Fenomena Pocong di Jawa Timur: Teror yang Ternyata Hanya Kegiatan Remaja
Di berbagai wilayah Provinsi Jawa Timur, masyarakat kini dibuat resah oleh kejadian-kejadian yang disebut sebagai “teror pocong”. Fenomena ini mulai muncul dari daerah Pasuruan, Lamongan, dan Kediri, lalu menyebar ke Probolinggo, Lumajang, serta kota-kota besar seperti Surabaya dan Bangkalan. Meski awalnya menimbulkan ketakutan, ternyata banyak dari kejadian tersebut hanya berasal dari aksi remaja yang ingin membuat konten viral.
Penampakan Pocong di Desa Wotgalih
Salah satu kejadian terbaru terjadi di Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Pada Jumat (5/6/2026), warga dihebohkan dengan penampakan sosok pocong di selatan SMPN 3 Nguling. Video dan perbincangan mengenai kejadian ini sempat viral di media sosial. Dari video yang beredar, tampak sejumlah warga mencari sosok pocong yang sempat diabadikan dalam bentuk foto. Mereka menduga bahwa sosok tersebut adalah anak-anak yang sedang bermain atau berdandan ala pocong pada malam hari. Selama pencarian, warga masuk ke semak dan kebun, bahkan ada yang membawa celurit untuk berjaga-jaga.
Kejadian Serupa di Berbagai Wilayah
Beberapa daerah di Jawa Timur telah berhasil mengungkap pelaku-pelaku teror pocong yang ternyata hanyalah remaja. Berikut beberapa contohnya:
Pocong Lamongan
Warga di salah satu kampung di Kabupaten Lamongan dibuat resah setelah muncul video viral yang memperlihatkan sosok diduga pocong berdiri di pinggir gang permukiman pada malam hari. Aksi tersebut dinilai tidak terpuji karena meresahkan masyarakat. Video berdurasi singkat itu menyebar luas di media sosial dan aplikasi percakapan warga. Dalam rekaman terlihat sosok berbalut kain putih berdiri di area gang yang minim penerangan. Suasana malam membuat warga yang melihat video tersebut sempat ketakutan dan penasaran. Ulahnya membuat kaget karena lokasi kemunculan sosok tersebut berada tepat di perkampungan yang padat penduduk. Aksi semacam itu justru membuat warga merasa tidak nyaman, terlebih video sudah terlanjur menyebar luas dan memicu keresahan di lingkungan kampung. Kini pelakunya terciduk dan harus melibatkan polisi untuk memburu pelakunya. Pelakunya remaja setempat dan juga diminta menenteng pakaian pocong yang ia gunakan untuk beraksi.
Pocong Tulungagung
Polsek Rejotangan melakukan sosialisasi terkait kabar teror pocong di Desa/Kecamatan Rejotangan. Kabar yang beredar di media sosial itu dipastikan hoaks dan sekadar konten editan. Dalam foto yang beredar terlihat sosok putih seperti pocong berdiri di depan sebuah rumah. Dalam keterangan gambar, lokasinya dekat SDN 3 Rejotangan ke arah barat. Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto, mengaku mendatangi langsung rumah yang disebut dalam unggahan itu, pada Minggu (24/5/2026) pukul 20.30 WIB. Ia menyampaikan bahwa foto yang beredar adalah hasil editan.
Pocong Kediri
Fenomena video pocong yang viral di media sosial ternyata menjadi pemicu sejumlah pelajar di Kabupaten Kediri nekat membuat aksi serupa demi konten dan hiburan. Alih-alih mendapat perhatian di media sosial, aksi mereka justru memicu kepanikan warga hingga berakhir diamankan polisi. Kasus pertama terjadi di Kecamatan Plosoklaten pada Sabtu (23/5/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu warga dibuat geger setelah melihat sosok menyerupai pocong dibonceng sepeda motor melintas di Jalan Raya Brenggolo-Plosoklaten Desa Brenggolo. Karena curiga dan takut, warga kemudian mengejar rombongan remaja tersebut. Dari lima pelajar yang datang menggunakan dua sepeda motor, tiga remaja berhasil diamankan warga, termasuk satu pelajar yang mengenakan kostum pocong. Ketiga pelajar itu masing-masing berinisial R (15), M (14) dan R (16). Mereka kemudian dibawa ke Polsek Plosoklaten untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan para pelajar hanya untuk membuat konten media sosial.
Pocong Lumajang
Sebelumnya di daerah Lumajang, warga telah melihat pocong yang membawa celurit. Bahkan dalam salah satu video, mereka tengah berjaga. “Ini kami sedang berjaga. Beberapa warga telah melihat pocong yang bercelurit, sudah dikejar namun tak didapat,” kata warga kala itu.
Pocong Surabaya
Warga Surabaya dihebohkan dengan kemunculan sosok misterius yang disebut menyerupai pocong di kawasan Mulyosari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Peristiwa tersebut menjadi viral setelah foto hasil rekaman CCTV beredar luas di media sosial. Unggahan itu salah satunya dibagikan akun Instagram @JawatimurPopuler dan langsung memicu beragam reaksi dari masyarakat. Dalam foto yang beredar, terlihat sosok berbalut kain putih yang disebut-sebut menyerupai pocong berada di area sebuah rumah kos pada waktu yang berbeda. “Dalam salah satu foto, sosok tersebut terlihat berdiri di area parkiran, sementara pada foto lainnya tampak berada di depan pintu kamar kos saat dini hari,” tulis akun tersebut, Senin (1/6/2026).
Pocong Bondowoso
Sejumlah warga di Dusun Poler, Desa Sumbertengah, Kecamatan Binakal, heboh rumahnya digedor orang tak dikenal pada Minggu (24/5/2026) dinihari. Aksi ini kian meresahkan di tengah ramainya foto pocong di depan rumah warga Dusun Poler. Meski belum diketahui pasti apakah foto tersebut editan AI atau bukan. Aksi gedor pintu orang tak dikenal membuat resah warga. Terlebih informasi adanya teror pocong jadi-jadian di berbagai kota yang merebak di media sosial. NZ, salah seorang warga Desa Sumber Tengah yang rumahnya digedor mengungkapkan kejadian menakutkan itu.
Pocong Jember
Isu teror pocong rupanya merambah juga di Kabupaten Jember, meski hanya lewat media sosial. Namun pihak Polres Jember memastikan teror pocong itu palsu alias hoaks. Beberapa waktu lalu, beredar informasi video adanya teror pocong Kelurahan/Kecamatan Patrang, Jember. Informasi itu beredar di media sosial, termasuk diunggah melalui sebuah akun publik di Instagram. Mendapatkan informasi perihal teror pocong ini, Polres Jember menelusurinya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengkonfirmasi orang yang ditengarai mengetahui awal informasi teror pocong itu. Dan usut punya usut, teror pocong itu hanya hasil editan AI (artificial intelligence).
Pocong Bangkalan

Beredar video berdurasi 43 detik berisi permintaan maaf dari pemuda berinisial SF. Ia mengaku sebagai pemeran utama konten pocong yang viral. SF meminta maaf kepada Kepala Desa Mrandung, warga Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, serta masyarakat Bangkalan secara umum. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak membuat konten serupa di kemudian hari. Video permintaan maaf itu direkam dengan didampingi tokoh masyarakat dan personel Polsek Klampis. Dari sinilah terungkap lokasi asli video bukan di Kamal, melainkan Desa Mrandung, Kecamatan Klampis.






