan, termasuk soal lokasi kejadian yang dilaporkan.

    “Jika itu terjadi di luar locus delicti-nya wilayah Polda Metro, pasti Polda Metro akan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri, dengan Mabes Polri, ataupun wilayah hukum Polda di mana terjadi peristiwa pidana,” tambah Budi.

    Sebelumnya, kuasa hukum Mama Sinta hanya menyebutkan nama Johnny saat membuat laporan di Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026). Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026.

    “Ini yang kami laporkan adalah untuk perorangan, Ketua LBH Merauke, inisialnya adalah JTW,” kata kuasa hukum Sinta, TS Hamonangan Daulay, Jumat.

    Ia mengatakan, laporan tersebut telah diterima oleh Subdirektorat Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Johnny dilaporkan dengan Pasal 65 juncto Pasal 67 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi terkait dugaan penyalahgunaan data pribadi.

    Sinta mengaku kecewa karena film “Pesta Babi” yang menampilkan dirinya diputar dan dipublikasikan tanpa izin. “Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka. Saya punya wajah ini di mana-mana mereka putar film itu, saya sakit hati,” ucap Sinta dalam kesempatan yang sama.

    Sinta mengaku kecewa karena merasa dirinya dijadikan objek yang ditampilkan ke publik tanpa ada izin kepadanya. “Kenapa wajah saya bisa dibawa ke mana-mana lewat film itu? Apa saya ini boneka? Apa saya patung Asmat yang sudah diukir? Orang Papua bilang itu patung Asmat, ukiran itu. Saya bukan ukiran Asmat!” tegas dia.

    Melalui laporan tersebut, Sinta meminta pihak kepolisian menghentikan seluruh bentuk publikasi film “Pesta Babi”, baik secara daring maupun penayangan di berbagai tempat di Indonesia.

    Klarifikasi Isu Menghilang

    Pada kesempatan berbeda, Mama Sinta juga menyampaikan ke media terkait pernyataan anaknya tentang dugaan diculik karena Film “Pesta Babi”. Anak-anak Mama Sinta menyebutkan tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan dari Merauke itu “menghilang” setelah jadi salah satu pemeran utama di film “Pesta Babi”.

    Usai film tersebut viral, Mama Sinta mendadak berubah haluan. Ia kini menyuarakan dukungan atas Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Papua yang dicanangkan pemerintah. Terkait dengan perubahan sikap Mama Sinta, anak-anaknya pun buka suara.

    Dalam video singkat yang dibagikan akun Jubi News, anak-anak Mama Sinta menyebut bahwa sang ibu mendadak hilang dari rumah sejak 24 Mei 2026. “Kami dari keluarga Mama Sinta mau klarifikasi tentang dugaan mama mulai dari hari Minggu tanggal 24 Mei 2026, kami kehilangan kontak dengan beliau,” ungkap anak Mama Sinta.

    Setelah menghilang, Mama Sinta mendadak menghubungi keluarga untuk meminta kartu identitas. Dari sanalah keluarga curiga Mama Sinta sudah ada di Jakarta. “Sampai dengan hari Jumat tanggal 29, kami baru tahu ketika mereka (aparat militer dan pejabat distrik) kembali menggunakan pesawat dari Merauke ke Wanam, untuk komunikasi dengan Mama Sinta di Jakarta,” cerita anak Mama Sinta.

    Penolakan Tuduhan Intimidasi

    Pada Senin (1/6/2026), Mama Sinta berurai air mata mengurai kondisinya saat ini. Ia membantah diintimidasi gara-gara film “Pesta Babi”. Adapun untuk aksinya ke Jakarta hingga melaporkan Ketua LBH Merauke, Mama Sinta menyebut itu semua atas keinginannya sendiri. “Saya sendiri yang datang. Tidak ada orang yang ajak saya. TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi,” akui Mama Sinta.

    Sembari terisak, Mama Sinta meminta agar semua pihak tidak ikut campur dengan urusannya. “Jangan ikut campur urusan saya ya. Jangan kaitkan urusan saya dengan PSN. Saya bermasalah dengan orang-orang tertentu yang pamer-pamer saya punya wajah di mana-mana. Bukan kalian yang kasih makan saya, saya cari makan sendiri,” ujar Mama Sinta sambil menangis.

    Mama Sinta juga membantah tudingan anak-anaknya soal intimidasi. “Tidak usah tuduh orang. Saya di Jakarta baik-baik. Stop tidak usah provokator lagi,” tegas Mama Sinta.

    Sindiran Dandhy terhadap Fasilitasi Pelaporan

    Sementara itu, sutradara film “Pesta Babi”, Dandhy Dwi Laksono, menyindir pihak-pihak yang tiba-tiba memfasilitasi pelaporan Mama Sinta ke Jakarta. Padahal pihak-pihak tersebut sebelumnya tak pernah hadir saat masyarakat adat, termasuk Mama Sinta, menghadapi masalah perampasan lahan.

    “Waktu tanah ulayatnya diambil tanpa izin, mereka tak datang menjemput dan mengantarnya ke Jakarta untuk lapor polisi,” ucap Dandhy dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

    Dia menegaskan bahwa pihak yang selama ini mendampingi dan membela hak masyarakat adat adalah pengacara muda yang bekerja secara sukarela tanpa bayaran. “Yang datang adalah anak-anak adat yang jadi pengacara pro bono karena solidaritas dan ingin ikut melindungi tanah moyangnya,” lanjutnya.

    Meski begitu, Dandhy menyatakan tetap menghormati pilihan Mama Sinta yang memutuskan untuk membuat laporan kepolisian. “Kami hormati pilihan Mama Yasinta. Sebagaimana kami menghormati hak setiap orang untuk tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di Papua,” ucap Dandhy.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    4 Film yang Membintangi Sal Priadi, Terbaru Monster Pabrik Rambut!

    By adm_imr8 Juni 20261 Views

    Febiola, Mantan Artis Terlibat Sindikat Penipuan Cinta Rp41 Miliar

    By adm_imr8 Juni 20261 Views

    Pengalaman Mengejutkan Artis Senior yang Diungkit Cherly Eks Cherrybelle di Balik Panggung

    By adm_imr8 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kepala BGN Baru, Nanik S Deyang Mantan Jurnalis

    8 Juni 2026

    Mengenang Gol Perdana Bruno Moreira dalam Kemenangan Persebaya Surabaya vs Persipura Jayapura

    8 Juni 2026

    Kenali Jenis Penipuan Online yang Mengancam: Pola dan Ciri-cirinya

    8 Juni 2026

    Dugaan Kelalaian di RSUD Prambanan: Balita Meninggal Usai Diberi Obat Penenang 3 Kali Sebelum CT Scan

    8 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?