Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Bahaya Overtraining dan Rahasia Restorasi Tubuh Lewat Pemulihan Aktif bagi Penggiat Olahraga

Bahaya Overtraining dan Rahasia Restorasi Tubuh Lewat Pemulihan Aktif bagi Penggiat Olahraga

13 October 2026
Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

12 October 2026
Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Bahaya Overtraining dan Rahasia Restorasi Tubuh Lewat Pemulihan Aktif bagi Penggiat Olahraga
  • Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital
  • Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal
  • Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup
  • Energi Segar Tanpa Kopi: Manfaat Olahraga Pagi Ringan bagi Kebugaran Jiwa dan Raga
  • Evaluasi Kurikulum Nasional Terbaru: Menimbang Beban Mengajar Guru dan Daya Tangkap Siswa
  • Seni Mengelola Stamina dan Rotasi Skuad dalam Perburuan Gelar Liga Top Eropa
  • Menjemput Pahala Melimpah di Tengah Kemacetan Kota: Amalan Ringan Pekerja Berkemobilitas Tinggi
  • Navigasi Ruang Digital Secara Sehat Demi Menjaga Kesehatan Mental Dan Hubungan Sosial Nyata
  • Seni Menolak Tanpa Rasa Guilt: Cara Membangun Batasan Diri Demi Kesehatan Mental
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Politik»Harta 50 Orang Kaya RI Setara 55 Juta Rakyat, Ketimpangan Memburuk

Harta 50 Orang Kaya RI Setara 55 Juta Rakyat, Ketimpangan Memburuk

adm_imradm_imr2 May 20265 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kesenjangan Ekonomi yang Semakin Membesar di Indonesia

Pernahkah kamu merasa bekerja keras setiap hari, tapi rasanya tetap sulit mengejar kestabilan finansial? Di sisi lain, ada segelintir orang yang kekayaannya terus bertambah dalam jumlah yang sulit dibayangkan. Kondisi ini bukan hanya perasaan semata, tapi juga tercermin dalam data terbaru tentang ketimpangan ekonomi di Indonesia. Laporan dari sebuah lembaga menunjukkan bahwa jurang antara orang super kaya dan masyarakat biasa semakin lebar. Bahkan, kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia disebut setara dengan harta 55 juta rakyat. Angka ini jelas membuat banyak orang bertanya-tanya soal keadilan ekonomi di negeri sendiri.

Kekayaan Segelintir Orang Menguasai Porsi Besar Ekonomi

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa 50 orang terkaya di Indonesia memiliki total kekayaan yang setara dengan 55 juta penduduk, atau sekitar 20 persen populasi. Jumlah ini menunjukkan betapa besar konsentrasi kekayaan hanya berada di tangan segelintir elite bisnis. Di negara dengan lebih dari 280 juta penduduk, kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa distribusi ekonomi belum merata. Situasi ini membuat banyak orang merasa kesempatan untuk naik kelas ekonomi semakin sulit. Ketika sebagian besar aset hanya berputar di kelompok tertentu, masyarakat biasa harus bekerja jauh lebih keras untuk mendapatkan hasil yang sama. Ketimpangan seperti ini juga bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi yang sehat dan inklusif.

Pendapatan Crazy Rich dan Pekerja Biasa Berbeda Sangat Jauh

Menurut laporan tersebut, 50 triliuner teratas di Indonesia bisa menghasilkan sekitar Rp9,36 juta setiap detik. Sementara itu, rata-rata pekerja Indonesia hanya mengalami kenaikan upah sekitar Rp1,47 per detik. Perbandingan ini terasa sangat kontras karena jaraknya bukan lagi sekadar besar, tapi hampir sulit dipahami secara logika sehari-hari. Bahkan, angka Rp9,36 juta per detik itu sudah jauh melampaui upah minimum bulanan di Jakarta yang sekitar Rp5,7 juta. Artinya, dalam hitungan satu detik saja, pendapatan mereka sudah lebih besar dari gaji bulanan banyak pekerja. Celios memperkirakan seorang pekerja biasa membutuhkan waktu sekitar 2,8 abad untuk mencapai level kekayaan tersebut.

Nama-Nama Besar Masih Mendominasi Daftar Teratas

Di posisi paling atas ada keluarga Hartono, pemilik perusahaan rokok besar Djarum, dengan kekayaan mencapai Rp650 triliun atau sekitar 38 miliar dolar AS. Setelah itu ada Prajogo Pangestu, pengusaha energi besar dengan kekayaan Rp483 triliun. Posisi berikutnya ditempati keluarga Widjaja dengan total kekayaan sekitar Rp478 triliun. Nama-nama ini memang sudah lama dikenal sebagai penguasa bisnis besar di Indonesia. Dominasi mereka menunjukkan bahwa akumulasi kekayaan dalam skala sangat besar cenderung terus bertahan di kelompok yang sama. Bagi masyarakat umum, kondisi ini sering memunculkan pertanyaan tentang seberapa terbuka peluang ekonomi bagi generasi baru.

Pajak Kekayaan Dianggap Bisa Jadi Solusi

Celios mendorong penerapan pajak kekayaan sebesar 2 persen untuk 50 orang terkaya di Indonesia. Perhitungan mereka menunjukkan bahwa kebijakan ini berpotensi menghasilkan pemasukan negara hingga Rp93 triliun per tahun. Jika diterapkan secara progresif sebesar 1–2 persen untuk pemilik aset mulai Rp84 miliar, penerimaan negara bahkan bisa mencapai Rp142,2 triliun. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menjelaskan bahwa kelompok super kaya belum memberikan kontribusi pajak yang proporsional. Ia menilai krisis energi dan iklim justru menjadi keuntungan besar bagi sejumlah konglomerat di sektor ekstraktif seperti tambang dan kelapa sawit. Karena itu, menurutnya, sudah waktunya kesenjangan ini dipersempit melalui kebijakan pajak yang lebih adil.

Dana Pajak Bisa Dipakai untuk Kebutuhan Publik

Bhima Yudhistira juga menjelaskan bahwa dana dari pajak kekayaan bisa digunakan untuk banyak kebutuhan penting masyarakat. Salah satunya adalah membangun transportasi publik yang nyaman dan terjangkau di seluruh Indonesia. Infrastruktur seperti ini sangat penting agar mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien. Selain itu, dana tersebut juga bisa dipakai untuk memperkuat ketahanan energi berbasis energi terbarukan. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk masa depan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Jadi, pajak kekayaan bukan hanya soal menarik uang dari orang kaya, tapi juga tentang menciptakan manfaat yang lebih luas bagi seluruh rakyat.

Pemerintah Mulai Memberi Sinyal Perubahan

Pemerintah sebenarnya sudah mulai menunjukkan niat untuk mengatur pajak bagi kelompok super kaya. Dalam roadmap Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, terdapat rencana penyusunan regulasi perpajakan yang lebih adil bagi high wealth individuals pada tahun 2028. Ini menjadi sinyal bahwa isu ketimpangan ekonomi mulai mendapat perhatian serius. Meski begitu, penerapan kebijakan seperti ini tentu gak gampang karena melibatkan kepentingan besar dan perdebatan panjang. Dibutuhkan aturan yang jelas agar kebijakan tetap adil tanpa menghambat investasi. Namun setidaknya, langkah awal ini menunjukkan bahwa pembahasan soal pemerataan ekonomi sudah mulai masuk ke level kebijakan nasional.

Ketimpangan ekonomi bukan sekadar angka dalam laporan, tapi sesuatu yang bisa terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Saat jurang antara yang sangat kaya dan masyarakat biasa semakin lebar, rasa keadilan sosial ikut dipertanyakan. Kamu mungkin gak bisa langsung mengubah sistem besar ini, tapi memahami masalahnya adalah langkah awal yang penting. Dari sana, kesadaran publik bisa tumbuh dan mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada banyak orang. Karena pada akhirnya, ekonomi yang sehat seharusnya memberi ruang tumbuh untuk semua, bukan hanya untuk segelintir orang saja.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

JAKI & Forum Kota Berkah 2026, Jakarta Hadirkan Platform Digital untuk 200 Kota

By adm_imr25 August 20261 Views

Target Utama Intensitas Tinggi! Bernardo Tavares Siap Menggemparkan Persebaya Surabaya di Thailand

By adm_imr25 August 20260 Views

Ingin Tahu Siapa yang Bisa Dipercaya? Coba 7 Strategi Sederhana Ini!

By adm_imr25 August 20265 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Bahaya Overtraining dan Rahasia Restorasi Tubuh Lewat Pemulihan Aktif bagi Penggiat Olahraga

Bahaya Overtraining dan Rahasia Restorasi Tubuh Lewat Pemulihan Aktif bagi Penggiat Olahraga

13 October 2026
Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

Strategi Rebut Kembali Kendali Diri dan Ketenangan Batin di Tengah Riuh Jagat Digital

12 October 2026
Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

Seni Merawat Diri Tanpa Menguras Kantong Lewat Kebiasaan Sederhana Bermodal Bahan Lokal

12 October 2026
Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

Strategi Kelola Gaji Pertama Pekerja Muda Agar Tabungan Tetap Aman Tanpa Mengorbankan Gaya Hidup

12 October 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?