Aksi Seorang Ibu yang Meminta-Minta di Kecamatan Sukodadi, Lamongan
Sebuah kejadian menarik terjadi di kawasan pertokoan Kecamatan Sukodadi, Lamongan, yang menimbulkan perhatian dari aparat kepolisian setempat. Kejadian ini berawal dari laporan warga yang mengeluhkan keberadaan seorang ibu yang meminta-minta sambil membawa dua anak kecil di depan swalayan. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Polsek Sukodadi dengan pendekatan persuasif dan tidak melakukan tindakan represif.
Penanganan yang Humanis oleh Aparat Kepolisian
Pada hari Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 19.59 WIB, petugas Polsek Sukodadi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Di tempat kejadian, ditemukan pasangan suami istri yang berasal dari Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Sang istri diketahui sedang meminta-minta di depan pertokoan sambil membawa dua anak kecil, sedangkan sang suami menunggu di warung kopi yang tidak jauh dari lokasi.
Kapolsek Sukodadi, IPTU Moch Sokep, menjelaskan bahwa petugas kemudian melakukan pendataan identitas terhadap pasangan tersebut. Diketahui, pria berinisial R (24) dan istrinya S (23) merupakan warga yang biasa bekerja sebagai pengamen jalanan. Mereka telah berada di wilayah Sukodadi selama kurang lebih tiga hari.
Langkah Kemanusiaan yang Dilakukan
Dalam aktivitasnya, sang istri meminta-minta di depan pertokoan sambil membawa dua anak kecil untuk menarik simpati pengunjung. Meskipun demikian, polisi tidak langsung melakukan tindakan represif. Sebaliknya, mereka memberikan imbauan secara persuasif agar tidak lagi meminta-minta di area pertokoan maupun melibatkan anak-anak dalam aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Polisi juga memilih untuk membantu keluarga tersebut agar bisa kembali pulang ke Surabaya. Anggota Polsek Sukodadi lalu mengantar pasangan tersebut beserta kedua anaknya menuju halte depan Plaza Lamongan untuk melanjutkan perjalanan pulang.
Pentingnya Pendekatan Humanis dalam Penanganan Masalah Sosial
Langkah kemanusiaan ini dilakukan oleh aparat kepolisian untuk menjaga ketertiban, namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dalam menangani masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Polres Lamongan juga mengimbau masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan Polisi 110 apabila menemukan gangguan kamtibmas maupun kejadian yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian. Respons polisi terhadap setiap laporan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Kesimpulan
Kejadian ini menjadi contoh bagaimana aparat kepolisian dapat menangani masalah sosial dengan pendekatan yang humanis. Dengan tidak melakukan tindakan represif, polisi berhasil menyelesaikan masalah tanpa merugikan pihak-pihak yang terlibat. Ini juga menunjukkan pentingnya kepedulian dan empati dalam menangani isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat kecil.







