Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Kota Malang
Harga kebutuhan pokok di Kota Malang mengalami kenaikan yang signifikan. Berbagai barang seperti minyak, beras, gula, daging, telur, dan plastik mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada bahan-bahan makanan tetapi juga pada produk-produk lainnya.
Peningkatan Harga yang Mengganggu Pedagang
Lutfi, seorang pedagang sepatu di Pasar Besar Kota Malang, mengungkapkan bahwa harga barang dagangannya juga ikut naik. Kenaikan harga sepatu berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 10.000. Ia menyampaikan bahwa kenaikan ini sudah terjadi sekitar sebulan lalu.
“Semua harga naik, saya jualan sepatu harganya juga ikut naik,” ujarnya kepada Infomalangraya.com, Minggu (19/4/2026).
Menurut Lutfi, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dampak perang dan biaya transportasi yang meningkat. Ia menjelaskan bahwa ia mengambil barang dari produsen, dan harga dari produsen juga sudah naik.
Kenaikan harga tersebut membuat pembeli enggan datang. Ia mengalami penurunan pembeli hingga sekitar 30 persen. Selain itu, harga plastik juga ikut naik. Sekarang jadi Rp 108 ribu per kg.
Pengalaman Pedagang Lain
Angga, seorang pedagang pracangan di Kelurahan Samaan, juga mengatakan hal serupa. Barang-barang dagangannya seperti beras, gula, dan minyak mengalami kenaikan harga.
Harga beras naik antara Rp 3.000 hingga Rp 4.000. Per 5 kg harga beras medium menyentuh angka Rp 76 ribu, sebelumnya Rp 73 ribu. Beberapa harga beras juga berubah dari Rp 72 ribu menjadi Rp 75 ribu.
Kenaikan paling tinggi dirasakan pada minyak goreng. Minyak goreng yang awalnya Rp 40 ribu per liter menjadi Rp 44 ribu. Termasuk minyak subsidi, yang biasanya Rp 17 ribu, kini menjadi Rp 19 ribu.
Perihal minyak subsidi, Angga tidak mendapatkan langsung dari Bulog. Ia membeli minyak dari distributor. Harga dari distributor sudah naik, sehingga ia menaikan harga di pasaran.
“Mau tidak mau, harga ambilnya juga tinggi. Sekarang banyak distributor pasar yang ambil alih, saya tidak mendapat kiriman dari Bulog,” paparnya.
Kenaikan Harga Gula dan Air Mineral
Kenaikan harga gula juga terasa. Gula mengalami kenaikan harga hingga Rp 500. Menurut Angga, meski harga gula naik, tapi tidak setinggi bahan lainnya.
“Harga gula Rp 16 ribu per Kg awalnya, sekarang menjadi Rp 16.500,” paparnya.
Sedangkan telur, Angga tidak menjual. Ia tidak menjual telur karena harganya bisa berubah-ubah setiap jam. Harga yang tidak stabil itu membuatnya berhitung untuk tidak jualan.
Angga juga mengatakan kalau harga air mineral ikut naik. Harga air mineral di tempatnya awalnya Rp 16 ribu menjadi Rp 17. Kenaikan harga air mineral ini terjadi selepas Lebaran, berbeda dengan harga bahan pokok lainnya yang sudah naik sebelum Lebaran.






