Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?

    25 Mei 2026

    Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    25 Mei 2026

    Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis

    25 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 25 Mei 2026
    Trending
    • Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?
    • Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?
    • Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis
    • Mega Wisata Umrah Juli-Desember 2026: Aman, Nyaman, dan Pasti 5 Kali
    • 4 Bintang Film Colony Pemenang Baeksang, Akting Mencengangkan!
    • Putin dan Xi: Kekuatan Bersama Menghadapi AS dan Ukraina
    • Ketika Pengajian Berhadapan dengan Dunia Digital
    • MPV atau SUV untuk Mobil Keluarga? Ini Alasannya
    • Setelah Presiden Prabowo ke Miangas, Wapres Gibran Jelajahi Rote
    • Kegelapan Riau, PLN Ajak Warga Tidak Panik, Penyebab Pemadaman Sedang Diperiksa
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Olahraga»Hendrikus Rahayaan, Pembunuh Nus Kei yang Dibuat oleh Dendam Lama dan Atlet MMA

    Hendrikus Rahayaan, Pembunuh Nus Kei yang Dibuat oleh Dendam Lama dan Atlet MMA

    adm_imradm_imr21 April 202637 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sosok Hendrikus Rahayaan dan Keterkaitannya dengan Pembunuhan Nus Kei

    Sosok Hendrikus Rahayaan, seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA), kini menjadi sorotan setelah terlibat dalam kasus pembunuhan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Insiden ini terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026), yang menimbulkan perhatian publik karena korban adalah Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara.

    Penangkapan dua pelaku pembunuhan terhadap Nus Kei berlangsung dramatis. Kedua tersangka yang diamankan oleh pihak kepolisian adalah Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis. Nama Hendrikus mencolok karena ia dikenal sebagai atlet MMA sekaligus memiliki hubungan keluarga dengan John Kei, tokoh preman legendaris di Jakarta. Sementara itu, Finis disebut sebagai warga biasa.

    Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkap bahwa motif dari pembunuhan ini tidak sederhana. Dendam lama menjadi latar belakang utama yang mendorong aksi nekat tersebut. Menurutnya, kedua pelaku meyakini bahwa Nus Kei merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas beberapa tahun lalu di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi.

    Kronologi Pembunuhan Nus Kei

    Nus Kei, yang juga dikenal sebagai Ketua DPD Partai Golkar setempat, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun. Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT. Saat sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak dikenal (OTK).

    Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora, langsung membanting pelaku. Namun, pelaku melawan dan melarikan diri. Beberapa menit kemudian, seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan masker langsung menikam Nus Kei. Antonius sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku, tetapi pelaku melawan dan berhasil melarikan diri.

    Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan mendapatkan pertolongan dari petugas di lokasi. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Pukul 11.44 WIT, Nus Kei dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital. Berdasarkan laporan, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

    Nus Kei sedang berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai. Kedatangannya adalah untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026.

    Profil Hendrikus Rahayaan

    Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan John Kei, tokoh preman asal Maluku Tenggara di Jakarta. Ia lahir di Watran, Kota Tual, Maluku. Dirinya juga tercatat sebagai keponakan dari John Kei, mantan preman legendaris dengan julukan The Godfather Jakarta.

    Pria kelahiran 6 Desember 1997 ini memiliki hobi berkelahi sejak kecil. Hal ini sempat diutarakan dalam percakapan dengan Tribun Manado pada tahun 2023 silam. Petarung dengan slogan Bad Boy From Kei itu menceritakan kegemarannya itu. Katanya, sedari kecil dia sudah sering berkelahi dengan teman sepermainan hingga sering terlibat tauran seiring bertambahnya umur.

    Namun, hobi ini tentu negatif, sehingga ia kurang disukai keluarga lantaran kerap menyebabkan masalah. “Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (saya) itu memang berawal di jalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga,” katanya kepada TribunAmbon.com, Kamis (25/8/2023).

    Bertumbuh dewasa, Hendrikus memutuskan untuk menekuni hobinya. Dengan tekad, hobinya berbuah prestasi yang membanggakan keluarga. “Jadi bikin saja, lebih baik kita bikin baku pukul jalanan itu jadi prestasi saja biar jadi kebanggaan keluarga, selain bisa bertahan hidup juga, kita bisa mengharumkan nama daerah,” lanjutnya.

    Jalan menuju atlet profesional dimulainya dengan berlatih keras dimentoring kakeknya sendiri yang kebetulan adalah pelatih ilmu bela diri. Tidak hanya satu, kakeknya menguasai tiga cabang ilmu bela diri, yakni Mhuay Thai, Whu su, dan Boxing. “Kebetulan beta punya kakek itu kita di sasana dia jadi coach, di Tual sini,” lanjutnya.

    Basic mental dan latihan keras membuat Hendrikus terjun di kelas bantam One Pride MMA. Dari situlah, dua pertandingan awal berkarirnya berakhir mulus dengan kemenangan. M. Ricky Syahputra berhasil ditumbangkan dengan perolehan TKO 22 detik. Sementara Boido Simanjuntak tunduk pada ronde ke tiga.

    Hendrikus sangat yakin mampu menjadi atlet berprestasi. Ia memiliki harapan besar agar anak muda Maluku yang sehobi bisa bertarung di ring profesional. “Untuk mental-mental jalanan anak Maluku itu buat saja, kita itu anak-anak yang dianggap nakal begini, kalau baru mau berjuang itu nanti dapat banyak kritikan dari orang-orang, jadi saya harap selalu bermental baja, lakukan saja apa yang harus kita lakukan tuk terus harumkan nama daerah,” tandasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pesan Mengharukan Risto Mitrevski! Rahasia Persebaya Surabaya Tak Kebobolan 6 Laga Terungkap

    By adm_imr25 Mei 20262 Views

    Alisya Naifa Juara Ladies Pool League Sumut 2026, Kalahkan Liza 5-1 di Final

    By adm_imr25 Mei 20261 Views

    Iran Pindahkan Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko, FIFA Setuju

    By adm_imr24 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Jumat, Hari Paling Mulia dalam Islam: Mengapa Disebut Raja Hari?

    25 Mei 2026

    Mengapa Beberapa Orang Berlari Cepat, Sedangkan Lainnya Tidak?

    25 Mei 2026

    Menjelang Idul Adha, Harga Sayuran Sumbar Melonjak di Bengkalis

    25 Mei 2026

    Mega Wisata Umrah Juli-Desember 2026: Aman, Nyaman, dan Pasti 5 Kali

    25 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?