Penjelasan Hukum Tidak Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Adha
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Miftahul Huda, menjelaskan bahwa tidak makan dan minum sebelum shalat Idul Adha hukumnya adalah sunnah. Artinya, amalan tersebut dianjurkan untuk dilakukan, tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan. Dalam ilmu fikih, sunnah merujuk pada amalan yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, baik dalam bentuk perkataan, perbuatan, maupun ketetapan.
Namun, ada perbedaan antara Idul Adha dan Idul Fitri dalam hal ini. Pada momen Idul Fitri, umat Islam disunnahkan untuk makan dan minum terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Id. Sementara itu, untuk Idul Adha, kebiasaan menahan makan dan minum sebelum shalat lebih dianjurkan.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam, juga menyampaikan bahwa hukum makan dan minum sebelum shalat Idul Adha adalah sunnah. Artinya, muslim boleh melakukan atau meninggalkannya. Namun, lebih dianjurkan untuk tidak makan sebelum shalat.
Alasan Menahan Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Adha
Menurut KH Miftahul Huda, hikmah dari sunnah untuk tidak makan sebelum shalat Idul Adha adalah karena setelah shalat Id akan dilakukan penyembelihan hewan kurban. Kambing atau sapi yang disembelih biasanya dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Di Indonesia, proses penyembelihan hewan kurban sering kali dilakukan sejak pagi hari setelah shalat Id.
Hal ini dilakukan agar pembagian daging bisa segera dilakukan, paling lambat pada sore hari. Jika seseorang tidak makan sebelum penyembelihan, maka bisa saja kekurangan tenaga. Oleh karena itu, meskipun tidak makan sebelum shalat Idul Adha dianggap sebagai sunnah, konteks budaya di Indonesia membuat beberapa orang memilih untuk makan terlebih dahulu.
Amalan Sunnah Saat Idul Adha
Selain tidak makan dan minum sebelum shalat Idul Adha, ada beberapa amalan sunnah yang boleh dilakukan saat Idul Adha:
Menyemarakkan malam takbiran
Pada malam Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, melantunkan takbir, serta bershalawat. Malam takbiran diyakini sebagai waktu yang penuh dengan keutamaan sehingga doa-doa yang dipanjatkan bisa dikabulkan.Mandi, mengenakan pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian
Muslim dianjurkan untuk mandi, mengenakan pakaian terbaik, dan memakai wewangian saat melaksanakan shalat Id. Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk membersihkan diri terlebih dahulu dengan mandi sebelum berangkat beribadah.Berangkat ke tempat shalat dengan jalan kaki, pulang lewat rute berbeda
Amalan lain yang dianjurkan saat Idul Adha ialah berjalan kaki ketika menuju lokasi shalat Id. Hal ini seperti kebiasaan Rasulullah SAW yang diriwayatkan tidak menggunakan tunggangan saat berangkat menunaikan shalat Id.Menunjukkan keceriaan dan mempererat silaturahmi
Hari raya Idul Adha menjadi salah satu momen penuh kebahagiaan bagi muslim di seluruh dunia. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk menunjukkan sikap ceria dan penuh suka cita dalam menyambut datangnya Hari Raya tersebut.
Penetapan Tanggal Idul Adha 1447 Hijriah
Kementerian Agama telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (27/5/2026). Penetapan tersebut diputuskan melalui sidang isbat yang menggunakan metode hisab dan rukyat hilal serta berpedoman pada kriteria MABIMS atau Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menjelaskan hasil pemantauan hilal dan perhitungan astronomi menunjukkan 1 Dzulhijjah 1447 H dimulai pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, perayaan Idul Adha atau 10 Dzulhijjah diperingati pada Rabu (27/5/2026).
Pada pagi hari Idul Adha, umat Islam akan melaksanakan shalat Id. Di momen tersebut, orang-orang menyakini bahwa muslim tidak dianjurkan untuk makan dan minum sebelum ibadah shalat id berlangsung. Namun, seperti yang telah dijelaskan, hal ini hanya bersifat sunnah dan tidak wajib.







