Ringkasan Berita
Kasus terbaru yang melibatkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menarik perhatian publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur, khususnya di Tulungagung. Dalam operasi tersebut, Bupati Tulungagung ditangkap bersama 15 orang lainnya yang diduga terkait dengan kasus korupsi.
Operasi ini menjadi salah satu dari sepuluh kasus OTT yang dilakukan oleh KPK sepanjang tahun 2026. Meskipun demikian, hingga saat ini, identitas para pihak yang diamankan belum diungkap ke publik. Sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu selama 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para tersangka.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi adanya operasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa penangkapan berlangsung pada Jumat (10/4/2026). Saat ini, Gatut Sunu Wibowo baru saja menjabat sebagai Bupati Tulungagung untuk periode 2025–2030. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung pada periode 2021–2024.
Profil Gatut Sunu Wibowo
Gatut Sunu Wibowo lahir di Tulungagung pada 17 Desember 1967. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN Gandong 1 pada 1976–1982, kemudian melanjutkan ke SMPN Bandung Tulungagung pada 1982–1985, dan SMAK Santo Thomas Aquino Kedungwaru, Tulungagung. Setelah lulus dari bangku SMA pada 1988, ia melanjutkan studinya ke Jurusan Ekonomi Universitas Merdeka Malang dan meraih gelar sarjana pada 1992. Pendidikan akademiknya dilanjutkan dengan gelar Magister Ekonomi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada 2023.
Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha toko bangunan. Usahanya berkembang di Tulungagung dan Trenggalek. Karier politiknya dimulai saat bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2 November 2021. Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2021–2024, mendampingi Maryoto Birowo. Pada Pilkada Tulungagung 2024, Gatut maju bersama Ahmad Baharudin dan meraih 297.882 suara atau sekitar 50,72 persen. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi Bupati Tulungagung untuk periode 2025–2030.
Dalam perjalanan politiknya, Gatut juga tercatat aktif di organisasi, termasuk sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak 2004. Ia sempat berada di PDI Perjuangan sebelum kemudian beralih ke Partai Gerindra sebagai kendaraan politiknya dalam Pilkada 2024.
Harta Kekayaan Gatut Sunu Wibowo
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 3 September 2024, Gatut Sunu Wibowo memiliki total kekayaan sebesar Rp 18.078.162.376. Rincian kekayaannya meliputi:
Tanah dan Bangunan
- Tanah dan bangunan seluas 346 m²/150 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 205.950.000
- Tanah dan bangunan seluas 180 m²/150 m² di Surabaya, hasil sendiri Rp 1.800.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 144 m²/120 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 333.330.000
- Tanah seluas 3.045 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.812.500.000
- Tanah seluas 2.494 m² di Tanah Laut, hasil sendiri Rp 1.187.619.000
- Tanah seluas 787 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 633.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 860 m²/56 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 716.600.000
- Tanah dan bangunan seluas 312 m²/200 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.166.000
- Tanah seluas 1.280 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 422.330.000
- Tanah seluas 2.199 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 304.285.000
- Tanah seluas 560 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 200.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 426 m²/316 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.571.428.000
- Tanah seluas 280 m² di Trenggalek, hasil sendiri Rp 98.214.000
- Tanah seluas 848 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 504.761.000
- Tanah dan bangunan seluas 2.786 m²/929 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.648.800.000
- Tanah seluas 1.048 m² di Trenggalek, hasil sendiri Rp 249.500.000
- Tanah dan bangunan seluas 795 m²/200 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 770.800.000
- Tanah dan bangunan seluas 1.940 m²/425 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 1.359.000.000
- Tanah seluas 425 m² di Trenggalek, hasil sendiri Rp 110.428.000
- Tanah seluas 272 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 800.000.000
- Tanah seluas 1.948 m² di Tulungagung, hasil sendiri Rp 300.000.000
Alat Transportasi dan Mesin
- Mobil Toyota Vellfire 2018, Rp 800.000.000
- Mobil Mitsubishi Pajero Sport 2018, Rp 425.000.000
- Mobil Toyota Innova 2021, Rp 450.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2009, Rp 37.500.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2001, Rp 37.500.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2007, Rp 45.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2007, Rp 45.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2012, (nilai tidak tercantum)
- Mobil Mitsubishi Truck 2004, Rp 40.000.000
- Mobil Mitsubishi Truck 2003, Rp 27.500.000
- Mobil Mitsubishi L300 2002, Rp 17.500.000
- Motor Honda 2008, Rp 3.250.000
- Motor Honda 2006, Rp 4.500.000
- Motor Honda 2007, Rp 3.000.000
- Motor Honda 2015, Rp 3.000.000
- Motor Honda 2012, Rp 4.500.000
- Motor Yamaha 2005, Rp 2.250.000
Harta Lainnya
- Harta bergerak lainnya: Rp 665.000.000
- Kas dan setara kas: Rp 84.951.376







