Upaya Global Sumud Flotilla 2.0 untuk Menembus Blokade Gaza
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto, meminta perlindungan bagi para relawan dan aktivis Indonesia yang terlibat dalam misi pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Misi ini bertujuan menembus blokade Gaza yang diterapkan oleh militer penjajahan Zionis Israel. Surat tersebut juga berisi permohonan dukungan dari pemerintah agar mendukung aksi sipil yang dilakukan oleh para relawan dan aktivis.
Koordinator GPCI, Maimon Herawati, menjelaskan bahwa misi pelayaran GSF merupakan aksi internasional yang membutuhkan peran serta perlindungan dari pemerintah negara masing-masing. Hal ini karena para peserta akan menghadapi tantangan dari otoritas penjajahan Zionis Israel. Ia menyadari bahwa partisipasi dalam misi ini memiliki risiko, baik dari segi keamanan maupun hukum internasional.
“Kami memohon dengan hormat kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perlindungan diplomatik dan hukum kepada warga negara Indonesia yang terlibat dalam misi pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla 2.0,” ujar Maimon.
Selain itu, GPCI juga meminta pemerintah pusat di Jakarta untuk memberikan instruksi kepada perwakilan Indonesia di negara-negara yang dilintasi konvoi kemanusian tersebut. Maimon berharap perwakilan diplomatik Indonesia dapat melakukan pemantauan dan pendampingan aktif terhadap peserta dari Indonesia.

Maimon Herawati (Kanan) – (Dok Infomalangraya.com)
Jalur Pelayaran dan Konvoi Darat
Misi GSF tahun ini akan dimulai dari Laut Mediterania melalui Prancis, Spanyol, Italia, Yunani, dan Turki menuju Gaza yang diblokade. Titik konvoi darat akan melewati Libya sampai ke Mesir untuk masuk ke Gaza via perbatasan Rafah. Diperkirakan sekitar seribu relawan dan aktivis dari lebih dari 100 negara akan ikut dalam misi ini.
GPCI, yang merupakan gabungan dari sekitar 26 organisasi filantropi Palestina di Indonesia, akan mengirimkan sekitar 30 relawan, termasuk dokter, tim medis, dan jurnalis. Maimon berharap Presiden Prabowo bisa mengakui dan mendukung partisipasi masyarakat sipil Indonesia dalam misi ini sebagai bagian dari kontribusi nasional dalam isu kemanusian global.
Tujuan dan Kepentingan Misi GSF
Tujuan utama GSF adalah kampanye kemanusian nonkekerasan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat Gaza yang masih mengalami blokade. Misi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran internasional terhadap krisis kemanusian di Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Selain itu, GSF ingin melakukan advokasi untuk penghentian blokade dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus dilakukan oleh Zionis Israel.
Dewan Pengarah GPCI, Jajang Nurjaman, menyatakan bahwa Indonesia akan kembali mengirim delegasi dalam misi kemanusiaan GSF 2.0. Peserta dari Indonesia terdiri dari tenaga medis, eco builder, dan peserta umum yang mewakili negara. Ada juga tokoh politik, influencer, jurnalis, dan tokoh masyarakat yang turut serta.
Pasukan elite Israel mencoba menaiki salah satu kapal peserta Global Sumud Flotilla di perairan Palestina, Kamis (2/10/2025).
Persiapan dan Harapan Misi
Jajang berharap melalui GSF 2.0, seluruh dunia bisa kembali memperhatikan Palestina yang dijajah oleh Israel. Ia berharap pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo, memberikan dukungan dan perlindungan secara hukum agar misi ini berjalan aman dan damai.
Untuk jalur laut, GPCI akan mulai dari Barcelona pada tanggal 12 April 2026, kemudian melalui Italia, Turki, dan langsung menembus Gaza antara tanggal 22-24 April. Untuk jalur darat, mereka akan berangkat dari Libya, lalu ke Mesir, dan masuk ke Gaza.
GPCI menegaskan bahwa GSF 2.0 adalah misi kemanusian dan aksi damai tanpa kekerasan. Karenanya, GPCI mengharapkan dukungan dari pemerintah seperti yang diberikan oleh Pemerintah Malaysia. Jajang berharap misi ini bisa berjalan lancar dan peserta kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Selain itu, GPCI rencananya akan membeli lima kapal untuk menembus blokade Israel atas Gaza. Harga per kapal diperkirakan sekitar Rp 1,7 miliar.






